6:19 pm - Monday December 18, 2017

Di Mana Anakmu?

garamdunia.com

Kalau Kain, sebagai kakak ditanya Tuhan, di mana adikmu? Apalagi orang tua, di mana anakmu? Orang tua bertanggung jawab atas anak-anaknya lebih daripada gembala mempertanggungjawabkan setiap dombanya (harus digembalakan, kalau toh hilang, dicari Luk 15:4).

Luk 10:27 Maka Ia menjawab, serta berkata: Hendaklah engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap pikiranmu dan tetanggamu seperti dirimu sendiri. (KJI)

Menurut ukuran Tuhan, mencintai orang di dekatnya, itu berarti menyelamatkan orang itu, mengangkatnya dari Neraka dan dibawa ke Surga. Ini arti cinta di hadapan Allah Yoh 3:16. Sebab itu Allah berhak bertanya di mana saudaramu? Di mana orang tuamu? Di mana orang di sebelahmu? Sebab kita diperintahkan untuk mencintai orang-orang di sebelah kita Luk 10:27 dan itu berarti menyelamatkannya! Tuhan Yesus juga bertanya kepada Adam, di mana engkau Adam?

I. TERBEBAN SECARA JASMANI!

Rata-rata semua orang tua cukup terbeban untuk anak-anaknya (bahkan ada yang berlebih-lebih). Mereka penuh perhatian untuk hal-hal jasmani dari anak-anaknya misalnya sekolah, jodoh, nafkahnya, kesehatannya dll.

Ada orangtua yang mengatur rumah bagi anak tunggalnya yang baru menikah, sampai dapur, alat-alatnya, bahkan keset dll, semuanya diatur baik-baik oleh orang tuanya.

Biasanya juga pekerjaan dan harta orang tua (toko, pabrik, pertukangan dll) itu diwariskan pada anak-anaknya.

II. TERBEBAN SECARA ROHANI?

Pada umumnya ini seringkali diabaikan, atau lebih diremehkan daripada yang jasmani. Ada orangtua yang sangat setia, cinta Tuhan, terus menyelidiki Firman Tuhan, ikut pelayanan dalam Gereja, tetapi anak2nya rohaninya jelek, tidak rohani sama sekali, tidak setia. Ini sering terdapat di mana2 di seluruh dunia, sebabbanyak yang tidak mewariskan iman, pengertian, pengurapan dll kekayaan rohaninya pada anak2nya. Bahkan seperti Musa, Samuel dll, keadaan rohani anak2nya jauh berbeda dari orangtuanya. Memang ini tergantung dari beberapa faktor, termasuk faktor si anak, faktor orangtua, orang lain, sikon dll. Tetapi kalau ini terjadi, akhirnya akan sangat menyedihkan orangtua.

Tuhan sering memperingatkan supaya orangtua menggenapkan tugasnya untuk memikirkan dan mencari serta menggembalakan anak2nya. Seringkali karena orangtua lalai atau ia sendiri terjerat oleh iblis sehingga lupa atau “melupakan” anak2nya, sehingga undur dari Tuhan. (Biasanya broken homes dan menghasilkan cross boys dan cross girls).

Misalnya Yosafat seorang raja yang indah di hadapan Tuhan 2Taw 17:3. Ia begitu cinta dan menghargai Firman Tuhan, sehingga dibentuknya team dari orang2 Lewi, Imam dan penghulu bangsanya untuk pergi mengajarkan Firman Tuhan. Mereka disuruh mengajar di seluruh negeri. Juga panggung2 dan hutan2 ditebang. Akibatnya kerajaan Yehuda menjadi luar biasa, musuh tunduk dan mengantar upeti, kerajaannya makin kuat dan keberkatan 2Taw 17:6-13. Tetapi kemudian sejak ia bergaul dengan Achab yang megah, rohaninya menjadi rusak.

Bagi kita Achab ini bisa orang yang jahat, munafik, bisa TV, DVD, internet, tontonan2 dll). Baik orang dewasa, juga anak2, remaja, kaum muda kena akibatnya.

