6:22 pm - Monday December 18, 2017

Pulih atau Tumbuh

garamdunia.com

I. PERBEDAAN PULIH DAN TUMBUH

  1. Tumbuh itu hanya bisa di jalan sempit, dalam kesucian. Pulih itu baru terjadi sesudah keluar dari jalan lebar kembali ke jalan sempit (= bertobat), tetapi sesudah itu pertumbuhan selanjutnya tidak semudah seperti merekayang tetap tinggal di jalan sempit.
  2. Ukuran penuh
    Orang yang ingin pulih 100% hampir2 tidak ada yang berhasil, biasanya hanya pulih di bawah 50%, apalagi dalam hal rencana Allah bagi dirinya, biasanya ia tidak bisa kembali seperti semula.
    Orang yang hidup dalam kesucian itu seperti orang sakit, tetapi yang pulih itu seperti sembuh dari penyakit. Tidak semua penyakit dan organ waktu sembuh bisa kembali seperti semula. Banyak sel2 tubuh kalau rusak, tidak bisa pulih kembali seperti sel2 otak, sumsum, ginjal, liver dll, sebab itu jauh lebih untung kalau tetap sehat daripada sembuh.
  3. Makin besar dan matang dosanya, makin sulit pulihnya.
    Lebih tinggi rohaninya, lebih banyak ia menerima dari Tuhan, ia dituntut lebih banyak; sedikit salah, kerusakannya sudah banyak. Musa salah bicara satu kali di air Meriba (Ul 32:51) akibatnya besar sekali, ia batal masuk Kanaan padahal itu tujuan Musa mengeluarkan Israel dari Mesir. Orang Israel yang melawan Allah, (Bil 14:22) baru batal masuk Kanaan sesudah 10 kali berontak melawan Allah, Musa hanya salah satu kali dan dosanyalebih kecil. Selain itu orang Israel sekalipun sudah 10x bersalah, hukumannya juga masih lama, baru sesudah 40 tahun semuanya binasa, sedikit demi sedikit. Saul sendiri baru sesudah 38 tahun 1Sam 13:1,13(ia memerintah selama 40 tahun), baru akhirnya ia binasa total dan masuk Neraka karena membunuh dirinya sendiri.
    Untuk dipulihkan kembali seperti semula itu sangat sulit, rencana Allah baginya banyak mengalami kerusakan dan hampir2 tidak mungkin pulih kembali 100% hanya sebagian saja. Memang dalam Hujan-akhir, dijanjikan pemulihan sampai penuh Yoel 2:25, tetapi itu dalam Minggu ke-70 Daniel, harus bertobat kembali dengan sungguh2 100%. Kalau bertobatnya main2, bukan dipulihkan penuh tetapi bisa mati di tempat seperti Ananias dan Safira Kis 5. Sebab itu kalau seorang main2 dalam dosa lalu harap pulih waktu Hujan-akhir, lebih banyak kemungkinannya untuk mati di tempat sebab orang yang suka main2, bercabang hatinya, mendua, biasanya tetap begitu,tidak bisa sungguh2, tidak bisa bertobat penuh, sebab ini sudah menjadi pilihannya terus menerus begitu, tidak pernah mau sungguh2 bertobat untuk seterusnya. Orang yang mabuk dalam kesukaan dosa, sulit bertobat, lebih mudah mabuk terus sampai binasa.
    Memang zaman sekarang orang yang sungguh2 bertobat 100% dan yang 50%, biasanya tidak kentara bedanya apalagi kalau pintar alasan dan pura2, dikira bertobat penuh 100% padahal hatinya masih terus bercabang dan mendua; waktu Tuhan datang, ia tertinggal atau mati dalam dosa. Jangan main2 dengan Tuhan, semua tampak jelas dan tepat sebab Allah tahu dengan tepat isi hati kita Ibr 4:13. Orang2 yang pura2 atau main2 itu celaka, tidak ada untungnya di hadapan Tuhan.
  4. Waktu
    Waktu untuk pertumbuhan itu bisa dimulai sekarang, dari permulaan lahir baru diharapkan bisa terus bertumbuh di jalan sempit.
    Pemulihan
    itu tidak bisa mulai sekarang, atau se-waktu2, harusmenunggu orang itu keluar dari jalan lebar, sungguh2 bertobat, baru bisa dipulihkan.
  5. Penderitaan
    Orang yang tumbuh imannya, kalau menderita karena Tuhan itu justru menambah kemuliaan dan pahalanya Rom 8:17. Tetapi orang yang dipulihkan itu seringkali menderita karena dosa2nya dan semua penderitaannya itu kalau sudah rampung,hanya membawa keselamatan, atau keselamatannya dipulihkan, kalau ia tahan menderita, lebih2 dalam zaman Antikris.
  6. Hasilnya
    Orang yang tumbuh itu langsung tumbuh dalam tingkatan rohani yang makin seperti Kristus dan itu juga menjadi ukuran kemuliaannya untuk kekal. Tetapi orang yang dipulihkan, hasilnya hanya sekedar selamat, kembali dalam keselamatannya 1Kor 3:15. Ingat anak terhilang yang kembali, ia selamat. Kalau tidak kembali ia akan binasa dimana saja. Memang Tuhan ituselalu ingin orang2 yang jatuh itu bertobat dan kembali dalam keselamatannya dan dipulihkan se-bisa2nya.1Pet 3:9. Buluh berasappun tidak dipadamkan Mat 12:20. Anak terhilang diharapkan pulang dan kalau bisa sesudah bertobat pulih se-tinggi2nya.
  7. Kesempatan sekarang
    Orang yang tumbuh itu memakai semua kesempatan yang ada, baik sekarang, sampai mati. Ia tumbuh dan mengkumpulkan pahala untuk kekal. Orang yang dipulihkan itu me-nyia2kan kesempatan yang sekarang, hidupnya sia2 menuruti daging dan hawa nafsunya belaka. Sungguh ornag yang selalu ingin dipulihkan itu hidupnya sia2.
  8. Fasilitas ilahi
    Orang yang tumbuh mempunyai banyak fasilitas ilahi, bahkan limpah atau lengkap, Roh Kudus akan menambahi terus, baik kuasa, hikmat, karunia2 Roh, kebenaran Firman Tuhan dll. Tetapi orang yang perlu dipulihkan itu tidak punya apa2,semua habis dirampas iblis, dunia dan dosa2nya. Ia hanya mahir dalam perkara2 dosa.
  9. Yang wajar
    Pertumbuhan
    itu hidup Kristen yang normal, wajar dan ini yang dikehendaki Tuhan, seperti anak yang sehat tumbuh dengan baik, itu wajar. Tetapi pemulihan itu tidak wajar. Orang tidak mau selalu sembuh, itu berarti sakit2an terus, jangan2 satu kali mati rohani dan binasa. Pulih itu tidak sehat, itu rugi, hidup sia2. Jangan sampai ingin dipulihkan terus, sebab terus menurut daging dalam dosa.

