KUASA KESEHATIAN DAN KESATUAN DALAM MELAYANI TUHAN

0
94

Ulangan 32 : 30

Ada kuasa yang luar biasa, itulah kuasa supranatural Tuhan, jikalau dua orang dan atau sekelompok orang percaya bekerja sama secara harmonis dan sehati dalam melayani Tuhan. Satu dengan Tuhan saja mayoraitas, apalagi dua orang atau lebih bersama dengan Tuhan, hal itu pasti luar biasa. Itu sebabnya penting bagi kita untuk selalu sehati dan seroh bersama-sama dengan Tuhan.

Matius 18 : 18 – 20 (baca) Kata “sepakat” menunjukkan kesehatian dan kesatuan roh. Surga selalu memberikan respons kepada anak-anak Tuhan yang sehati dan seroh untuk melayani. Hal ini merupakan kunci kita melayani dalam kasih dan kuasa Roh Kudus.

 

  1.  Dimana ada kesehatian dan kesatuan roh, disana pasti ada kemenangan

Keluaran 17 : 10 – 17 (baca) Karena kesepakatan dan kesehatian dalam pekerjaan Tuhan, maka mujizat terjadi. Musa punya otoritas, tetapi dia juga manusia yang mempunyai kelemahan, Musa tidak kuat untuk terus mengangkat tangan, ketika Yosua yang sedang berperang melawan bangsa Amalek. Musa perlu penopang, itulah sebabnya Harun dan Hur mengambi batu untuk mendudukan Musa, dan menopang tangannya untuk tetap terangkat. Dan yang terjadi, selama tangan Musa terangkat Amalek dikalahkan oleh Yosua.

Hal ini, sebenarnya menunjukkan bahwa, dimana ada kesehatian dan kesatuan yang saling menopang, maka di sana pasti ada kemenangan, baik di dalam keluarga, pekerjaan, usaha, dan dalam persekutuan di dalam jemaat (GDS).

Musa punya otoritas yang Tuhan berikan, tetapi tangannya juga lemah perlu ada penopang dan dukungan. Itu sebabnya Tuhan kehendaki adalah adanya kesehatian dan kesatuan untuk saling mendukung dalam pelayanan, dan bukan melayani seorang diri (single fighter). Jika ada pemimpin, harus ada juga orang-orang yang mendukungnya sebagai tim.

  1.  Dimana ada kesehatian dan kesatuan roh disana kelimpahan mengalir.

Hal inipun yang diteladani Tuhan Yesus ketika melayani di bumi. Lukas 8 : 1 – 3 Tuhan Yesus tidak pernah berjalan sendiri, Dia selalu bersama dua belas murid yang selalu menemani-Nya untuk melayani, tetapi juga sekaligus dimuridkan oleh Tuhan Yesus. Tuhan selalu ingin berpartnership dengan manusia, mengapa? Karena manusia diciptakan untuk melayani Tuhan. Itulah hak istimewa yang kita terima, kita diselamatkan supaya lebih banyak orang yang melayani Tuhan. Karena arti ibadah adalah kita dipakai Tuhan untuk melayani-Nya dan memberitakan Injil.

Ayat 3 …Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Dimana ada kesehatian dan kesatuan roh disanapun ada sukacita untuk memberi dan mempersembahkan apa yang Tuhan telah anugerahkan untuk mendukung dan melayani pekerjaan Tuhan. Tuhan Yesus berkuasa dan sanggup melakukan segala sesuatu untuk menyediakan apa Dia butuhkan, tetapi Tuhan Yesus memakai beberapa perempuan yang telah dilepaskan dari roh-roh jahat, dan disembuhkan dari berbagai penyakit, untuk melayani dan mendukung-Nya dalam pelayanan. Kisah ini sebenarnya ditulis oleh dokter Lukas untuk menjelaskan bahwa; jika kita sudah dilepaskan, disembuhkan, dan diberkati, kita harus melayani Tuhan sebagai bentuk ucapan syukur kita kepada-Nya.

Gereja adalah keluarga Allah, itu sebabnya setiap orang yang sudah dijamah, diubahkan dan diberkati hidupnya memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan melayani sebagai bagian di dalam anggota keluarga Allah (GDS). Karena semua yang kita miliki adalah milik Tuhan, kita hanya dipercayakan oleh Tuhan untuk mengelolanya serta mempersembahkannya untuk kemuliaan Tuhan.

