6:54 am - Tuesday August 14, 2018

Siapa Yang Untung: Yang Mengampuni atau Yang Diampuni?

garamdunia.com

I. MENGAMPUNI ATAU MEMBALAS Rom 12:19

Dunia ini makin lama makin penuh dengan segala dosa dan kejahatan. Orang dosa dan jahat makin ber-tambah2 di mana2 dan juga jumlah manusia makin banyak, apalagi di kota2 besar.

Setiap hari ada saja orang2 yang dengan sengaja atau tidak sengaja menyakiti hati kita, merugikan, menghina, menipu, memperlakukan tidak baik dll. Selalu ada orang2 semacam ini yang kita jumpai dan setiap hari kadang2 ber-kali2. Apalagi kalau kita sendiri salah atau menjadi sumber kesalahan, lebih banyak lagi perlakuan yang tidak enak yang kita terima, tetapi ini sebab salah sendiri, sebab itu harus mengakui kesalahannya, minta maaf dan membereskannya.

Pencobaan seperti ini banyak kita dapatkan dalam dunia kita ini,sekalipun kita hidup benar dan tidak salah. Ini bisa terjadidi rumah sendiri, di sekolah, di tempat kerja, di jalan, di mana2 saja, biasanya selalu ada kemungkinan seperti ini. Sedangkan presiden juga di demo, diberi kata2 yang bisa membuat hati panas dll, apalagi orang biasa.

Tetapi orang beriman harus menang dalam pencobaan ini (kalau orangnya sendiri bersalah, harus bertobat dari dosanya, jangan melawan, sebab melawan yang benar itu dosa, karena itu melawan kebenaran dan hukum2 Allah).

II. SIKAP DAN REAKSI KITA

Bagaimana sikap kita kalau dijahati orang lain, apakah kita mengampuni atau membalas?

Pikiran manusiawi. Seringkali orang berpikir untuk membalas setimpal atau memberi hajaran. Kalau diganggu orang, lalu didiamkan atau diampuni, lain kali bisa diganggu lagi, bahkan terus menerus, makin lama makin di-injak2. Kalau satu kali dirugikan sudah sakit dan rugi, apalagi kalau ber-ulang2. Orang2 itu dengan seenaknya, menekan ber-ulang2 dan semaunya sendiri, pasti kitarugi dan celaka, lama2 hancur semua sebab di-injak2 terus. Dengan kata lain kalau kitatinggal diam, rugi, makin celaka, harus dibalas dan diberi pelajaran, meskipun orang itu lebih kuat dan lebih tinggi kedudukannya. Ini pikiran duniawi. Kalau diam saja, apalagi mengampuni, akibatnya bisa makin celaka dan akhirnya habis sama sekali.

Pikiran ilahi. Menurut Firman Tuhan, kalau kita mengampuni karena Kristus, dengan tulus sampai dalam hati, kita tidak akan hancur dan binasa, justru diperkenan Tuhan; Tuhan akan mengatur semuanya bagi kita untuk menjadi kebaikan, keuntungan dan indah untuk kekal.

Memang pikiran ilahi atau janji2 Tuhan itu sulit dimengerti secara akal. Mengampuni itu pahit, celaka dan rugi menurut akal, tetapi mengampuni karena Kristus itu manis dan untung besar sampai kekal.