II. MENGAPA ADA ORANG LEBIH SUKA PEMULIHAN DARIPADA TUMBUH?

Sebab:

  1. Tidak mengerti Mrk 12:24, begitu besar celaka dan ruginya pemulihan, bahkan tidak bisa kembali seperti semula dan itu pengaruhnya sampai kekal. Misalnya Saul, Esau Ibr 12:17.
  2. Trend umum. Lebih banyak nyanyian tentang pemulihan daripada pertumbuhan (yang hampir2 tidak ada/ jarang). Apalagi kalau orang salah mengerti tentang nyanyian: “Tuhan selalu ampuni dan lupakan yang salah”, atau “putih dan bersih seperti salju, habis diampuni”.
    Nyanyian2 ini lain akibatnya dalam rencana Allah bagi orang2 beriman (rohani) yang berdosa itu, hancur semua dan akibatnya untuk kekal. Jangan tersesat dalam trend yang salah, pulih itu seperti sembuh, dan kalau sakitnya itukanker, habis dioperasi dan dibuang semua benjolan2 kanker, pulih, itu tidak bisa penuh dan biasanya lebih lekas mati, kalau bisa hidup 5 tahun lagi itu sudah untung segunung!
  3. Banyak contoh2, juga dari pimpinan bahwa dosa sedikit2 itu tidak apa2, ini menyesatkan, tahu2 sudah terjerat dalam dosa, terikat erat2 dan itu berarti sudah besar dosanya tinggal tunggu matinya. Mungkin masih bisa bertobat dan dipulihkan, tetapi sulit!
    Orang benar
    itu sikapnya adalah mencegah tidak sampai berdosa Maz 119:11 dan tidak menreservekan pemulihan, maka dengan demikian rohaninya bisa tumbuh. Tumbuh atau binasa, pulih itu kemungkinannya makin lama makin kecil, jangan lupa perbandingan orang2 Israel (Halaman) dan Musa (dekat Tirai).
    Coba Daud tidak berzina dengan Betsyeba, mungkin Daud bisa seperti Henokh atau Elia sebab Tuhan sangat berkenan pada Daud. Sebab Daud berzina, semua rencana Allah yang gilang gemilang itu rusak dan hancur. Dosa itu merusakkan banyak perkara yang baik dan indah2 Pkh 9:18. Jangan cepat2 atau mudah berbuat dosa, itu orang bodoh. Orang yang bijak itu sulit berdosa, sekalipun dalam pikiran, ia terus menjaga kesucian sampai batin Maz 51:8.
  4. Orang yang lebih heran dipakai Tuhan, lebih sulit pulih, bahkan kalau berdosa, rusaknya lebih banyak. Misalnya Simson, rusak total. Tuhan sanggup mengembalikan mata Simson tetapi itu tidak dilakukan meskipun pada akhirnya ia bertobat sungguh2, Simson tidak dipulihkan, dibiarkan hancur, rusak dan merana sampai mati. Tuhan adil bukan jahat, nasib ini dipilih Simson sendiri, sebab terus berbuat cabul, mendua hatinya dengan perkara2 perzinaan supaya 4x ia mempermainkan Roh Kudus. Ber-kali2 ia berzina di mana2, tetap tidak bertobat, akhirnya dengan Delila sampai 3x Roh Kudus masih menolong Simson dalam kenajisannya, tetapi pada waktu ke-4 kalinya, itu sudah melebihi batas! Orang yang menuruti daging, lupa daratan, mabuk, tahu2 sudah melebihi batas dan binasa.
    Niniwe
    bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan, karena bertobat sungguh2, sampai puasa 3 hari termasuk binatang2nya, sebab itu Tuhan batalkan 100% hukumannya, mereka tidak sampai rusak.Juga raja Nebukadnesar. Tetapi ini bukan ukuran bagi orang2 beriman yang sudah disucikan, kalau orang beriman berdosa, apalagi ber-ulang2 seperti Simson, akhirnya Tuhan mengajar dengan keras 2Pet 2:22. Sebetulnya Zedekia dkk masih bisa bertobat pada waktu disembelih oleh raja Babil, kalau mereka bertobat, itu seperti menerusi api, tidak ada pemulihan, sekedar selamat 1Kor 3:15.