Zaman dahulu pergaulan yang jahat itu berarti punya taman2 jahat beberapa orang, paling2 3-5 orang dan orang2 iniyang mempengaruhi anak2 orang beriman. Tetapi sekarang dengan DVD, Blackberry dll, mereka bisa memperhatikan banyak orang yang jahat, mereka bisamempunyai ratusan teman2 yang sangat jahat, yang mengajari banyak hal2 yang jahat 1Kor 15:33. Tidak heran kaum muda zaman sekarang cepat rusak moralnya dan jatuh dalam banyak dosa zina, benci, pemberontakan, kurang ajar, occultisme, kemewahan dll. Begitulah Yosafat dan keluarganya terpengaruh pergaulan yang jahat dari istana Achab, lebih2 anak2 Yosafat. Tetapi akhirnya sesudah Tuhan menghajar Yosafat, ia bertobat dengan sungguh2 sehingga bisa kembali dan dipulihkan. Tetapi anak2nya yang sudah bergaul dengan istana Achab, semua menjadi rusak sampai pada anak2, cucu dan buyutnya. Kerusakan yang dahsyat ini ternyata tidak pulih seperti pada bapaknya Yosafat.

Anak cucunya masuk jerat istana Achab dan terhilang. Yosafat kembali selamat, tetapi anak2nya tidak kemabli ke jalan yang benar. Mengapa? Sebab Yosafat imannya sudah kuat, pengertiannya limpah, sungguh2 mencari Tuhan, cinta Firman Tuhan, tetapi anak2nya belum punya iman dan fondasi yang kuat, belum sungguh2 cinta Tuhan, hanya formil, apalagi dalam kelimpahan sebagai anak2 raja, se-olah2mereka tidak butuh Tuhan. Sebab itu mereka dikalahkan pengaruh (pergaulan) istana Achab dan menjadi raja yang jahat seperti raja2 Israel2Taw 21:6; 22:3. Masih cukup banyak orangtua yang sungguh2 ikut Tuhan, kuat imannya,cinta Firman Tuhan dan ikut dalam pelayanan, tetapi tidak sungguh2 membimbing anak2nya. Apalagi kalau orangtuanya setengah hati ikut Tuhan, biasanya anak2nya juga rusak. Tetapi masih adajuga anak2 yang sungguh2 ikut Tuhan sekalipun orangtuanya tidak percaya atau tidak sungguh2.

III. MENGAPA ANAK-ANAK TIDAK MEWARISI IMAN ORANGTUANYA?

A. ORANGTUA

  1. Tidak diajak, tidak dididik dalam Firman Tuhan, bahkan ada yang dibiarkan. Anak2 yang dibiarkan, apalagi kalaukena pergaulan jahat di sekolah dll, akan hanyut dalam arus budaya dosa akhir zaman yang kuat.
  2. Tidak memberi contoh yang baik, sebab tidak suka berdoa sehingga lemah, meskipun setia ke Gereja. Termasuk anak2nya juga kurang didoakan. Orangtua yang rohani itu tekun berdoa, istimewa dalam Roh sehingga ia mempunyaikuasa Allah sehingga dapat mengalahkan dagingnya sebab itu imannya hidup dan berkemenangan Rom 8:13. Orang2 seperti ini pasti juga didorong oleh Roh Kudus dan Firman Tuhan untuk mendoakan anak2nya, sehingga anak2nya juga selamat dan kuat imannya.
    Anak2 melihat orangtua di Gereja dan di rumah. Justru kelakukan orangtua di rumah itu yang terutama mempengaruhi si anak, bukan yang di Gereja (saja).
  3. Bodoh. Seringkali karena kebodohan, orangtua membiarkan si anak hidup menurut kehendaknya sendiri atau dipengaruhi, dipimpin teman2nya dan akibatnya ia terseret dalam pergaulan dunia dan menjadi seperti orang dunia, undur dari Tuhan dan terhilang.