III. CONTOH DAN BUKTI

  1. DAUD DAN SAUL
    Daud penuh pengampunan, tidak membalas sekalipun bisa dan ada kesempatan, sebab itu iadiberkati Tuhan sehingga menjadi besar, untung, sukacita dan indah untuk abadi. Saul yang penuh dengan iri, benci, dendam dan terang2an mau membunuh Daud, akhirnya menjadi pahit dan celaka hidupnya dan juga hancur sampai matinyapun sangat mengenaskan. Kalau kita mau mengampuni dengan tulus, karena Tuhan, karena taat akan Firman Tuhan, maka kita akan keberkatan sesuai dengan janji Tuhan, seperti Daud, Yusuf, Daniel, Petrus, Paulus dan sangat banyak orang lainnya. Semua ini orang2 yang mau menderita karena mengampuni.
    Jangan pakai pikiran manusiawi tetapi taat akan Firman Tuhan, ampuni bahkan mintakan berkat bagi orang yang menjahati!
    Beri mereka makan, minum dan tolong Rom 12:20, jangan membalas, lakukan dengan tulus.
    Tentu kita juga harus cerdik seperti ular tetapi tetap tulus seperti merpati. Kalau bodoh, dimakan orang2 jahat itu. Orang bodoh bisa binasa karena kebodohannya Ams 10:20, bukan karena tidak taat, bahkan meskipun taat, tetapi karena bodoh, menjadi rugi dan celaka bahkan binasa! Jangan bodoh, harus cerdik tetapi tetap taat akan Firman Tuhan.
    Ampuni bahkan mintakan berkat Mat 5:44, Rom 12:14,20
    Kalau orang itu tetap jahat dan tidak bertobat, itu ada batasnya. Kalau sampai melebihi batas, Tuhan akan bertindak bahkan menghukumnya sangat dahsyat bahkan bisa langsung mati dan binasa sampai di Neraka. Tetapi menghukum itu bukan bagian atau urusan kita, itu bagian Tuhan; bagian kita mengampuni dengan tulus.Jalan orang beriman adalah mengampuni bukan membalas sebab jalan Tuhan dengan kasih dan kasih itu mengampuni.
    Jalan orang berdosa
    adalah benci, dendam dan membalas itu khas cara  iblis yang memang adalah pembunuh dan penuh dengan kebencian dan dendam Yoh 8:44. Ini jalan iblis, cara iblis.
    Perbedaannya
    .Kita harus mengerti perbedaan ini dengan jelas, sebab ini termasuk dalam pencobaan setiap hari (jangan lupa kalau kita menderita karena berbuat salah, itu bukan salib tetapi akibat atauhajaran karena dosa atau kesalahan yang kita lakukan dan kita harus mengakui serta membereskannya, jangan keras hati atau bahkan melawan!).
    Semua orang sering mengalami hal2 seperti ini,
    mulai dari Adam Hawa dan Kain Habil dll.
  2. KAIN DAN HABIL
    Kain begitu jahat kepada Habil, sebab ia iri yang kemudian menjadi kebencian, lalu akhirnya menjadi pembunuhan. Waktu itu tidak ada polisi, tidak ada yang menangkap, mengadili dan menghukum, Kain bebas, tetapi ia tetap menderita, gelisah, pahit dan tersiksa lahir batin.Habil bersukacita di Surga sampai sekarang dan se-lama2nya tetapi Kain terus tersiksa di Neraka untuk kekal. Mengapa? Sebab Habil penuh pengampunan. Kain sebaliknya,sekalipun Habil tidak bersalah, Kain berbuat jahat dengan menyakiti Habil terus sampai ia membunuhnya.
    Jangan mengambil jalan iblis, itu jalan lebar menuju Neraka. Mungkin orang itu puas sebab bisa membalas, tetapi kepuasan manusia hanya sebentar lalu selanjutnya ia akan penuh kepahitan dan tersiksa dalam ketakutan akan akibatnya, sebab Allah pasti menghakiminya.
    Tetapi kalau kita mengampuni, itu jalan Allah, jalan sempit jalan ke Surga, juga hatinya tetap sejahtera seperti Surga.
    Kalau kita mengampuni
    dengan tulus, kasih Allah akan terus tumbuh dalam hati kita dan Tuhan juga akan menjaga dan memelihara kita dari segala kejahatan mereka (sebab itu kita harus terus dipimpin RohNya). Kalau kita hidup dalam kesucian (tidak bereaksi dosa) maka  Allah bekerja didalam hati, pasti untung, sukacita dan puas dengan sesungguhnyasebab Allah tidak pernah gagal atau rugi.
    Kalau seorang menuruti kebencian,
    itu jalan sipembunuh, jalan si iblis dan iblis ada di dalamnya. Sekalipun ia orang Kristen dan pelayan Tuhan, kalau benci, itu tandanya ada iblis dalam hatinya dan itu berarti ada Neraka menyala di dalamnya, sampai satu kali kelak ia masuk dalam Neraka yang betul, untuk kekal, kecuali ia bertobat.
    Jangan ikut jalan setan, membalas, benci, dendam, pura2 dst, tetapi ikutlah jalan Tuhan yaitu jalan kasih limpah dengan pengampunan (tetapi tetap cerdik, jangan binasa karena kebodohan) maka hidup ini akan diberkati Tuhan.
    Iblis
    tidak pernah memberkati orang2 yang dipaksa untuk mau taat menuruti hawa nafsunya, setan hanya mempunyai kutuk dan Neraka, tidak punya berkat, tidak punya Surga!
  3. YAKUB DAN LABAN
    Dari permulaan Laban sudah menipu Jacob, janjinya Rachel diberi Lea dengan alasan yang di-buat2. Yakub tidak sakit hati tetapi memaafkan. Juga ditipu 10 kali oleh Laban, upahnya di-ubah2. Orang yang kena tipu terus akhirnya akan habis dan binasa, tetapi ternyata Yakub (yang disertai Allah) tidak! Yakub bertambah besar dan keberkatan sebab Tuhan yang memberkatinya. Laban sekeluarga yang sekongkol menipu Yakub, semua menjadi pahit dan tidak ada sejahtera, marah, iri, benci, dendam dan makin tersiksa hidupnya.
  4. YUSUF DAN SAUDARA2NYA
    Ia dimusuhi, dijahati, ditekan habis2an sampai dipukul dan mau dibunuh. Akhirnya batal karena Simeon, lalu dilempar kedalam sumur. Tiba2 ada kafilah lewat Jusuf dijual menjadi budak.  10 saudara Yakub yangmenuruti iri dan benci mereka puas sebab berhasil “membunuh” Jusuf tetapi tidak dengan tangannya sendiri, dengan tangan orang Ismail, bahkan mereka mendapat uang 20 syikal. Menjadi budak itu berarti tidak ada lagi masa depannya. Se-waktu2 bisa mati hanya oleh sedikit kemarahan tuannya.   Tetapi bagaimana hasilnya? Ternyata mereka yang melarat, tersiksa dan menderita, terus tertuduh. Waktu ada malapetaka datang, mereka langsung ingat dosanya, misalnya waktu ditangkap di Mesir. Tetapi Yusuf naik se-tinggi2nya dan orang2 yang menjahati datang menghadap dan sujud menyembahnya. Justru yang dibenci, ditekan, dianiaya menjadi jauh lebih indah dan mulia dan yang dengan kejam menekan dan menganiaya, menjadi celaka, menderita dan direndahkan.
    Jangan menuruti jalan iblis dengan benci, dendam dan membalas tetapi turutilah jalan Tuhan yaitu jalan kasih yang limpah dengan pengampunan.
    Akan ada limpah kasus2 dan pencobaan seperti ini, pasti semua orang kena, tetapi jangan membalas, ampuni, ambil jalan Tuhan, itu indah dan mulia sampai kekal.

