6:27 pm - Monday December 18, 2017

Yonadab Yang Tidak Tulus

Catatan: Ada dua nama Yonadab bin Simea (= kakak Daud 1Taw 2:13; 20:7, yang juga disebut Syama 1Sam 16:9). Ini yang kita pelajari. Ada lagi nama Yonadab bin Rechab, suatu keluarga yang tidak mau makan anggur dan selalu hidup dalam kemah, tidak mau tinggal dalam rumah, ini orang yang tulus dan benar Yer 35:1-19).

AMNON DALAM KESULITAN

2 Samuel 13:1-2

(1) Maka jadilah sesudah ini, bahwa Absalom putra Daud itu mempunyai seorang adik yang elok bernama Tamar dan Amnon putra Daud mencintainya.

(2) Dan Absalom begitu terikat, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, karena ia* masih perawan Amnon berpikir bahwa sulit baginya untuk melakukan apa saja kepadanya*

Amnon mengingini Tamar, tetapi ia melihat bahwa tidak mungkin untuk mengawininya, sebab ia saudara sebapak, lain ibu, tidak mungkin boleh menikah Im 18:9. Amnon ingin tetapi tidak berani memakai jalan atau cara yang salah, sebab itu problemnya menjadi terlalu sulit, ia tidak menemukan jalan, jalan buntu baginya, sebab itu ia menjadi sakit birahi.

YONADAB YANG LICIK

2 Samuel 13:3

Tetapi Absalom mempunyai seorang teman yang bernama Yonadab putra Simea, kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat licik. (KJI).

Yonadab adalah anak Simea = Syama yaitu kakak Daud yang ketiga dan Yonadab adalah orang yang licik, tidak tulus (KJV, NIV, Modern KJ dll). Mengapa bisa begini?

DI MANA SAUDARA DAUD LAINNYA?

Daud mempunyai 7 kakak, 3 yang tertua yaitu Eliab, Abinadab dan Syama ada dalam tentara Saul dan 4 yang lainnya rupa-rupanya juga demikian, sebab harta bapaknya (domba-domba) semua diurusi si Daud yang bungsu. Bagi Isai, 7 putra-putranya ini menjadi kebanggaannya tetapi Daud tidak masuk perhitungan, terbukti waktu Samuel datang, ia tidak dipanggil. Sebab itu dengan mudah dan berani Eliab yang sulung itu memarahi Daud waktu bertanya-tanya tentang Goliat. Tetapi mungkin tingkat mereka tidak terlalu tinggi sebab komandannya adalah kepala atas 1000 orang 1Sam 17:18.

Tetapi mengapa waktu Daud menjadi raja, tidak ada saudara-saudaranya yang ikut menjadi besar dalam tentara Daud, padahal:

1. Kakak-kakak Daud adalah orang lama dalam tentara Saul.

2. Daud menghargai setiap orang yang berjasa baginya seperti Husai, Yonathan, Ziba, ini berarti orang Geti, Barzilai, Sobi bin Nahaz, Machir dll 2Sam 17:27.

3. Daud mempunyai begitu banyak pahlawan 1Sam 21:16-22, 1Sam 2:38-39.

4. Panglimanya adalah Yoab, Abisai dan Asahel (mereka adalah anak-anak Zeruyah), saudara perempuan Daud 1Taw 2:16, yang mungkin adalah saudara tirinya sebab Zeruyah dan Abigail saudaranya itu anak Nahaz, bukan anak Isai, tetapi dari ibu yang sama).

5. Juga dua anak Syama disebut dalam Alkitab yaitu Yonadab ini dan Yonathan pernah membantu Daud melawan dan mengalahkan orang dari Rapa yang dahsyat dan mempunyai 24 jari 2Sam 21:20-21.

6. Ada lagi satu saudara bapaknya yaitu Yonathan (namanya sama seperti anak Syama) yang menjadi penasehat (TL: menteri) 1Taw 27:32.

Ini keluarga dekat dan orang-orang yang pernah menolong Daud dan yang ada dalam istana Daud. Yang agak aneh adalah di mana ke-7 kakak Daud itu. Yang jelas, nama-nama mereka tidak disebutkan dalam Alkitab kecuali 2 anak Syama dll di atas.

Mengapa tidak disebutkan? Apakah mereka tertuduh sehingga tidak berani keluar? Kita melihat data-data sbb:

1. Waktu Samuel datang, justru Daud yang dipilih dan pasti bapak dan kakak-kakaknya heran, sebab ternyata pikiran mereka dan Tuhan tidak sama, tetapi mereka tidak bisa dan tidak berani memrotes Samuel. Juga sesudah itu seolah-olah tidak terjadi hal-hal yang penting sampai waktu Goliat. Mungkin mereka kecewa sebab mereka tidak mengerti.