B. ANAK-ANAK ITU SENDIRI

  1. Keras hati. Kadang2 ada anak yang tidak mau sungguh2 bertobat dan mencari Tuhan. Misalnya Yacob dan Esau. Mereka mempunyai sikon dan latar belakang yang sama, tetapi nasibnya berbeda, padahal Esau disayang bapaknya. (Ini kesalahan penting, orangtua tidak boleh membedakan anak dengan mengasihi yang satu dan kurang mengasihi atau membenci yang lain.Meskipun ada anak2 yang bertobat dan ada yang tidak, tetap perlu mengasihi semuanya, istimewa demi keselamatan jiwanya.

C. PENGARUH LUAR

  1. Pengaruh Gereja dan pemimpin2nya itu juga besar. Kalau anak2 terpaksa tinggal di luar kota, orangtua wajib membimbing anaknya supaya mendapatkan Gereja yang baik. Gereja itu seperti bus. Kalau ingin ke Semarang dari Surabaya, jangan ambil bus ke Jember, pasti tidak sampai ke Semarang. Gereja itu sangat penting. Seperti Israel dan Yehuda, kalau ikut Israel, itu seperti Gereja jalan lebar, pasti akhirnya sampai di Neraka. Selain itu, sekalipun Gerejanya baik seperti Yehuda, juga perlu memperhatikan siapa pemimpinnya Ibr 13:7,17. Daud atau Saul, Hizkia atau Achab. Kalau Daud menjadi rajanya, lebih banyak yang sungguh2 mencari Tuhan daripada kalauYerobeam menjadi raja, hampir semua berhasil didorong oleh Yerobeam menuruti daging, menyembah berhala, lebih2 dalam zaman Achab dan Izebel. Disini mereka akan mudah hanyut dalam arus dosa, tipu daya iblis, minum anggur lama, keras hati dalam dosa dll dan akhirnya pasti celaka.

D. Dll.

IV. MENYESAL

Banyak orang kurang memperhatikan iman dan pertumbuhan dari anak2nya, tahu2 pada satu saat, ia menyesal habis2an; waktu ituorangtua mau berusaha danmendoakan anak2nya, tetapi hal itu sudah tidak mungkin. Kapan saja bisa terjadi penyesalan yang terlambat ini.

  1. Kalau orangtua mati dan si anak belum bertobat, tetapi kesempatan untuk anak masih ada, belum habis.
  2. Kalau anaknya mati dan belum bertobat, kesempatan bagi si anak habis.
  3. Waktu orangtua dan anak masih hidup tetapi si anak tidak mau dan tidak lagi bisa didoakan.
  4. Waktu Minggu ke-70 Daniel datang, anak yang sekarang keras hati, tahu2 waktu itu dengan cepat menjadi sempurna dalam dosa dan tidak lagi bisa didoakan.
  5. Waktu pengangkatan dan si anak tertinggal (atau saudara2, orang2 lain yang dikasihi tertinggal, sudah terlambat, tinggal kesempatan terakhir, selamat dalam aniaya Antikris.
  6. Pada masa permulaan di Surga ada yang menangis, salah satu karena ini! Wah 21:4; 17:7.
  7. Di Surga masih bisa melihat orang2 yang di Neraka dan ingat semua yang lalu, tetapi dalam Surga Bumi Baru semua yang di Neraka sudah dilupakan untuk kekal. Yes 65:17.

IV.3. ORANG-ORANG YANG TIDAK MAU DAN TIDAK PERLU DIDOAKAN LAGI

Yer 7:16 Maka adapun engkau, janganlah engkau minta doa akan bangsa ini, janganlah engkau nyaringkan serumu dan doamu akan mereka itu, dan janganlah engkau berulang-ulang memohon kepada-Ku, karena tiada Aku mau mendengar akan doamu.

Yer 14:11 Dan lagi firman Tuhan kepadaku: Janganlah engkau mendoakan bangsa ini akan baiknya.

