BERJALAN DENGAN IMAN YANG BERANI

0
52

MATIUS 14 : 22 –  32

Iman memelihara orang yang memelihara iman”. – Bunda Theresa

 

Setiap kali Tuhan membawa kita dari satu tingkat ke tingkat pengalaman rohani yang lebih tinggi, ini merupakan titik melampaui komitmen dan keputusan kita, melainkan pada pada suatu iman yang berani.  Bergerak maju dengan iman yang berani membawa kita memasuki dimensi rohani yang lebih dalam dan lebih luas bersama Yesus. Tuhan membawa kita kepada pengalaman rohani, melalui cara kita berjalan dengan iman yang berani.

Bagaimanakah iman yang berani  terjadi dalam hidup kita ? Dari pengalaman Petrus berjalan diatas air, kita menemukan beberapa kebenaran :

 

1.IMAN YANG BERANI LAHIR DI SAAT-SAAT MASA YANG SULIT “24-27”

 

Orientasi :

Salah satu harapan ketika kita memutuskan menjadi orang Kristen adalah kurangnya kesulitan atau tidak ada sama sekali.  Hal itu merupakan keinginan yang wajar dan normal,

 

Konteks :

Yesus dan murid-murid-Nya baru saja dengan ajaib memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima roti dan dua ikan.  Setelah itu Ia mengijinkan mereka melintasi danau Galilea,  dan beberapa saat mereka  meninggalkan bibir pantai, perahu mereka dihantam angin sakal.

Dimanakah Yesus ketika murid-murid-Nya mengalami kesulitan ? Bagaimana

Perahu mereka diombang-ambingkan angin sakal – mereka berjuang mempertahankan hidup,  lelah secara phisik, mental, emosional.  Kesulitan hidup menguras habis seluruh kemampuan kita.

 

Aplikasi :

Hampir semua kita dikala mengalami masalah, kita berada pada titik depresi.  Seluruh mental, emosional bahkan spiritual kita terkuras habis untuk berjuang menyelesaikan masalah tersebut.  Namun justru ditengah-tengah kesulitan itulah iman kita bekerja dengan aktif.

 

Kata-kata mutiara :

Kesulitan bukan symbol bahwa Allah telah meninggalkan kita, kesulitan merupakan cara Allah untuk menyatakan mujijat ditengah-tengah kita.

 

2.IMAN YANG BERANI TERJADI KETIKA MENDENGAR SUARA TUHAN”28-30”

 

Orientasi :

Hari-hari yang kita jalani, banyak disuguhi dengan berita yang mmbuat kita semakin takut, pesimis dan kehilangan harapan untuk menatap masa depan.

Kesulitan  seringkali menimbulkan ketakutan.   Kabar baik : dalam situasi yang tak pasti ini,  hadirat Allah ada disana, mendahului kita

 

Konteks :

Yesus berkata Datanglah ! Petrus meningga;kan perahu dan berjalan diatas air.  Ketika fokus perhatian Petrus pada suara Tuhan, ia tidak genmetar, tingkat imannya begitu tinggi, sehingga semua keraguan sirna.  Ia melakukan secara tepat apa yang Yesus katakan.

 

 

Aplikasi :

ketika  sungguh-sungguh fokus pada suara Tuhan, kita akan memasuki pengalaman supra alami bersama Tuhan.  Roma 10 : 17 “Firman menumbuhkan iman kita”.

Ini adalah titik dimana banyak dari kita seringkali ”kalah”.  Kita mendengar suara Tuhan, dan setelah itu menganalisa apa yang Ia katakan, sehingga kita jadi bimbang sampai keraguan itu muncul.  Saat keraguan itu telah menguat, iblis memiliki pintu terbuka dalam roh kita sehingga kita menempatkan panggilan Tuhan atas kita”:ditempat yang tidak berarti.”.

 

3.IMAN YANG BERANI MEMBAWA KITA MENGENAL  KARAKTER ALLAH YANG SEMPURNA “31-33”

 

Orientasi :

Setelah kita mentaati panggilan Tuhan, kita seringkali masih membuat banyak kesalahan, dan iman kita juga belum sempurna..  Tuhan selalu melakukan apa yang benar, sekalipun kita mempertanyakannya.

 

 

Aplikasi :

Iman kita membawa kepada pemahaman akan  karakter Allah yang sempurna.  Ia layak untuk kita kagumi dan kita sembah, sebab Ia Allah yang sanggup menolong dan menopang seluruh hidup kita.

 

Kata-kata mutiara :

Benar apa yang dikatakan oleh Bunda Theresia, “ Iman memelihara orang yang memelihara iman”.

 

 

Kesimpulan :

Mari kita menjalani hidup ini dengan iman yang berani !. Selamat anda jadi pemenang.

 

Dikutip dari : http://khotbah-khotbah.blogspot.com/2015/11/berjalan-dengan-iman-yang-berani.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here