IV. SIAPA YANG UNTUNG, YANG MENGAMPUNI ATAU YANG DIAMPUNI?

1Kor 6:7. Tuhan menyuruh kita untuk mau mengalah dan dirugikan, dan kemudian mengampuni dengan segenap hati dan tuntas. Apakah dengan ini Allah merugikan kita? Allah itu baik dan tidak bodoh. Pasti Ia tidak merugikan kita. Tetapi ini cara mengolah kita supaya dapat untung yang luar biasa! Percayalah kepada Allah yang baik, adil, maha tahu dan maha bijak.

Secara akal manusiawi memang menjadi korban itu selalu rugi, bisa celaka, tetapi karena ada Allah, dan kita menderita karena kebenaran, karena Kristus (bukan karena dosa, ini lain!), maka Allah sendiri yang akan mengubah semua celaka itu menjadi keuntungan untuk orang yang mau menerima penderitaan itu dengan sukacita karena Kristus, tidak bereaksi dosa.

Siapa yang untung, yang mengampuni atau yang diampuni?

Dengan akal tentu yang diampuni, tetapi kalau karena Tuhan, yang untung adalah yang mengampuni.  Kalau kita benar tetapi dirugikan dan kita mau mengampuni, kitalah yang untung dengan sebenarnya untuk di dunia sampai kekal di Surga, akhirnya untung besar.