Dalam ayat-ayat ini Tuhan melarang Yeremia berdoa untuk orang Israel. Mengapa? Apakah Allah kejam? Tidak. Sebab Allah yang maha tahu itu tahu bahwa mereka sudah terlalu keras hati sehingga Allah sudah melihat lebih dahulu bahwa tidak ada gunanya untuk didoakan lagi, sia2. Ini dikatakan dalam 1Yoh 5:16 sebagai dosa maut, atau dosa yang membawa mati atau dosa sempurna.

1Yoh 5:16 Jika seseorang melihat saudaranya berbuat dosa, bukan dosa maut, hendaklah ia mendoakannya maka Ia akan memberikan hidup kepada mereka yang berbuat dosa yang bukan dosa maut Ada suatu dosa maut; Saya tidak mengatakan bahwa ia harus berdoa untuk itu. (KJI)

Iblis Antikris termasuk orang2 seperti ini, sebab itu kita tidak perlu mendoakan iblis. Juga Allah tidak membuat penebusan bagi iblis dan setan2, bukannya sebab kurang cinta, tetapi sebab mereka tidak mau dan tidakmungkin lagi bertobat. Sia2 mengharapkan mereka bertobat.

Semua dosa apalagi kalau keras hati akan tumbuh terus dengan cepat dan akhirnya sampai pada titik sempurna seperti iblis, Antikris dan orang2 yang sempurna dosanya. Fase ini tidak perlu didoakan lagi, sebab mereka tidak mau dan tidak bisa bertobat lagi seperti Wah 9:20-21; 16:9,11,21. Orang2 seperti ini tidak perlu didoakan lagi.

Juga Zedekia dan orang2 Israel yang berdosa, tidak mau lagi bertobat, sia2 didoakan, seharusnya Yeremia mendoakan orang lain yang masih ada kemungkinan untuk bertobat. Karena mereka sudah tidak mau bertobat lagi, maka mereka dilepaskan Allah, sebab itu mereka kalah dan mereka dibinasakan musuhnya dengan dahsyat. Lebih2 Zedekia, lebih dahsyat penderitaannya dari Simson (orang yang dicukil matanya itu sudah 3/4 mati, sangat ngeri.  Sesudah anak2 dan keluarga dan orang2 istananya dibantai di muka matanya, itu sangat dahsyat, lalu ia sendiri dicukil matanya, dahsyat). Tetapi Yeremia terus mendoakannya, sebab itu Tuhan menghentikan doa Yeremia untuk orang2 ini, sebab semuanya akan sia2, sebab sudah keras hatinya. Sebab itu jangan tunggu terlambat.

Ada dua keterlambatan, yaitu:

  1. Yang menolong, me-nunda2 atau mengabaikan, akhirnya orang2 yang dahulunya bisa ditolong sekarang sudah terlalu keras hatinya seperti Zedekia tidak bisa didoakan lagi, bahkan Tuhan sendiri yang berkata: percuma! Jangan terlambat menolong iman anak2. Jangan me-nyia2kan kesempatan waktu lahir sampai dewasa, waktu mereka masih ada didalam rumah orangtuanya. Pakai setiap kesempatan yang ada dari permulaannya.
  2. Orang yang berdosa tidak mau bertobat, hatinya bertambah keras, akhirnya tidak bisa bertobat lagi, sia2 kalau didoakan seperti Firaun dan yang dihadapi Musa.  Juga Samuel sangat cinta pada Saul, waktu Samuel mendengar bahwa Tuhan menolaknya 1Sam 13:13-15, ia sangat sedih dan menangisi Saul bahkan se-malam2an.

1Sam 15:11 Bersesallah Aku, sebab Saul sudah Kuangkat akan raja, karena sudah undur ia dari belakang Aku dan tiada diturutnya firman-Ku. Maka sangatlah berdukacita hati Semuel, lalu berseru-serulah ia kepada Tuhan semalam-malaman itu.

Se-malam2an ia ber-seru2 untuk Saul yang dicintai, tetapi sia2.