2. Waktu Daud mengalahkan Goliat, menyelamatkan Israel. Sebelumnya mereka (terutama Eliab) memarahi Daud. Sebab  tindakan Daud dianggap terlalu berani, seperti orang main-main tetapi berbahaya. Eliab tidak mengerti bahwa ada Roh Tuhan di dalam Daud. Waktu Daud menang, mereka pasti keheran-heranan, tetapi mereka masih belum bisa mengerti sebab dianggap adik bungsu dan sebab jugabelum tentu nasibnya di hari-hari yang akan datang.

3. Waktu Saul dengan tentaranya memerangi Daud hendak membunuhnya, di mana kakak-kakaknya yang ada dalam tentara Saul? Kalau mereka menolak untuktidak ikut mungkin mereka tidak berani, tetapi kalau tujuannya mau membunuh Daud yang dianggap musuh Saul, pasti ini menjadi beban pikiran mereka. Kalau mereka ikut (tidak disebutkan dalam Alkitab) tentu mereka akan tertuduh. Sebab ini hal yang dahsyat! Usaha Saul ini (untuk membunuh Daud) disebut dalam Alkitab 9 kali! Ternyata bapak ibunya kemudian ikut Daud dan dimintakan suaka di Moab 1Sam 22:3. Waktu itu saudara-saudara Daud juga ikut Daud (hanya di sini saja hal ini disebutkan 1Sam 22:1. Ini terjadi sesudah Saul 5x berusaha mau membunuh Daud. Rupa-rupanya orang tua sadar bahwa Daud yang mula-mula tidak ada artinya itu ternyata dipilih Allah dan tangan Tuhan ada di atasnya dan ini anak mereka yang baik (tidak ada laporan yang jelek-jelek).

Apakah semua saudara-saudaranya ikut dan apakah mereka terus ikut Daud? Kalau ikut dengan setia pasti Daud akan mengangkatnya menjadi orang besar! Tetapi tidak ada ayat yang menceritakannya keadaan seperti ini (dalam 1 Tawarikh 27:18 ada Elihu, saudara Daud. Siapa ini? Apakah ini Eliab, tidak jelas).

4. Waktu Daud menjadi raja di Yehuda selama 4 tahun 2Sam 2:4 (ini sesudah Saul mati), di manakah kakak-kakak Daud. Alkitab tetap tidak memberi keterangan. Apakah mereka tetap ikut Saul atau sudah meninggalkannya dan ikut bergabung dengan Daud? Apakah mereka masih mengecilkan Daud dan tidak bisa tunduk pada adik bungsunya?

5. Sesudah Daud menjadi raja atas seluruh Israel, di mana kakak-kakaknya? 2Sam 5 Daud memerintah selama 40 tahun dan sebelumnya kurang lebih 13 tahun (17-30 tahun) ia mengalami banyak penderitaan dari Saul. Apakah kakak-kakak Daud tertuduh karena banyak dosanya, sehingga tidak ada yang muncul sama sekali?

Memang Daud suka akan orang yang cinta Firman Tuhan Maz 1:1-3; 119:63, yang suka beribadah Maz 122:1 dan hal-hal rohani lainnya, tetapi saudara-saudaranya kurang mengerti (Daud dengan Yonatan putra Saul bisa bersekutu begitu erat seperti saudara kandung, padahal dengan saudara-saudaranya sendiri Daud kurang erat. Mengapa? Sebab roh Daud dan Yonathan sama, mereka sama-sama percaya dengan penuh kepada Tuhan, dan sama-sama dipimpin Roh. Kelihatannya saudara-saudara Daud kagum akan Saul dan pikirannya lebih cocok dengan Saul, tidak dengan Yonathan. Tetapi Daud bisa sehati dengan Yonathan).Tetapi justru karena sebab-sebab inilah yang membuat Daud meraih segala kemenangan. Namun Daud tidak mempunyai sikap jelek atau reaksi dosa terhadap saudara-saudaranya. Daud berkenan kepada Tuhan Kis 13:22, sebab itu tampaknya ia menjaga dan memelihara hubungan yang baik dengan saudara-saudaranya, juga terhadap anak-anaknya. Kalau terhadap Saul yang berulang-ulang mau membunuhnya, Daud tidak pernah mau membalas, apalagi terhadap saudara-saudaranya (yang tidak pernah dilaporkan dalam Alkitab berbuat jahat kepada Daud) pasti Daud berusaha berbuat baik (kalau Yusuf, memang sengaja dijahati bahkan mau dibunuh oleh saudara-saudaranya).