III. MENJAGA DAN MEMELIHARA HATI Ams 4:23

Kita harus menjaga hati yang di dalam (tidak kelihatan) dan perbuatan yang di luar (kelihatan) Mat 23:26, sebab kalau luarnya kotor itu bisa menjadi batu sontohan (iblis senang, Tuhan susah). Tetapi jangan hanya memelihara luarnya, hatinya dibiarkan kotor, itu munafik seperti orang Parisi Mat 23. Sebab itu dalam dan luar harus dibersihkan Yak 4:7-8.

Hati itu pusatnya hidup, harus dijaga baik2, sebab selain melihat perbuatan yang di luar, Tuhan melihat hati kita, bahkan ini yang utama, sebab ini sumbernya dan asli, tidak pura2

Dalam Terj. Baru: Jaga hatimu; Terj. Lama: Pelihara.

Keduanya betul, Tuhan mengharapkan kita menjaga dan memelihara supaya bersih, suci dan mutunya terus tumbuh sampai akhirnya menjadi seperti Kristus.

A. MENJAGA

  1. Dari luar manusia, yaitu semua yang masuk ke dalam hati, baik yang lewat mata, lewattelinga, perasaan dan dari panah berapi si iblis Ef 6:17. Kalau kita tahu bahwa yang masuk itu dosa, harus langsung dibuang Ef 4:27 atau langsung lari daripadanya. Ams 22:3. Jangan biarkan dosa tinggal di dalam hati, ia akan tumbuh Ams 6:27-28. Semua yang akan masuk ke dalam hati harus disaring dan yang melawan Firman Tuhan harus dibuang, termasuk panah berapi dari iblis, pikiran2 dosa yang muncul dalam hati kita yang berasal dari si iblis.
  2. Dari dalam manusia sendiri. Dalam Kerajaan 1000 tahun tidak ada iblis dkk tetapi manusia tetap bisa berdosa, baru dengan tongkat besi dosa bisa ditekan sampai praktis tidak ada lagi orang yang berani berbuat dosa.
    Manusia itu daging jua Maz 78:39. Kalau daging tidak dikatargeo, yaitu dimatikan terus menerus Rom 6:6, Luk 9:23, maka daging akan terus memproduksi dosa dari dirinya sendiri, sebab daging itu pabrik dosa. Sebab itu semua yang jahat, dari luar dan dari dalam harus dibersihkan, supaya hati kita tetap terjaga bersih.
  3. Dengan pertolongan Roh Kudus dan Firman Tuhan. Kalau dari manusia sendiri mau menjadi bersih, jadi orang baik, itu dihadapan Tuhan sia2 Yes 64:6 hasilnya hanya seperti kain gombal, sebab manusia itu hamba dosa, condong pada dosa dan suka yang gelap. Sebab itu Tuhan Yesus berkata tidak ada orang baik Luk 18:19. Harus lahir baru, baru bisa menjadi baik dan semua yang baik benihnya sudah ada di dalam kita oleh kelahiran baru. Roh Kudus akan menolong kita menunjukkan mana2 yang salah bahkan juga yang netral tetapi akan menjadi dosa. 1Pet1:2
    Juga Firman Tuhan menyucikan kita Maz 119:11 dari dosa dan calon2 dosa, sehingga kita bisa menjadi bersih yang betul2 bersih di hadapan Tuhan.
    Juga nasehat saudara2 seiman bisa membuang balok2 dosa dari hidup kitadengan cepat bahkan sampai serbuk2 yang kecil (selumbar) juga bisa dibersihkan dengan saling menasehati dengan Mat 7:2-5.

