Menghadapi Kegagalan

0
13

Mazmur 144 : 14

Banyak orang mengatakan bahwa sebuah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Mungkin tampaknya benar demikian, namun tetap saja dalam kenyataannya orang tidak menyukai ”penundaan”. Jika dapat berhasil hari ini mengapa harus menunggu lebih lama?

Kita melihat ada orang yang berhasil dan ada pula yang gagal. Lalu apakah yang membedakan keduanya? Pesan gembala minggu ini memperlihatkan kepada kita, bahwa sikap kita yang akhirnya akan menentukan keberhasilan kita ke depan. Kita jangan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama lagi untuk sebuah keberhasilan.

Ucapkan: “Saya tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan”

Bagaimanakah kita bersikap dalam menghadapi kegagalan ? Ada 3 sikap penting, yaitu :

I. MENGAKUI KEGAGALAN (Mazmur 51:3-5)

Tidak mudah bagi seseorang mengakui kesalahan dan kegagalannya. Setiap orang tidak ingin ditolak dan dikucilkan dari pergaulan dan lingkungannya, sehingga ia akan berusaha untuk membenarkan dirinya daripada mengakui kegagalannya. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi barangsiapa mengakui pelanggarannya dan meninggalkannya akan disayangi (Amsal 28:13)

Ketika kita merasa gagal, salah dan tidak sanggup.. ternyata masih ada Tuhan yang memberikan jalan keluar bagi kita (Mazmur 51:8) . Ia akan memulihkan keadaan kita asal kita mau mengakui kegagalan dan kesalahan yang telah dilakukan (I Yohanes 1:9)

Bagaimana cara Saudara mengakui kegagalan / kesalahan?

Illustrasi: Kisah anak yang hilang yang kemudian ia menyadari kesalahannya dan memilih untuk kembali kepada bapanya, sehingga dipulihkan (Lukas 15:11-32)

Ucapkan: “Saya belajar mengakui kegagalan/kesalahan”

II. MEMETIK SEBUAH PELAJARAN (Yesaya 26:9-10)

Banyak hal yang menyebabakan kita gagal. Bisa karena tidak melibatkan Tuhan atau sebab yang lain. Apabila hal itu terjadi, Tuhan akan memakai banyak hal agar kita dapat belajar ”sesuatu” yang bermakna untuk kehidupan kita yang lebih baik. Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia (Roma 8:28)

Pengalaman merupakan GURU (PENGAJAR) yang TERBAIK. Artinya melalui pengalaman yang buruk sekalipun dapat menjadi pelajaran yang bermanfaat.

Bagaimana Saudara memetik sebuah pelajaran melalui keadaan yang buruk?

Illustrasi: Raja Salomo memperhatikan dan menarik sebuah pelajaran dari seorang yang bermalas-malasan, ia mengalami kemiskinan, kekurangan dan kegagalan (Amsal 24:30-34)

Ucapkan: “Saya belajar memetik sebuah pelajaran terbaik”

III. MEMOTIVASI DIRI (Titus 3:14)

Kegagalan dan kesalahan yang terjadi dapat mengakibatkan seseorang putus asa dan menyerah. Seorang pecundang akan melihat kegagalan sebagai batu sandungan, tetapi seorang yang sukses akan menggunakan kegagalan itu sebagai batu loncatan untuk mendorong dirinya maju, tidak menyerah, tidak menoleh ke belakang dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.

Alkitab menuliskan kisah hidup orang-orang yang pernah putus asa, tawar hati yang kemudian menjadi sukses dan diberkati Tuhan (Yakub, Gideon, Musa, Yosua, Yeremia, dll)
Bagaimana Saudara dapat memotivasi diri untuk tetap maju?

Ucapkan: “Saya belajar memotivasi diri untuk maju”

KESIMPULAN: Keberhasilan adalah janji Tuhan bagi kita. Jangan takut untuk mengakui kegagalan bila itu terjadi, namun dari kegagalan tersebut kita harus dapat memetik sebuah pelajaran berharga yaitu tidak melakukan kesalahan yang sama dan terus memotivasi diri untuk maju.

Dikutip dari : http://kristenprotestanrenungan.blogspot.com/2013/08/menghadapi-kegagalan-mazmur-14414.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here