Pertanyaan yang sama, mana lebih untung?

  1. Yusuf atau saudara2nya. Dengan akal manusia menjadi Yusuf itu rugi, jadi saudara2nya lebih untung. Tetapi sesungguhnya menjadi Yusuf itu lebih untung. Yusuf menerma kemuliaan yang besar dari Tuhan 1Pet 4:14. Sedangkan saudara2nya yang menjahati Tuhan menerima hukuman Tuhan, mereka direndahkan dan menderita, tertuduh seumur hidupnya, dahsyat, kecuali bertobat. Kalau toh bertobat mereka hanya menerima pengampunan dan tidak ada ekstra lagi hal2 lain yang indah, apalagi seperti Yusuf.
  2. Sepatu dan sikat, mana yang lebih untung? Sikat itu menyikat sepatu habis2an dan “seenaknya”, tetapi akhirnya akan tampak jadi sepatu lebih untung. Siapa mau menjadi sikat?
    Waktu ke pesta, tuannya membawa sepatu bukan sikat. Demikian pada waktu Tuhan Yesus datang, yang mengampuni tampak sangat mulia daripada yang diampuni.
    Jangan lupa yang mengampunimeskipun dirugikan, jangan bereaksi salah atau dosa, tetap hidup benar, jangan mengampuni dengan marah2, dengan sebal dan mengeluarkankata2 jahat dan dosa2 lain, nanti gagal, tidak lulus, tidak ada untungnya!
    Memang pada waktu mengampuni, yang mengampuni, rasanya tidak dapat untung apa2. Yang diampuni lebih untung sebab ia bebas dari dosa2 dan akibatnya. Tetapi di hadapan Allah pada saat itu yang mengampuni sangat indah.

