BUAH ROH KEMURAHAN

0
86

Galatia 5:22; Lukas 6:27-36

Kata “Kemurahan” dalam Galatia 5:22 Yunaninya bisa diartikan sebagai kemurahan, kebaikan, penuh belas kasihan, keutulusan. Kemurahan ini berkaitan dengan praktek kehidupan moral dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.  Kemurahan sebagai buah dari Roh Kudus memiliki makna tidak hanya sekedar memberi sesuatu, tetapi bersedia ikut merasakan apa yang orang lain rasakan, ikut merasakan kesusahan atau kesedihan yang mereka alami dan dengan tindakan yang nyata membantu menyelesaikan pergumulan atau persoalan yang mereka hadapi dan butuhkan.

Arti kata kemurahan sebagai buah dari Roh Kudus ini adalah tindakan yang baik dan benar yang kita lakukan untuk orang lain atau untuk melayani Tuhan dengan motivasi karena kita telah menerima kemurahan (keselamatan) dari Tuhan. Kita dengan penuh sukacita mau berbagi segala berkat yang kita terima agar org lain juga merasakan  dan menerima segala berkat yg Tuhan berikan; dan apa yang diberikan dan dilakukan hanya untuk kemuliaan Allah, sebagai tanda kasih kita kepada Dia yg sudah begitu mengasihi kita.

Orang percaya menghasilkan buah Roh yaitu kemurahan atau memiliki kemurahan dalam hidup, tidak dapat dengan bersandar pada diri sendiri. Kita dapat menghasilkan kemurahan dari buah Roh Kudus, hidup kita harus dikuasai Kristus. Selain itu kita haru meneladani hidup Kristus dan Memiliki hati seperti Kristus. 

  1. Markus 1:40-45

“Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan (1:41)…..”

Di bawah ini kita melihat sebuah teladan konkrit dari Tuhan Yesus mengenai kemurahan hati atau belas kasihan Tuhan sebagaimana yang terdapat dalam Markus 1:40-45. Dalam bagian firman itu menyatakan bahwa ada seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus. Alkitab mengatakan tergeraklah hati-Nya, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan menyembuhkan-Nya. Yesus adalah seorang pribadi yang memiliki kemurahan hati (belas kasihan): Dia melihat,  merasakan pergumulan dan persoalan yang dihadapi seseorang, lalu tergerak dengan belas kasihan, dengan tindakan yang nyata untuk memperhatikan, mengasihi, menolong mereka menyelesaikan pergumulan dan permasalahan hidup mereka.

  1. Matius 9:35-38

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala (9:36); lalu Yesus datang kepada mereka dengan penuh belas kasihan, penuh simpati atau empati kepada mereka, serta menolong mereka untuk menyelesaikan pergumulan dan kebutuhan mereka baik secara fisik maupun jiwa mereka.

 

Jadi, untuk memiliki kemurahan, maka kita harus meneladani Kristus dan memiliki kemurahan hati seperti Kristus yang ketika melihat kebutuhan, pergumulan, penderitaan dan kesedihan dalam hidup seseorang, menjadi tergerak, timbul belas kasihan dan simpati, empati bahkan dengan tindakan nyata dengan membawa kasih dan kemurahan kepada orang lain.

Oleh :  Pdt. Yohanes Chai

Dikutip dari : http://www.gkthosana.org/2017/05/28/buah-roh-kemurahan/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here