Pacaran Kristen VS Pacaran Dunia

0
14

Shaloommm teman-teman ..kali ini mao bahas bagaimana menjaga kekudusan dalam pergaulan juga berpacaran. Saat sekarang ini karena alasan ‘Gaul’ sangat mempengaruhi gaya berpacaran. Pergaulan bebas, seks bebas, pacaran dengan tidak menjaga kekudusan menjadi hal yang sangat biasa dan umum bagi dunia.
Saya percaya, anak-anak pewaris Kerajaan Surga, sangat sadar tentang pentingnya menjaga kekudusan dalam berpacaran dan pergaulan. Bagaimana firman Tuhan tentang hal ini, Kutipan Artikel ini sekedar mengingatkan.

“Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.”
II Tim 2:22

Mana yang lebih masuk akal, Allah menciptakan Adam dan Hawa kemudian oops ; tanpa sengaja mereka bertemu di Taman Eden yang begitu luas dan fall in love in the first sight, kemudian Adam dan Hawa ini menciptakan seks. Atau Allah menciptakan seks sebagai rencana awal-Nya bagi Adam dan Hawa?
Tuhan pasti menciptakan seks sebagai rencana awal karena Allah menciptakan tubuh laki-laki dan perempuan berbeda. Selain itu dengan seks itu juga Allah mewujudkan rencana dan tujuan-Nya yaitu untuk menciptakan manusia baru yang dikuduskan oleh-Nya. (Kej 1: 2.)
Namun sebagian dari anak muda (bahkan remaja kristen) menganggap seks bukanlah untuk “menghasilkan” manusia-manusia baru, tapi sebagai kesenangan atau terkadang sering dikaburkan sebagai luapan kasih sayang. Coba pikirkan apa yang ditakuti oleh remaja yang berhubungan seks di luar pernikahan? Kehamilan! Para cowok takut jika cewek mereka hamil, dan para cewek pun takut hamil. Jadi jelaslah bahwa mereka tidak berhubungan seks untuk meneruskan generasi manusia.

Kita harus ingat bahwa Tuhan-lah yang menciptakan seks dan hanya Tuhan-lah yang paling memahaminya. Tuhan menciptakan seks hanya untuk satu situasi, yaitu PERNIKAHAN, dan seks itu dapat menjadi utuh hanya di dalam pernikahan. Tuhan membuat pernikahan sebagai garis pembatas karena seks terbaik hanya ada dalam konteks pernikahan. Dan seks adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada suami dan istri.
Hubungan seks tidak sedangkal yang kita ketahui, Tuhan menginginkan kita berbahagia dengan pasangan kita dalam konteks yang benar. Keputusan untuk berhubungan seks adalah pilihan. Seorang yang masih perjaka/perawan tidak akan dikucilkan hanya karena dia menjaga dirinya untuk tidak melakukan seks sebelum menikah. Dia dapat mengatakan pada teman-teman yang mengejeknya bahwa dia bisa saja menjadi seperti mereka, kapan pun dia inginkan, namun apakah mereka tidak bisa lagi menjadi seperti dirinya? Jelas hal itu tidak mungkin bukan? Berarti hal ini lebih berharga dari apapun yang pernah mereka alami.
Hubungan seks di luar pernikahan bukanlah suatu kecelakaan karena kita telah memilihnya. Dosa perzinahan tersebut dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan, merusak tubuh kita (karena kita adalah bait Allah yang kudus), merusak karakter kita (menjadi ketakutan, kuatir, merasa bersalah, minder, bahkan kita akan menjadi kecanduan pada seks tersebut). Kita harus menerimanya, mengakui sepenuhnya, dan menyebutnya dosa. Hanya dengan begitulah kita dapat memohon pengampunan Tuhan dan Tuhan yang setia akan mengampuni dosa kita (I Yoh 1:9).

Pernah ada pertanyaan dari seorang perempuan yang sudah jatuh dalam dosa seks, ia mengatakan bahwa ia tau bahwa aborsi itu salah, tapi ia memutuskan untuk melakukannya karena takut pada gunjingan orang, lalu apakah Tuhan akan mengampuninya? Ini adalah pertanyaan yang sulit karena kita tau bahwa Tuhan akan mengampuni setiap orang yang mengakui dosanya. Tapi bagaimana jika dosa tersebut dilakukan dengan sengaja? Roma 6:1-2 mengatakan, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” Jawaban terbaik yang dapat diberikan adalah Tuhan akan mengampuni kapan pun kita menghadap-Nya dan mengakui kesalahan kita, tapi Dia juga menginginkan kita bertumbuh sampai kita mengerti bahwa kita tidak menyalahgunakan pengampuan-Nya.

Dengan demikian, kita sebagai anak-anak Tuhan yang akan masuk dalam masa pacaran (pranikah), wajib menjaga kekudusan masa pacaran (pranikah) kita walaupun harga yang harus dibayar tidak mudah. Dikatakan tidak mudah karena saat ini banyak sekali media yang meng-expose dan membentuk mind-set kita bahwa free seks itu adalah wajar, seperti banyak beredarnya gambar/majalah, situs-situs porno, atau film-film (mulai dari Hollywood , Bollywood, sampai pada anime/ hentai). Iblis menggunakan segala cara untuk mengalihkan hati dan pikiran kita yang sudah dikuduskan Tuhan menjadi berdosa lagi.
Beberapa saran praktis untuk menang melawan godaan-godaan terssebut adalah:

  1. Menjaga hati
    Cara terbaik untuk menjaga hati adalah menjaganya agar terus terhubung dekat dengan Tuhan.
    Amsal 4:20-27: arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.”
  2. Menjaga pikiran
    Jika hati adalah inti terdalam dari manusia, maka pikiran adalah pusat kendalinya. Keduanya saling berhubungan dan saling memperngaruhi. Menjadi anak Tuhan adalah memberikan hati kita dan pikiran kita kepada Tuhan.
    Markus 7:20-23: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.”
    Filipi 4:7-8: “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”
    3. Jagalah tubuhmu
    Matius 26:40-41: Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

    Tekanan untuk berhubungan seks saat ini sangatlah kuat. Kita dapat menetapkan hati dan pikiran kita di jalan yang benar, tapi tubuh kita? Kehendak Tuhan adalah kekudusan kita dan supaya kita menjauhi percabulan (I Tes 4:3-5). Nafsu fisik dan desakan seks sangatlah kuat bagi sebagian orang. Satu-satunya cara untuk menghindarinya yaitu dengan mengakhirinya dengan suara Tuhan dan kebenaran (Rajin membaca Alkitab n Berdoa).
    Tuhan memberkati!

Dikutip dari : https://efratayouth.wordpress.com/2011/07/10/pacaran-kristen-vs-pacaran-dunia/

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here