Buah Roh Kudus

0
27

Bacaan: Yohanes 15:1-2

Kita dipanggil oleh Tuhan bukan hanya untuk menerima keselamatan, tetapi agar kita dapat terus bertumbuh sampai akhirnya kita dapat menghasilkan buah. Sama seperti ketika kita menanam benih, misalnya saja anggur, tujuan kita tentu bukan sekedar agar kita nantinya dapat memiliki pohon anggur. Tujuan kita menanam pasti adalah untuk dapat menikmati buah anggurnya. Jemaat Tuhan diibaratkan seperti ranting yang dicangkokkan pada pokok anggur, yaitu Yesus. Tujuan kita dicangkokkan itu bukan sekedar agar kita hidup, tetapi supaya kita bisa menghasilkan buah.
Banyak anak Tuhan yang seperti pohon yang besar dan lebat, namun sayangnya tidak menghasilkan buah. Ia mungkin sudah melakukan banyak perkara untuk pekerjaan Tuhan, termasuk melayani dan memberi persembahan. Namun ia belum berbuah. Ia tidak sadar bahwa Tuhan sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu. Tuhan hanya mencari buah, bukan pohon!
Kita tentu ingat dengan kisah dalam Mat. 21:18-19. Ketika itu Yesus merasa lapar dan berharap dapat menemukan buah ara pada pohon ara yang besar dan lebat. Namun Ia tidak mendapatkannya. Akhirnya Yesus mengutuk pohon ara itu. Pertumbuhan jumlah jemaat serta pelayanan yang hebat hanyalah seperti pohon ara yang besar dan lebat. Itu bukanlah buah yang Tuhan cari!
Jika demikian, bila saat ini Yesus tidak mengutuk kita, apakah itu berarti bahwa Tuhan sudah menemukan buah dalam hidup kita? Jawabannya dapat kita lihat dalam Luk. 13:6-9. Kalau Tuhan masih memberkati kita saat ini, belum tentu karena kita sudah berbuah. Tetapi itu adalah bentuk kemurahan Tuhan yang masih memberi kita kesempatan untuk berbuah.
Jadi apakah yang dimaksud oleh Tuhan dengan buah? Tidak lain adalah buah Roh Kudus yang merupakan karakter Kristus (Gal. 5:22-23). Waktu kita percaya, Roh Kudus masuk dalam hati kita dan menanam benih buah Roh ini. Dan Tuhan menantikan agar benih ini bertumbuh dan menghasilkan buah yang matang.
Adapun cara agar kita bisa menghasilkan buah Roh:
1. Hati kita harus dibersihkan dengan Firman Tuhan (Yoh. 15:2-3).
Jika pohon tidak berbuah, maka ia akan dipotong. Tetapi jika pohon itu berbuah, namun buahnya kecil, maka pohon itu harus dibersihkan. Tujuannya adalah agar tidak terjadi perebutan makanan dengan bagian pohon yang lainnya, sehingga buah tadi bisa mendapat cukup makanan untuk menjadi besar dan matang.
Hati kita ini pada dasarnya adalah kotor dan harus terus dibersihkan dengan Firman Tuhan. Karena itu baca dan renungkanlah Firman Tuhan setiap hari dengan porsi yang cukup. Inilah kunci agar hati kita dapat dibersihkan.

2. Melakukan Firman Tuhan (Gal. 5:16).
Waktu kita membaca dan merenungkan Firman, maka Firman itu akan mulai membersihkan serta mengikis karakter-karakter kita yang buruk. Namun bila kita ingin menghasilkan buah, kita harus mulai melakukan Firman itu. Saat kita melakukan Firman, maka buah Roh mulai tumbuh. Dan saat kita terus bertekun melakukan Firman, maka buah itu akan semakin matang.

Buah Roh Kudus yang adalah karakter Kristus terdiri dari:
1. Kasih: bukan sekedar mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi juga mengasihi musuh kita (Mat. 5:44).

2. Sukacita: tetap bersukacita meski dalam penderitaan (Flp. 4:4).

3. Damai sejahtera: memiliki damai sejahtera yang memerintah dalam hati, artinya kita akan langsung merasa tidak damai ketika kita melakukan kesalahan yang terkecil sekalipun (Kol. 3:15).

4. Kesabaran: tahan menderita dalam jangka waktu yang panjang, sama seperti kesabaran seorang petani waktu menunggu hasil panen (Yak. 5:7).

5. Kemurahan dan Kebaikan: memberi (baik harta, tenaga, maupun waktu) bukan waktu dalam kelimpahan atau untuk maksud tertentu, melainkan memberi tanpa batas, meski dalam kekurangan dan penderitaan (2 Kor. 8:1-3).

6. Kesetiaan: setia sampai mati, dan sangat erat kaitannya dengan iman, sama seperti kesetiaan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego waktu mengahdapi dapur perapian (Why. 2:10c).

7. Kelemahlembutan: hati yang lembut, mau ditegur, dan tidak mudah tersinggung, sama seperti Yesus yang digambarkan sebagai domba yang kelu, yang hanya diam waktu dicaci, dipukul, dianiaya, bahkan waktu disalib.

8. Penguasaan diri: tahan nafsu yang ditumbuhkan mulai dari hal-hal yang sederhana, sampai menjadi sama seperti Yesus yang telah memiliki penguasaan diri yang matang (Ibr. 4:15).

Ketika kedatangan Yesus yang kedua nanti, Ia mencari buah Roh Kudus dalam hidup kita. Ia tidak mencari pertumbuhan jemaat, atau mencari kehebatan pelayanan kita. Yang Tuhan cari hanyalah buah Roh Kudus, yang adalah karakter Kristus dalam diri kita, sebab barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yoh. 2:6).

 

Oleh : Pdm. Daniel Rudianto

 

Dikutip dari : http://www.gpdilembahdieng.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1244:buah-roh-kudus&catid=43:ringkasan-khotbah&Itemid=160

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here