1Sam 15:35 Maka tiada lagi Semuel memandang Saul sampai kepada hari matinya, tetapi Semuel bercintakan Saul juga, karena bersesallah Tuhan sebab dijadikannya Saul raja atas orang Israel adanya.

Bahkan dikatakan disini Samuel bercintakan Saul sampai matinya, tetapi Saul tetap tidak mau bertobat.

Karena Ribkah menipu suaminya dan Tuhan, Tuhan mengizinkan ia terpisah dari anaknya Yacob yang dicintainya. Waktu ia mati, Yacob berada jauh di Haran, tidak bisa dihubungi seperti zaman sekarang, putus hubungan. Kata2 yang mungkin sekali ada di mulutnya waktu ia mau mati adalah: Yacob, Yacob, saya rindu padamu, o Yacob. Mungkin kata2 ini dikatakan sudah ratusan kali.

Kalau Ribkah menangisi Yakub sebab sampai matinya ia tidak bertemu lagi dengan Yacob, tetapi itu hanya untuk di dunia, sebab Yakub pulang ke Surga. Tetapi Samuel tahu nasib Saul, sebab itu sampai mati ia menangisi Saul, sebab untuk selamanya ia tidak akan bertemu lagi. Saul sudah terlalu keras hatinya dan sampai mati ia tidak mau bertobat. Samuel begitu susah, terus loyo dan sedih, sebab cinta sekali pada Saul.

Tuhan menyentak Samuel supaya tidak menuruti perasaan hatinya, sehingga terus sedih danberdukacita; Ia disuruh bagun dan melayani orang lain yang mau bertobat dan taat.

1Sam 16:1 Sebermula, maka berfirmanlah Tuhan kepada Semuel demikian: Berapa lamakah engkau bercintakan Saul, yang sudah Kubuang juga, supaya jangan lagi ia raja atas orang Israel? Isilah olehmu akan tandukmu dengan minyak yang harum, lalu pergilah, maka Aku hendak menyuruhkan dikau kepada Isai, orang Betlehem itu, karena Aku sudah melihat di antara segala anaknya laki-laki akan seorang raja bagi-Ku.

Samuel taat dan pergi, mencari gantinya Saul. Betapa sedih hatinya, bahkan dobel sebab Saul tidak bisa ditolong lagi, padahal ia cinta dan ia sekarang harus mengurapi pengganti Saul. Tetapi sebagai nabi ia bangkit dan taat sekalipun hatinya hancur luluh.

Begitu juga beberapa banyak orang2 membuang kesempatan untuk menolong orang2nya yang dicintai dari Neraka. Juga masih banyak orang tua tidak peduli pda anaknya, apalagi kalau bodoh.

Kita sering melihat ada orangtua yang sudah puluhan tahun berada di Gereja yang baik dan ia yakin bahwa Gerejanya betul dan makanannya bermutu sesuai Firman Tuhan, tetapi anak2nya dibiarkan berkelana kesana-sini, tidak tentu keselamatannya.

Anak2 yang hatinya sudah duniawi, tidak mau ikut ke Gereja yang mengajarkan pertobatan dan kesucian. Ia pergi dengan temannya dan pergi ke Gereja2 lain. Orangtuanya membiarkan saja anak2nya dipimpin oleh teman2 yang tidak dikenalnya ke Gereja2 yang tidak dikenalnya juga, padahal itu penting untuk hidup yang kekal. Seharusnya untuk hal yang amat sangat penting ini, orangtua membimbing sendiri anak2nya dalam Gerejanya yang sudah dikenalnya dan sudah diyakininya, supaya jangan nasib si anaknya tidak tentu.

Ada separuh Gereja yang baik, Gereja jalan sempit seperti Smirna, Efesus dan Philadelfia tetapi ada Gereja2 jalan lebar yang begitu keji, iblis bertahta dalam Gereja Pergamus, juga di Gereja Tiatira, Gereja Sardis mati, Gereja Laodikea dibuang Tuhan. Setengah dariGereja2 ada di jalan lebar sebab yang dicari hanya sukses, jumlah, popularitas uang dll yang fana.