Setiap kita harus menjadi terang dalam rumah masing-masing dan itu berarti mau berkorban untuk menjadi berkat bagi semua orang isi rumah Mat 5:15. Dalam kenyataannya dalam isi rumah bapak Isai tidak ada problem dan semua berjalan dengan senyap meskipun juga tidak ada yang menonjol. Justru dalam rumah Daud sendiri banyak keributan, misalnya oleh Amnon, Absalom, Adonia.

Daud adalah orang yang tidak disangka-sangka semua orang, bahkan bapa dan saudara-saudaranya mengecilkannya, tahu-tahu Tuhan yang mengangkatnya menjadi besar.

Dalam Tuhan, selalu ada kemungkinan orang kecil dan sederhana, bahkan orang yang dipinggirkan dan diabaikan, tahu-tahu menjadi besar, sebab ia suka akan Firman Tuhan, mengerti dan menaati-Nya sehingga menjadi orang yang berkenan pada Tuhan seperti Daud Kis 13:22. Daud yang diremehkan dan dipinggirkan ternyata menjadi orang top nomor 1 (juga Lazarus pengemis yang dibuang-buang, ternyata menjadi begitu indah setara dengan Abraham!). Sebab itu:

1. Kita harus selalu benar dan berkenan di hadapan Tuhan.

2. Jangan mengecilkan orang kecil (sebab dalam hari-hari yang akan datang mungkin Tuhan mengangkatnya sangat tinggi) seperti Daud; Tetapi sebaliknya juga jangan memanjakan orang kecil, dibiarkan saja berbuat segala salah. Kecil dan besar semua harus dicocokkan dengan Firman Tuhan.

3. Jangan ikut dengan pakatan-pakatan orang jahat (seperti pakat Saul mau membunuh Daud), juga sewaktu kita punya kelebihan (secara rohani dan jasmani).

4. Menolong orang-orang yang mau dan bisa ditolong, maka dengan ukuran yang kita pakai karena Tuhan, itu juga akan diukurkan pada kita Mrk 4:24, bahkan ditambahi dengan pahala sampai kekal di Surga!

5. Sebaliknya sikap kita pada orang-orang yang besar jangan iri, tetapi juga jangan mengekor (seperti tentara Saul mengikuti Saul, biarpun diajak berbuat yang tidak patut), semua harus dicocokkan dengan Firman Tuhan dan hati harus benar di hadapan Tuhan.

Di dalam Tuhan, karena Tuhan, nasib orang bisa berubah menjadi sangat tinggi dan mulia; jangan menghina dan mengecilkan orang kecil seperti Daud, apalagi kalau mereka indah di hadapan Tuhan. Yang penting kita tidak melihat orang besar atau kecil tetapi apakah kita berkenan kepada Tuhan dan memperlakukan saudara-saudara kita dengan baik, bahkan menjadi berkat bagi mereka.

AMNON BERSAHABAT DENGAN YONADAB YANG LICIK

Bersahabat dengan orang yang licik, tidak tulus itu sangat berbahaya dan memang ternyata persahabatan Amnon dan Yonadab mengakibatkan kematian Amnon meskipun mula-mula tampaknya sukses tetapi Amnon tetap tidak puas, bahkan kasihnya pada Tamar berubah menjadi benci yang sangat. Lebih dahsyat lagi, Amnon mati!

(Mengapa Amnon berubah menjadi benci? Benci adalah tanda khas pekerjaan setan. Kalau seorang membuka hati pada iblis, hasilnya bukan kasih, tetapi nafsu dan itu bisa mudah berubah menjadi benci seperti binatang. Ingat laba-laba betina yang sudah kawin, lalu makan “suaminya”. Seringkali juga dalam penjarahan dan perkosaan, lalu sekalian itu dibunuh, ini pekerjaan setan, apalagi kalau memakai kuasa gelap).

Coba Amnon tidak kenal Yonadab, ia tidak mati. Bersahabat dengan sembarangan orang itu berbahaya Ams 18:24. Seharusnya kita menggarami orang-orang sekitar kita bukan diracuni seperti Amnon yang diracuni oleh Yonadab akhirnya mati dengan mengenaskan.