 

  1.  Dimana ada kesehatian dan kesatuan roh di sana Tuhan menganugerahkan kesehatan dan berkat untuk kita alami.

Daniel 1 : 8 – 17 (baca) Empat pemuda Yehuda; Daniel, Hanaya, Misael, dan Azarya ditawan di Babel, diangkat oleh raja Nebukadnezar untuk bekerja menjadi pegawai istana. Selama di istana mereka yang seharusnya melakukan semua kebiasaan raja, menolak untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan dan anggur raja, dan lebih memilih untuk memakan sayuran. Setelah sepuluh hari diadakanlah percobaan dan hasilnya perawakan mereka sehat dan lebih baik, bahkan Tuhan juga memberikan kepandaian dan pengetahuan sepuluh kali lebih cerdas, dari semua orang berilmu di seluruh kerajaan Babel.

Karena mereka sehati untuk tidak kompromi dengan dosa, hidup takut Tuhan dan melalukan kebenaran, itu sebabnya mereka sehat diberkati. Pentingnya kita, sebagai anak-anak Tuhan harus mempunyai prinsip hidup yang Alkitabiah, supaya kita dapat menjadi saksi Tuhan di tengah-tengah dunia yang jahat ini. Jangan takut terhadap tantangan dan kesulitan, karena Tuhan selalu menyertai kita, Dia sanggup mengubahkan apa yang mustahil menjadi tidak ada yang mustahil. Jika kita sehati dan seroh untuk hidup sesuai prinsip-prinsip rohani berdasarkan firman Tuhan, maka hidup kita pasti sehat, diberkati, menjadi saksi Tuhan dimanapun kita berada.

 

  1.  Dimana ada kesehatian dan kesatuan roh di sana kuasa Tuhan terjadi, dan apa yang direncanakan pasti terlaksana.

Kejadian 11 : 1 – 6 Tuhan tahu dan melihat bahwa jika ada kesatuan (satu bangsa, satu bahasa dan logatnya) apapun rencana manusia tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Ayat 4 …marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit. Inilah perkataan Lucifer, dimana dia mau jadi sama dengan Allah dalam Yesaya 14 : 14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, dan hendak menyamai Yang Mahatinggi.

Sejak awal Tuhan sudah tahu bahwa dimana ada kesatuan di sana pasti ada kuasa, sekalipun berlaku untuk rencana jahat juga. Inilah hukum yang Tuhan sudah berikan, seperti Tritunggal Allah, karena dimana ada kesatuan pasti terjadi mujizat dan kuasa. Demikian juga hukum ini berlaku atas hidup manusia, sebab dimana ada kesatuan dalam merencanakan hal yang baik ataupun buruk pasti terlaksana. Jika kesatuan dalam hal yang jahat bisa berhasil, apalagi kesatuan kita sebagai anak-anak Bapa di Surga, baik dalam pekerjaan, usaha, bahkan dalam jemaat pasti Tuhan sendiri bertindak menolong kita.

Iblislah yang menjadi provokator pertama di Surga, dia tahu bahwa kesatuan itu punya kuasa, itu sebabnya dia membuat kekacauan. Dia menghasut sepertiga malaikat di Surga untuk memberontak terhadap Tuhan. Yesaya 14 : 2 – 25; Yehezkiel 28 : 11 – 17; Wahyu 12 : 7 – 9. Waspadalah, iblis selalu membuat pertentangan dan memecah-belah kesatuan, yang terkadang pemicunya adalah masalah sepele seperti ketersinggungan, kecewa dll, supaya kita meninggalkan Tuhan.

Akitab selalu berulang kali mengingatkan agar kita harus memelihara kesehatian roh, saling mengampuni supaya iblis jangan mengambil keuntungan atas kita 2 Korintus 2 : 10 – 11. Iblis selalu ingin memecah-belah hidup kita. Jangan bersekutu dengan orang-orang yang menabur perkataan negatif dan memecah-belah, karena apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai, bahkan hal itu akan berdampak di dalam keluarga kita. Kita harus menabur hal-hal yang positif, dan jangan menabur hal-hal yang negatif yang bisa memecah-belah kesatuan kita. Iblis senang kalau keluarga anak-anak Tuhan hancur, supaya pekerjaan Tuhan tidak dilaksanakan. Sementara Tuhan ingin kita semua melayani-Nya.

Kuasa kesehatian dan kesatuan di dalam Tuhan pasti ada kemenangan, kuasa kesehatian dan kesatuan di dalam ambisi kedagingan pasti terjadi pemecah-belahan Yudas 17 – 19 (baca) Kita bukanlah golongan itu!
Persahabatan dan persekutuan anak-anak Tuhan yang sehati karena diikat/ direkat oleh kasih Agape kepada Tuhan dan cinta akan firman Tuhan akan melipat gandakan kasih dan kuasa, serta kebaikan Tuhan untuk mematikan semua kejahtan dalam hidup mereka. Itulah sebabnya suami-isteri, orang tua-anak harus sehati.