Kalau dapat Gereja jalan lebar ia akan lebih mudah terseret dalam hal2 duniawi dan dosa. Lebih2 kalau ia berkeras hati dalam dosa, akhirnya dahsyat, kalau sudah sempurna dalam dosa, tidak bisa tertolong lagi, sia2 mendoakannya seperti Samuel mendoakan Saul, sia2.

Kalau tentang hal2 yang fana, misalnya sekolah dan tentang nafkah anak2nya, itu dipikirkan orangtua baik2 supaya anak2nya punya pekerjaan dan nafkah yang baik, jangan melarat. Kalau sakit, dokter, obat dan makanan jasmaninya dipikirkan baik2, tetapi rohani dibiarkan, terserah mau kemana, dipimpin teman2 yang tidak tentu rohaninya, dibiarkan saja asal ke Gereja, begitu bodoh. Ini sikap untung2an yang banyak buntungnya, sebab jalan sempit itu lebih sedikit orangnya dan sakit bagi daging.

Satu kali kalau terhilang, keras hati, melebihi batas, maka sekalipun didoakan, sia2 saja. Jangan tunggu terlambat, sampai Tuhan berkata tidak perlu didoakan. Rebut sekarang. Ajak dalam jalan yang betul. Paling baik kalau orangtua sudah yakin bahwa Gerejanya baik, makanan rohaninya baik, mengapa anaknya tidak diajak untuk ber-sama2 dengan orangtua. Kalau ber-sama2 dalam satu Gereja juga bisa dimonitor terus dan orangtua bisa tahu gizi makanan rohani yang didapat anaknya.

Beberapa orangtua ia sendiri terpelihara dengan baik, kenyang rohaninya, pertumbuhannya cukup baik tetapi anaknya dengan tidak disadari sudah undur jauh sekali dan akhirnya tidak mau bertobat kembali. Sebab itu jangan dibiarkan. Jangan tunggu terlambat baru ditangisi seperti Samuel menangisi Saul, terlambat dan sia2. Bisa2 keadaannya seperti Samuel, sampai matinya ia menangisi dan berdoa untuk Saul dengan sia2. Untuk se-lama2nya Samuel tidak melihat Saul lagi, bukan hanya di dunia 1Sam 15:35.

Sebab itu raihlah seluruh isi rumah dengan tekun. Pegang janji Tuhan baik2 dalam Kis 16:31. Jangan putus asa, tetapi dengan tekun dan dengan hikmat dan kuasa Allah (berdoalah!) rebut mereka semua. Janji Tuhan dalam ayat ini tidak otomatis, kita harus mau berusaha dalam pimpinan Roh. Jangan sampai Tuhan berkata, jangan didoakan lagi, sia2, sekalipun masih hidup sudah tidak bisa diselamatkan lagi seperti 1Yoh 5:16.

Sebab itu orangtua jangan hanya ingat dirinya sendiri.

Secara jasmani rata2 orangtua banyak berkorban untuk anak2nya, bahkan meninggali warisan besar2, tetapi secara rohani membiarkan anaknya terjerumus ke Neraka tanpa dipikirkan. Tidak ada hal2 kekal yang diwariskan bagi anak2nya.

Ini keadaan yang mengerikan yang tidak bisa disesali lagi. Apalagi kalau melihat Zedekia ditinggalkan Tuhan dan disiksa tanpa batas, betul2 celaka dan menderita di dunia sampai di Neraka.

Begitu juga bagi saudara dan keluarga dan sahabat yang kita kasihi serta semua mereka di dekat kita yang harus kita cintai sesuai dengan perintah Tuhan, jangan sampai merekatumbuh terus dalam dosanya.

IV.4. WAKTU MASUK MINGGU KE-70 DANIEL.

Keadaan akan cepat berubah, semua dosa akan memuncak sampai sempurna, seperti kesucian juga akan memuncak sampai sempurna.