Kalau kita sudah tahu bahwa orang-orang itu tidak tulus, curang, culas, tidak jujur, hati-hati. Kita harus punya pendirian untuk hidup baru dan memperkenankan Allah (perlu tumbuh dalam doa dan pengertian Firman Tuhan!) dan mengerti setiap tipu daya iblis supaya jangan hanyut dalam kejahatan orang banyak Kel 22:3, dalam pergaulan yang salah sehingga tabiat menjadi rusak 1Kor 15:33 seperti Amnon ini. Banyak berdoa dan terus minta pimpinan Roh supaya kita tidak tertipu, tidak diracuni, tetapi bisa menggarami dengan hikmat dan kuasa Allah. Samuel kecil bisa terlepas dari pengaruh kejahatan dua anak Imam Eli yang durhaka, tetapi raja Yoas, waktu Yoyada mati, hanyut dalam pergaulan dengan tua-tua Israel sehingga menjadi jahat. Ada baiknya kalau ada orang yang dipimpin Roh lainnya menyertai kita, jangan sendirian, sebab kita juga wajib memenangkan jiwanya dari ikatan tabiat yang jahat itu.

SIKAP ORANG YANG TIDAK TULUS

2 Samuel 13:4

Maka ia berkata kepadanya, mengapa engkau, hai putra raja, merana dari hari ke hari? Tidakkah engkau mau mengatakannya kepada saya? Lalu Absalom berkata kepadanya: Saya mencintai Tamar, adik perempuan saudara saya, Absalom. (KJI)

Yonadab begitu percaya diri, ceria, selalu sukses, sebab orangnya cerdik (Terj. Lama) tetapi licik (Terj. Baru). Dalam menghadapi segala hal rasanya mudah saja, sebab hampir selalu ada jalan. Orang-orang yang takut akan Tuhan kadang-kadang keheran-heranan akan akal mereka yang kreatif dan selalu sukses.

Waktu Ahab susah setengah mati karena ingin kebun anggur Nabot dan tidak berhasil, Izebel dengan ceria dan dengan mudah menjanjikan pada suaminya apa yang dikehendakinya, dan betul, tidak lama kemudian Ahab bisa bersukacita dalam kebun anggur Nabot.

Juga di sini Yonadab dengan ringan dan mudah membukakan jalan bagi Amnon dan betul-betul sukses 100%. Orang-orang yang tidak tulus ini sudah mahir menemukan jalan dengan cepat dan tepat yaitu dengan menghalalkan segala jalan. Orang yang licik seperti ini, biasanya perasaan hatinya juga sudah mati (rusak Ams 14:16) sehingga dengan bebas ide-idenya meluncur ke mana-mana, tidak ada halangan sebab tidak ada zona larangan, asal tidak ketahuan dan sukses, jalan saja. Ini orang yang culas, tidak tulus dan licik. Sebab itu gaya dan penampilannya meyakinkan, sebab semua bisa dicapai dengan manis dan gembira, sebab ia berani menghalalkan segala cara!

Tetapi akhirnya Izebel mati dilempar dari atas dan dimakan anjing. Akhir Yonadab tidak diceritakan, tetapi pasti celaka kalau tidak bertobat!

CARA YONADAB, MENGHALALKAN SEGALA CARA

2 Samuel 13:5

Maka Yonadab berkata kepadanya, berbaringlah di atas tempat tidurmu dan pura-pura sakit dan bila bapamu datang untuk melihat engkau, katakanlah kepadanya, saya mohon izinkanlah adik saya Tamar datang dan memberi saya makanan dan menyiapkan makanan itu di dalam pandangan saya supaya saya melihatnya dan makan dari tangannya. (KJI)

Orang yang tidak tulus hanya mencari siasat, tidak peduli akan Tuhan. Tetapi orang yang tulus seperti Daud, selalu ingat akan Firman Tuhan supaya berkenan kepada-Nya, bukan hanya mencari jalan atau siasat saja.

Yonadab lihai, ia tidak bisa disalahkan sebab semua dengan izin. Tentu izinnya ini menjerat orang yang memberi izin!

Orang yang tulus, sekalipun diberi izin, kalau ia sadar itu melawan kehendak Tuhan, ia tidak berani melangkah! Orang yang takut Tuhan itu seringkali terbatas geraknya, sebab ada zona larangan, sehingga ide-idenya tidak bisa bergerak dengan lincah. Sekalipun sudah ada izinpun, kalau ia tahu Tuhan tidak berkenan, ia tidak berani melakukannya.

