“Supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (1 Korintus 1:29). Kehidupan manusia terikat dengan banyak hal sehingga membuat kapasitas manusia itu menjadi terbatas dan manusia menderita.
Namun sesungguhnya Ada suatu kehidupan dimana manusia dapat melepaskan dirinya dari banyak hal yang mengikatnya dari pikiran yang selama ber tahun-tahun ditanamkan oleh dunia.
Bagaimana membebaskan diri kita dari semua itu ? :
Pertama, kita harus berani menyangkal diri kita dan berdiri dihadapan Tuhan dengan “NOTHING”.
Ketika kita mengenali diri kita maka kita akan menemukan siapa diri kita sesungguhnya? Bahwa bukankah kita hanya sebutir debu? Bahkan kita lebih kecil dari debu. Kita ini KOSONG.
Ada suatu masa dimana kita belum ada saat dunia diciptakan dan dunia ini diciptakan dari kekosongan. Dari kekosongan Dia menciptakan tanah atau debu dan dari debu ini Dia menciptakan kita. Yang menjadi pertanyaan, mengapa manusia sering meninggikan dirinya?.Apa yang harus kita banggakan?.
Seharusnya kita tertunduk dan merendahkan diri kita karna kita ini kosong, dan berdiri dihadapan Tuhan dengan hati yang hancur dan selalu mengingat darimana kita berasal. Ingat kita manusia lebih rendah dari kekosongan sebab kosong itu tidak berdosa.
Sedangkan manusia itu berdosa “kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kej. 6:5). Sebab itu tidak ada alasan bagi manusia untuk memegahkan diri dan sombong.
Kedua, kita harus selalu menyadari siapa diri kita dan Siapa Tuhan, dengan kata lain kita harus tahu diri dihadapan Tuhan.
Jika kita ada menemukan sesuatu yang baik dalam diri kita, tentulah itu bukan karena kita tetapi itu karena Tuhan. HanyaTuhanlah yang baik (Mat. 19:17).
TUHAN ITU BAIK, Bahkan DIA itu ya..kebaikan itu sendiri. Tanpa Tuhan kita tidak ada apa-apanya dan tidak bisa berbuat apa-apa (Yoh. 15:5), jadi sebagai mahluk ciptaan Tuhan kita harus tahu diri dan jangan pernah mencuri kemuliaan-Nya. Di sisi yang lain, jika kita menemukan ada hal yang jahat dalam diri kita, maka kita pun harus sadar bahwa itulah diri manusia sebab sejatinya tidak ada yang jahat yang berasal dari Tuhan.
Sifat Tuhan tidak ada satupun yang jahat.Itulah sebabnya PENYANGKALAN DIRI merupakan perkara yang penting dalam hubungan kita dengan Tuhan. Jadi jika kita merenungkan tentang Penyangkaan diri harusnya kita memahami bahwa PENYANGKALAN DIRI adalah proses PENYADARAN bahwa kita sesungguhnya tidak berarti, tidak berharga (Gal. 6:3).
TUHANlah yang memberi keberartian atas hidup kita karena kemurahan hati dan kebaikan-Nya. [Sumber : R.A.B – Pdt. Selnop Padang, S.St.Pi/Foto : Ilustrasi].
Kesombongan dan mengandalkan diri sendiri membawa kita kepada kefasikan
Oleh : Pdt. Selnop Padang, S.St.Pi
Dikutip dari : http://www.beritabethel.com/artikel/detail/1024
















