Muda dan Berhikmat

0
376

Amsal 3 : 13 – 18

 “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian…

Amsal 3 : 13

 

Sahabat Muda, bayangkan ada sebuah pohon di pekarangan kita yang ingin kita tebang. Kita sudah berusaha menebang pohon itu sekuat tenaga sepanjang hari. Akhirnya kita kelelahan, tetapi pohon itu belum tumbang. Apa yang terjadi pada keesokan hari? Mungkin saja kita menjadi malas dan berkata “Ah, sudahlah…” lain halnya dengan sikap yang kedua. Pohon yang sama, tekad yang sama, alasan yang sama, tetapi kita hanya mengayunkan kapak hanya 5 kali dalam satu hari. Nah, bagaimana akhirnya? Apakah pohon itu berhasil ditebang? Benar, kita tidak tahu kapan pohon itu akan selesai ditebang, tetapi pada akhirnya ia pasti tumbang.

 

Sahabat Muda, dalam menghadapi suatu permasalahan, kekuatan dan semangat saja tidak selalu cukup. Kita membutuhkan kepandaian dan kecerdikan dalam memilih solusi. Amsal menyanjung orang bijak. Dalam Bahasa ibrani “Chokmah” memiliki arti tidak hanya hikmat tetapi juga bijak, cakap, pandai, ulung, dan penuh dengan akal. Jadi jangan bayangkan orang bijak seperti orang tua yang sering memberikan petunjuk dan petuah, sebaliknya ia adalah orang yang memiliki wawasan luas, cerdas, bahkan penuh dengan perhitungan dan solusi. Namun, perhatikan juga Amsal memakai kata “Mendapat” yang memiliki nuansa ilahi, artinya adalah hikmat itu adalah pemberian Tuhan.

 

Sahabat Muda, apakah orang muda dapat berhikmat? Kadang kita berasumsi bahwa orang muda kuat dan bertenaga tetapi tidak berhikmat. Itu adalah jawaban yang keliru! Karena orang muda pun bisa menjadi orang yang penuh hikmat, bijak, cakap, dan pandai.

 

Sahabat Muda, hikmat tidak mengenal umur, tetapi dia mengenal Tuhan. Oleh karena itu mintalah dan galilah pengetahuan karena hikmat, bijaksana, dan pengetahuan berdiri Bersama.

 

Dikutip dari : http://rprinspiratif.blogspot.com/2017/05/muda-dan-berhimat.html

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here