Persahabatan dan persekutuan rohani yang paling teguh dibentuk justru dalam menghadapi kesukaran dan tantangan bersama. Artinya jika ada pergumulan di dalam keluarga, itulah saatnya kita harus berdoa bersama-sama, demikianpun kita sebagai umat Tuhan di Indonesia, Tuhan tantang kita untuk berdoa bersama supaya Indonesia diberkati, gereja kitapun diberkati. Karena itu kalau ada tantangan dan kesukaran jangan lari, tetapi harus semakin erat. Besi dapat direkatkan dengan besi jika ada panas api (las). Dimana ada tantangan dan pergumulan disitu selalu ada kesehatian dan kekuatan .

Kita adalah kelurga Allah yang ada di dalam Kerajaan Allah. Roma 14 : 17 – 19 (baca) Ciri Kerajaan Allah adalah kebenaran, damai sejahtera dan sukacita, oleh sebab itu kejarlah apa yang mendatangkan damai sejahtera dan berguna untuk saling membangun. Komsel adalah tempat mujizat terjadi, jiwa baru dimenangkan, bukan tempat curhat yang negatif dan ngerumpi. Komsel harus menjadi tempat kesehatian dan kesatuan untuk membangun iman supaya di sana mujizat supranatural terjadi, dan Tuhan Yesus dipermuliakan!

 

Bagaimana membangun kesehatian dan kesatuan dalam melayani Tuhan sebagai satu gereja (GDS)?

 

  1. Harus dimulai di dalam diri sendiri dan di dalam keluarga.
    Mazmur 86 : 11Doa Raja Daud ini harus menjadi doa setiap anak-anak Tuhan. KITA HARUS BULAT HATI KEPADA TUHAN, JANGAN BERCABANG HATI. Tuhan Yesus harus di atas segalanya dalam hidup kita. Kasih dan komitmen kepada Tuhan tidak boleh terpecah-pecah, tetapi harus bulat. Kesatuan tidak dimulai di dalam satu gereja, melainkan dimulai dalam satu pribadi, yang ada dalam satu keluarga.

Kesatuan, kesehatian dan komitmen dimulai di hati setiap orang percaya secara individual Yakobus 4 : 1 – 2 (baca) Kesatuan harus dimulai dari kehidupan kita secara pribadi, bagaimana kita bisa bergaul dengan orang lain kalau kita sendiri tidak puas dengan diri sendiri, maka kompensasinya bisa minder ataupun angkuh, dan selalu menjadi masalah. 1 Petrus 1 : 22

 

  1. Kesehatian dan kesatuan dapat terjadi jika diikat dengan firman Allah.
    Kesehatian dan kesatuan adalah kehendak Bapa di Surga. Maleakhi 4 : 5 – 6(baca) Menjelang kedatangan-Nya, Tuhan akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.

Matius 10 : 34 – 37 (baca) Mengembalikan hati bapa-bapa kepada anak-anak, dan hati anak-anak kepada bapa-bapa tidak berarti kompromi dengan dosa, melainkan ada garis tegas yang memisahkan, dan pedang itu adalah firman Allah yang memisahkan kehendak Tuhan di atas segalanya.

Kesehatian dan kesatuan yang benar hanya dapat terjadi jikalau diikat dengan firman Allah. Kita harus menghormati dan mengasihi orang tua sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Artinya jangan kompromi untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan, kita harus tetap memilih untuk taat dan melakukan firman Tuhan. Jika ada pertentangan, maka kita harus memilih Tuhan, tanpa ada permusuhan dengan orang tua. Rencana dan kehendak Tuhan, tidak bisa dibatalkan dengan kehendak manusia, kehendak Tuhan harus diatas segalanya. Yohanes 17 : 17 Firman Tuhan itulah yang menguduskan kita.

Sebagai suami dan isteri, musim panas dan musim hujan harus tetap satu payung, supaya jalannya bersama-sama. Artinya sama-sama dipayungi oleh firman Allah yang hidup, sama-sama dipayungi oleh kasih karunia Tuhan karena kuasa dan kasih Kristus yang memampukan kita untuk hidup berkemenangan dan diberkati, Amin!

Oleh : Rev DR Daniel Henubau

Dikutip dari : http://www.gds.or.id/id/kuasa-kesehatian-dan-kesatuan-dalam-melayani-tuhan-2/

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here