Sekarang kita hampir2 tidak pernah melihat orang sempurna dalam kesucian dan sempurna dalam dosa. Orang2 yang sangat jahat, tidak lagi berperi kemanusiaan, membunuh jutaan orang tanpa tertuduh bahkan puas, mungkin sekali ini orang2 yang sempurna dalam dosa, tetapi hanya ada beberapa orang saja seperti ini.Tetapi dalam Minggu ke-70 Daniel akan muncul banyak orang2 sempurna dalam dosa dan dalam kesucian. Meterai Antikris bukan hanya chip (benda mati), tetapi seperti Meterai Allah ituadalah Roh Kudus, juga meterai Antikris adalah roh mammon yang membuat dan mendorong orang menjadi sangat nekad berbuat dosa dengan berani. Orang2 yang dicap dengan tanda Antikris ini akan tumbuh dengan cepat dalam dosa sampai akhirnya menjadi sempurna dalam dosa. Bahkan sebelumnya sudah banyak muncul orang sempurna dalam kesucian dan dalam dosa. Orang2 yang sekarang sudah keras hati dalam dosa, pada hari2 ini akan tumbuh dengan cepat dalam dosa dan banyak yang sampai dalam fase yang sempurna, tidak bisa dan tidak perlu didoakan lagi! Wai kalau orang2 dekat yang kita cintai, yang keras hati, pada saat2 ini juga menjadi sempurna dalam dosa. Kalau sekarang orangtua tidak berusaha mati2an merebut anak2 dan orang2 didekatnya, bisa2 waktu masuk dalam Minggu ke-70, mereka yang sekarang sudahkeras hatinya pada waktu itu menjadi sempurna dalam dosa sehingga tidak lagi mau bertobat, sekalipun didoakan terus menerus.

IV.5. WAKTU-WAKTU PENGANGKATAN

Semua yang tertinggal dan masih hidup dalam zaman Antikris masih mempunyai kesempatan terakhir tetapi kesempatan itu sangat mengerikan. Kita masih bisa mendoakan anak2 atau orang2 yang kita cintai yang tertinggal, ber-sama2 dengan Kristus yang terus berdoa syafaat bagi mereka. Tetapi pengaruhnya atau efeknya tidak bisa langsung, sebab Roh Kudus sudah meninggalkan dunia 2Tes 2:7, tidak lagi bekerja langsung pada mereka, melainkan seperti dalam Wasiat Lama, lewat dua Saksi. Dua Saksi ini yang terus menguatkan orang2 yang tertinggal dalam aniaya Antikris.

IV.6. PADA MASA PERMULAAN DI SURGA

Ada dua gelombnag orang yang masuk Surga dalam tubuh kebangkitan, yaitu anggota2 tubuh Kristus (Gereja) dalam Minggu ke-70 Daniel dan Israel sesudah kerajaan 1000 tahun.

Wah 7:17 karena Anak Domba yang ada di tengah takhta itu akan menggembalakan mereka dan akan memimpin mereka itu kepada mata air yang hidup; dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka. (KJI)

Wah 21:4 dan Allah akan menghapuskan segala air mata dari mata mereka, dan di sana tidak akan ada lagi kematian, ataupun perkabungan, ataupun tangisan, juga tidak akan ada lagi rasa sakit, karena segala hal yang pertama sudah lenyap. (KJI)

Ini disebut dalam Wah 7:17 (sesudah pengangkatan) dan Wah 21:4 (waktu masuk Surga Bumi Baru). Orang2 yang baru masuk Surga semua terkejut bukan main sampai terharu dan ada yangmenangis:

