YANG MUDA YANG MELAYANI

0
24

Bacaan:

1 Samuel 3:1-9

Ayat Pokok:

“Samuel yang muda itu menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan Eli”

(1 Samuel 3:1)

Pemuda pemimpin masa depan?

Selama ini kita sering mendangar perkataan bahwa “pemuda adalah pemimpin  masa depan.”. Hal ini tentu tidaklah salah, memang orang-orang muda lah yang diharapkan harus mempersiapkan diri untuk memegang tampuk estafet, mengggantikan para pemimpin kita dimasa depan nanti. Tetapi sesungguhnya kita juga harus yakin bahwa pemuda juga dapat menjadi pemimpin dimasa kini. Pemuda dapat saja dipakai Tuhan untuk menjadi pemimpin. dalam berbagai komuitas dan lembaga, bahkan juga tidak saja dalam lembaga resmi, tetapi dapat saja menjadi pemimpin atau panutan ditengah-tengah komunitas masyarakat.

Kesadaran bahwa pemuda dapat saja dipakai Tuhan dan berperan dalam pelayanan, tentu akan membuat kaum muda menyadari bahwa kehadiran mereka dalam gereja dan pelayanan memang di butuhkan. Banyak gereja-gereja yang kurang menyadari akan hal ini sehingga gereja kurang mendengar suara dan aspirasi kaum muda. Sebagai dampaknya kaum muda merasa kehadiran mereka tidaklah berguna dalam gereja, sehingga orang muda mulai menjauh dari Tuhan.

Pembacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bahwa orang muda pun bisa saja dipakai Tuhan. Samuel orang yang masih muda pun dipakai oleh Tuhan.  Hal ini menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk seseorang bisa berkarya dalam pekerjaan Tuhan. Samuel yang muda dibimbing oleh Eli yang tua. Eli tidak melihat Samuel sebagai saingan. Sebaliknya Samuel yang muda tetap menghormati Imam Eli sebagai senior dalam pelayanan. Suatu kerjasama yang indah dalam pelayanan yang patut menjadi teladan. Eli bahkan dengan sepenuh hati mempersiapkan Samuel. Bahkan, ketika Samuel harus menyampaikan firman Tuhan kepada Eli berkaitan dengan anak-anaknya, Eli dengan rendah hati mendengar. Eli sadar bahwa kehendak Tuhanlah yang harus didengar dan dilakukan, dan Tuhan dapat menyampaikan kehedak-Nya melalui siapa saja, termasuk melalui Samuel yang masih muda. Karena itu Eli tidak meremehkan Samuel, tetapi berserah ke dalam kedaulatan Tuhan. Samuel pun disertai dan diberkati Tuhan dalam pekerjaan-Nya.

Melalui kisah ini, kiranya dapat memotivasi kaum muda untuk menyadari bahwa kaum muda dapat saja dipakai Tuhan dimasa kini untuk berkarya dan menjadi berkat serta alat kemuliaan nama-Nya. Samuel adalah salah satu contohnya.

Masa muda, masa untuk melayani Tuhan

Ada sebuah lagu yang  pada tahun 80-an sempat menjadi populer dan sering dinyanyikan di gereja-‘
gereja,terutama dalam ibadah-ibadah pemuda remaja. Lagu itu berbunyi:

Masa muda sungguh senang
Jiwa penuh dengan cita-cita
Dengan api yang tak kunjung padam
Selalu membakar dalam kalbu

Reff:
Masa mudaku, masa yang terindah
Masa Tuhan memanggilku
Masa mudaku, masa yang kukenang
Kutinggalkan semua dosaku

La..la..la..la..la..la..la..la..la..la..la..la..la
La..la..la..la
La..la..la..la..la..la..la..la..la..la..la..la..la
La..la..la..la..la..la..la

Masa muda sungguh senang

Ku b’rikan pada-Mu ya Tuhan

Apa yang ada pada diriku

Ku s’rahkan untuk kemuliaan-Mu

 

Reff

Lagu ini memotivasi kaum muda untuk menyerahkan hidup mereka dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan. Lagu ini juga mengingatkan bahwa untuk dapat dipakai oleh Tuhan, maka kita harus hidup dalam kekudusan dan jalan-jalan Tuhan.

Nubuatan firman Tuhan

Sebetulnya Alkitab sudah memberikan nubuatan tentang akan datangnya masa dimana Tuhan akan memakai kaum muda dengan dahsyat dan hebat untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.

Yoel 2:28
“Kemudian daripada itu akan terjadi, bahwa aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan,”

Yoel menubuatkan suatu hari dimana Allah akan mencurahkan Roh-Nya ke atas “barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan” (Yoel 2:32). Yoel juga menubuatkan bahwa salah satu akibat utama dari pencurahan Roh Kudus ialah akan terjadi pemberian dan pelepasan karunia-karunia nubuat, salah satunya adalah adanya orang-orang muda yang akan dipakai dalam pelayanan.

Pemimpin yang memberi teladan
Berbicara tentang pemimpin  adalah juga berbicara  tentang pengaruh.
Kehadiran orang muda harus dapat membawa pengaruh yang positif bagi lingkungannya.
1 Timotius 4:12,” Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya,dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Anak muda, mudah untuk diremehkan
Kemudaan itu sendiri sangat dekat dengan kekurangan
Timotius mudah diremehkan karena ia masih muda
Frasa ” menganggap rendah,” berasal dari kata “kathaphroneo”, yang artinya: menghina, meremehkan, menganggap kecil, bahkan menganggap tidak ada.
Paulus melarang Timotius untuk membiarkan dirinya direndahkan orang lain.
Dalam Alkitab KJV dinyatakan,” let no man despisethy youth.”
Artinya: Keputusan untuk menjadi orang yang direndahkan, dihina dan diremehkan tidak lepas dari keputusa Timotius itu sendiri.
Salah satu tokoh yang juga diremehkan karena kemudaannya adalah Daud. (1 Samuel 17:33).

Bagaimana mengubah pandangan orang lain yang meremehkan kita?
a. Menjadi teladan ( 1 Timotius 4:12)
b. Mengembangkan diri ( 1 Timotius 4:13-15).

 

Dikutip dari : http://pesona-sabda.blogspot.com/2018/09/yang-muda-yang-melayani.html

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here