V. KEUNTUNGAN ORANG YANG MENGAMPUNI

  1. Roh kemuliaan turun ke atasnya dan Allah dipermuliakan. 1Pet 4:14.
    Yang diampuni betul bebas, sejahtera, tetapi kalau ia tidak bertobat sungguh2 Allah tahu dan hukuman yang dahsyat turun ke atasnya sebab ia sudah diampuni tetapi tetap keras hati dan bohong karena berkata tobat tetapi tidak bertobat.
    Mengapa Tuhan tidak langsung mengangkat Yusuf? Yusuf tidak akan kuat menanggung kemuliaan yang begitu besar, ia bisa menjadisombong dan salah pakai. Sebab itu untuk bisamenanggung kemuliaan yang besar, Yusuf masih harus diolah lagi, akhirnya ia lulus dan baru ia diangkat Tuhanmenjadi amat besar di hadapan Tuhan Yusuf menjadi sangat mulia, bahkan ia mendapat janji yang sangat indah yaitu bangkit waktu Tuhan Yesus mati (ini masih harus dibuktikan, tetapi suatu tafsiran yang ada dasarnya, seab ia minta tulang2nya dibawa ke Kanaan, tidak disimpan dalam pyramid2 yang indah dan mulia (untuk ukuran manusia) atau ber-sama2 dikubur dalam kuburan bapaknya yang sangat dicintainya, tetapi iaminta tulang2nya dibawa ke Kanaan (belum tentu dikubur di mana, ia dan Israel tidak tahu apa2 tentang Kanaan, pasti disana tidak ada pyramid) dan itu digenapi. Tampaknya ini dari Tuhan dan pasti ada maksud dan faedahnya. Tuhan selalu memuliakan orang2 yang taat sampai mati. Pada waktu Tuhan Yesus mati di salib, orang2 mati dari Wasiat Lama (yang hampir sempurna) bangkit!
    Ada kemungkinan yang beralasan bahwa mayat Yusuf juga termasuk diantara orang2 yang bangkit Mat 27:52.
    Sebab itu jangan kecil hati kalau kita dapat “jatah” untuk dirugikan lahir batin karena Kristus (karena kebenaran) bersukacitalah Yoh 1:2, kalau lulus (tidak bereaksi dosa) Yak 1:2, maka Roh kemuliaan itu akan turun pada kita dan kita akan menerima kemuliaan ilahi yang besar dan kekal, untuk sekarang dan sampai kekal. Sangat mulia.
  2. Lepas dari tawanan dan diberkati Tuhan Ay 42:10 KJI.
    Ayub adalah salah seorang yang terbaik dari seluruh dunia waktu itu Ay 1:1,8. Tetapi ia menderita begitu dahsyat sampai 10 anaknya mati, tubuhnya penuh dengan penyakit, isterinya menghojat Tuhan dan menyuruhnya mati, teman2nya menuduh ia munafik, diam2 berbuat dosa dsb. Lama sekali Ayub penuh dengan penderitaan. Ia benar, tetapi mengapa ia belum bebas dari aniaya penderitaannya. Ay 42:10 (KJI) mengatakan bahwa Ayub ada dalam tawanan iblis, diizinkan Allah untuk dianiaya oleh iblsi, ada dalam tangan dan kuasa iblis untuk menganiayanya Ay 1:12; 2:6. Jadi iblis diberi hak oleh Tuhan untuk mendatangkan celaka pada Ayub, tetapi dalam batas2 tertentu dengan tepat, tidak boleh lebih, satu rambutpun tidak boleh lebih. Berapa lama ia harus terus menderita demikian parah? Ini bukan sebab dosa2nya tetapi sebab Ayub diuji Allah. Beberapa banyak orang juga heran, mengapa mereka menderita dan sampai lama Tuhan belum melepaskannya!
    Heran, waktu Ayub berdoa memintakan ampun bagi orang2 yang menuduhnya (sehingga teman2nya diampuni Tuhan dari amarah Tuhan yang me-nyala2 Ay 42:7,8), tiba2 dia sendiri lepas dari penawanannya, dia bebas, semua penyakit dan celaka yang lekat kepadanya tiba2 lepas dan Ayub bebas dari semua celakanya dan bahkandiberkati Tuhan dua kali ganda. Jadi, ternyata waktu Ayub bisa, mau mendoakan teman2nya (memintakan ampun dan memberkatinya). Ayub dihitung lulus dari ujiannya dan tiba2 semua celakanya hilang lenyap dan ia diberkati Tuhan dua kali lipat (ingat, Ayub juga mengampuni isterinya yang sifatnya buruk sekali, ia mencintainya kembali dan hidup bahagia dengan 10 anak lagi!).
    Sebab itu kalau ada orang menjahati kita, kita kena akibatnya, jangan bereaksi dosa dan mintakan ampun dengan segenap hati dan tulus, berkati, maka kita akan lulus dalam ujian itu dan kita sendiri terlepas dari segala tawanan celaka (ujian) itu dan diberkati Tuhan. Justru pada waktu kita mengampuni dengan sungguh2 dan memberkati, kita lulus dan terlepas dari segala tawanan celaka yang menguasai kita dan diberkati Tuhan.
    Banyak orang terus menerus berada dalam tawanan celaka, sebab ia tidak bisa mengampuni musuhnya, tetapi bereaksi dosa, marah, benci, sentimen, sakit hati, dendam dll dan itu berarti ia jatuh dalam ujian dan celakanya ber-tambah2. Tetapi kalau bisa mengampuni dengan tulus, memberkatinya sungguh supaya Tuhan tolong dan bisa bertobat, itu dihitung lulus ujian oleh Tuhan dan kita dilepaskan (dari tangan2 setan yang diizinkan menguji kita) dan diberkati Tuhan.
    Ini justru caranya lepas dari segala tawanan penyakit, kerugian, celaka, kemacetan dll dengan cara mengampuni bahkan kita juga diberkati Tuhan. Jelaslah bahwa kalau bisa mengampuni dengan tulus dan memberkati, kita lulus ujian dan justru lebih untung seperti Ayub. Jangan lupa, jangan bereaksi dosa, hadapi sampai lulus!

Ditulis oleh Pdt. Jusuf B.S.

Disalin tanpa perubahan dari www.tulang-elisa.org pada tanggal 28-09-2011

Filed in: Diskusi Kekristenan, Santapan Rohani

No comments yet.

Leave a Reply