  1. Sebab ke-heran2an, ternyata kesukaan, kemuliaan, mahkota, pahala, kerajaan Surga serta persekutuan dengan Allah dan semua isi Surga itu terlalu amat sangat besar, kesukaannya amat besar, tidak sebanding dengan sengsara dan penderitaan Salib yang kita alami di dunia Rom 8:19.
  2. Penyesalan karena:
    Tidak memakai kesempatan di dunia
    (ini kesempatan emas), tetapi banyak yang di-sia2kan, sebab bodoh, sebab percintaan dosa, sebab mata rohaninya buta dll.
    Karena kehilangan orang2 yang dicintainya.
    Sekarang orang2 ini tahu dengan sangat jelas bahwa orang2 yang dicintainya, saudara2, anak2 dan semua yang dicintainya tidak masuk Surga. Mereka menyesali kebodohan, kemalasannya, sebab  me-nyia2kan kesempatan emas yang begitu besar di dunia.
    Tetapi dalam segala keadaan ini, Allah menghibur dan menghapus air mata orang2 ini (Allah selalu berhasil) sebab ini bukan penyesalan yang pahit tetapi suatu kesadaran bahwa pahala dan kemuliaan yang kita terima, itu sudah betul, adil meskipun tidak besar, sebab kelalaian2 itu, tetapi semuanya tetap penuh syukur, masih bisa masuk Surga. Tetapi andaikata dahulu di dunia kita memakai semua kesempatan kita lebih sungguh2, pasti lebih untung.

(Kalau orangtua sama sekali tidak pernah mengajak dan mendorong anak2 untuk percaya dan membawanya kepada Tuhan Yesus, mungkin sekali ia tidak masuk Surga, sebab tidak melakukan kehendak Allah Mat 7:21. Tetapi orang2 ini sudah masuk Surga, berarti ia sudah melakukan tugasnya, sudah melebihi syarat minimum, tetapi kurang tekun, kurang sungguh2, cepat menyerah seperti Hizkia 2Raj 20:19. Mungkin juga karena “faktor Saul”, sehingga Samuel menangis melihat Saul tidak selamat. Kalau tekun seperti Paulus, Petrus dll, hasilnya akan lebih besar).

IV.7. DI SURGA DAN SURGA BUMI BARU

Betapa untungnya kalau sekarang kita percaya dan sungguh2 taat dipimpin Roh melakukan tugas kita, istimewa orangtua ingat akan anak2nya dan saudara2 serta semua yang ada sekitar kita! Ajak terus, supaya jangan lagi ada air mata pada permulaan di Surga sebab kebodohan kita. Tetapi ini hanya sebentar, sebab pada waktu kita di Surga Bumi Baru, semua yang ada di dalam Neraka dibuang dalam Tasik api dan semua yang ada di sana sudah tidak diingat lagi Yes 65:17. Semua air mata berhenti, sebba semua sudah dilupakan untuk kekal, copot dari pikiran orang2 seisi Surga Bumi Baru.

KESIMPULAN

Jangan tunggu terlambat, dahsyat dan celaka akibatnya, seperti Samuel menangisi Saul. Sebab itu sadarlah dan berubahlah dari sikap yang salah, perhatikan rohani anak2, jangan sampai tidak bisa didoakan lagi.Ajak seisi rumah (dan orang2 sekitar) untuk percaya Yesus Yus 24:15, terus diinjili istimewa anak2 masing2 Ul 6:7. Keluarga yang semuanya percaya dan berbakti ber-sama2 dalam satu Gereja yang betul, itu lebih untung, sebab:

  1. Hubungan anak orangtua dan satu sama lain jadi lebih baik.
  2. Bisa saling menasehati dan membimbing.
  3. Bisa sehati Mrk 3:25.
  4. Rencana Allah untuk pribadi itu ada dalam rencanakeluarga, rencana Allah bagi keluarga itu ada dalam rencana Gereja lokal dan rencana Allah bagi Gereja lokal itu ada dalam Gereja global. Ef 2:10.

Nyanyian

Bersama keluargaku melayani Tuhan, bersatu s’lamanya mengasihi Engkau
Tiada yang dapat melebihi kasihMu ya Tuhan …
Bagi kami Yesus segalanya

Ditulis oleh Pdt. Jusuf B.S.

Disalin tanpa perubahan dari www.tulang-elisa.org pada tanggal 28-09-2011

Filed in: Renungan Harian, Santapan Rohani

No comments yet.

Leave a Reply