B. MEMELIHARA

Supaya tumbuh menjadi hati yang seperti Kristus. Sebab itu perlu ditumbuhkan dengan Firman Tuhan sehingga makin mengerti rahasia Allah yang lebih dalam, makin dalam sampai Ruangan Maha Suci.

Perasaan kita disucikan, ukuran kita (yang betul dan salah) ditera atau dicocokkan dengan Firman Tuhan sehingga kerinduan kita bukan lagi dari diri kita sendiri, tetapi berasal dari Roh Kudus Pil 2:13. Kita harus punya hati yang seperti Kristus, sehingga keinginan kita bukan lagi dari diri kita tetapi dari Kristus, sebab Allah yang mengerjakan kehendakNya di dalam hati kita. Pil 1:21. Ini yang akan meningkatkan rohani kita. Mula2 dijaga bersih (Halaman) lalu meningkat terus sampai dalam Ruangan Suci sampai tembus Tirai dan menjadi sempurna! Semua ini dimulai dari dalam hati, sebab hati itu motor dari kehidupan kita. Pahala Allah itujuga sesuai dengan perbuatan yang cocok dengan hati kita. Sebab itu pelihara kesucian dari Tuhan sampai dalam hati dan pikiran kita. Jangan hanya yang diluar atau menurut ukuran manusiawi.Kalau kita menjaga hati kita dalam kesucian dan terus melakukan kehendak Tuhan, maka kita akan terus tumbuh dalam hidup yang baru dan limpah berbuah sampai akhirnya menjadi seperti Kristus, tidak perlu pemulihan2. Kita bebas dari langkah2 pemulihan, tetapi ber-sama2 Tuhan tumbuh terus dalam rencana Allah yang indah dan sempurna. Terus sehat rohani dan tumbuh dan sampai dimana kita tumbuh dalam dunia ini, itu menjadi ukuran kemuliaan kita dalam Surga untuk kekal.

IV. KESIMPULAN

Jangan meringankan dosa, sekalipun dosa kecil dalam pikiran, itu memutuskan hubungan dengan Allah Yes 59:2 dan orang yang ingin melakukan dosa,  itu berdosa dalam pikirannya. Kalau pikiran jahat ini tidak langsung dibuang, maka dosa ini akan tumbuh cepat Ams 6:26-27.Orang seperti ini bisa langsung masuk jerat dan tipu daya setan sehingga melakukan perbuatan dosa, dan karena ingin, cinta dosa, maka dorongan hawa nafsu ini menjerumuskannya dalam dosa yang makin besar dengan cepat. Ini rugi, celaka dan binasa!

Ada seorang gadis Kristen, akrab dengan pemuda2 lain, tiba2 hamil. Berdosa hanya satu kali, sebentar, sembunyi2 dengan ketakutan, tetapi untuk pemulihan sampai ber-tahun2 masih belum beres, lebih2 sebab orangtuanya tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan, sehingga kasusnya makin ruwet. Belum lagi anak yang lahir, anak siapa? Dari luar seperti gadis, tetapi dalam hatinya penuh penderitaan yang pahit. Mencuri kesukaan sex hanya beberapa menit, pemulihannya sampai ber-tahun2 belum selesai. Bahkan Amnon juga sukacitanya sebentar, tetapi sambungannya 2 tahun hatinya kacau dan gelisah akhirnya mati kena pedang Absalom 2Sam 13.

Jangan pikirkan pemulihan kecuali kalau sudah terlanjur berdosa, sebab tidak ada jalan lain daripada bertobat dan mencari pemulihan se-bisa2nya.Sebab itu setialah di jalan sempit dengan hati yang tulus (bukan bercabang pada daging, dunia dan setan, jangan mendua, orang bercabang hati harus bertobat Yak 4:8), supaya bisa tumbuh terus dalam jalan sempit seumur hidup. Waktu berdosa, apalagi hidup dalam dosa, rohaninyatidak bisa tumbuh, bahkan cepat merosot, turun, rusak dan hancur! Tumbuhlah dalam jalan sempit dipimpin Roh, jangan dipimpin daging!

Ditulis oleh Pdt. Jusuf B.S.

Disalin tanpa perubahan dari www.tulang-elisa.org pada tanggal 28-09-2011

Filed in: Kotbah, Santapan Rohani

No comments yet.

Leave a Reply