Memang ada banyak jalan buntu bagi orang yang takut akan Allah. Sebab ia hanya melihat jalan-jalan yang berkenan kepada Tuhan, jalan lain (yang tidak berkenan kepada Tuhan). Meskipun ada kesempatan dan pintu terbuka, ia tidak berani melakukannya. Sekalipun jalannya tidak buntu tetapi kalau Tuhan tidak menghendaki, itu menjadi jalan buntu dan larangan baginya dan ia tidak berani menembusnya. Tetapi justru dengan banyak jalan buntu dan kesukaran-kesukaran ini, kita belajar terus bersekutu dan bertanya-tanya serta berharap pada Tuhan. Kalau Tuhan mengizinkan, kita minta Tuhan yang membuka jalan yang halal.

Daud sudah diurapi oleh Tuhan lewat nabi Samuel untuk menjadi raja, ia mempunyai hak dan legalitas, lebih-lebih itu dalam sikon perang, tetapi waktu temannya menunjukkan jalan yang terbuka untuk membunuh Saul orang yang di”urapi” Tuhan, Daud tidak mau melakukannya.

Sebaliknya Hazael yang dinubuatkan Elisa menjadi raja, waktu pulang, ia langsung membunuh rajanya sehingga dengan demikian ia langsung naik raja 2Raj 8:13,15. Bagi Hazael tidak ada problem, tidak ada zona larangan, tidak ada halal atau haram, asal bisa, semua halal dan ternyata semua berjalan lancar.

Daud dengan susah payah, baru akhirnya menjadi raja. Tetapi susah payah itu sudah diukur dan diatur Allah menjadi pengolahan baginya sehingga ia menjadi orang yang sudah matang diolah, sangat berkenan kepada Tuhan. Sebab itu sesudah saatnya sampai dan ia sudah matang, ia diangkat Tuhan dan hasilnya sangat indah! (Si Salomo tidak cukup diolah; ia tidak mau taat akan Firman Tuhan (taat itu pengolahan), semua diterobos sesuai kehendak hati / dagingnya, sebab itu ia lekas jatuh).

Seringkali kita ingin cepat mencapai tujuan, orang seperti ini akan tergoda menghalalkan segala cara dan itu tidak berkenan kepada Tuhan, misalnya Amsal 28:22. Orang yang ingin lekas menjadi kaya itu tidak lepas dari banyak jerat dosa. Dia akan mudah menghalalkan segala cara dan tidak sadar, sampai-sampai orang tua atau saudaranya sendiri “dimakan” apalagi saudara seiman dan teman-temannya, perasaan hatinya sudah menjadi tumpul Ams 21:10.

Bahkan membunuh untuk Hazael sah-sah saja dan tampaknya semua baik, tetapi satu saat hukuman Allah yang lambat pasti datang Ams 24:20, Pkh 8:11. Belajar tulus, jujur, ya-ya, tidak-tidak Mat 5:37, tanpa pikiran dosa, tetapi jangan bodoh sehingga dimakan serigala-serigala di sekitar kita Mat 10:16.

Bagaimana kita bisa menjadi tulus?

Ketulusan itu dimulai dengan lahir baru, lalu dibentuk dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus (mengerti dari Firman Tuhan dan pertolongan Roh Kudus) dan tentu orang itu sendiri harus mau menjadi tulus, yaitu dengan menyangkal diri dan takut akan Tuhan. Hatinya harus selalu dibersihkan, sebab di sini mulai segala ketidaktulusan.  Kita harus selalu berdiri benar di hadapan Tuhan 2Tim 3:15. Jangan ada dosa dalam:

1. Masa lalu, dalam hari-hari yang lalu, semua harus dibereskan tuntas, juga tidak ada dendam dan benci.

2. Masa sekarang harus suci dan bersih di hadapan Tuhan. Sekalipun dari luar tidak apa-apa, tetapi dalam hati tetap harus suci. Jangan ada keinginan yang salah. Misalnya jangan ingin milik orang Ul 5:21 atau apa saja yang tidak betul, harus bersih dalam segenap hati di hadapan Tuhan.

3. Masa-masa yang akan datang harus disucikan, sampai angan-angan dan cita-cita Gal 5:24.

Supaya kita bisa mengerti mana yang benar dan suci di hadapan Tuhan, kita harus tekun belajar Firman Tuhan sehingga pengertian kita makin tumbuh. Supaya kita tahu dan sanggup melakukannya, kita perlu tekun berdoa sehingga limpah pengurapan dan kuasa dari Roh Kudus, dan selalu dipimpin Roh.

Minta pimpinan Roh Kudus terus menerus untuk mengertikehendak Tuhan dan bisa menunggu dalam kesucian, sampai saat dari Tuhan datang Pkh 3:1,11. Kadang-kadang Tuhan itu lambat, bukan sebab tidak bisa cepat, tetapi semua itu sudah dihitung Tuhan dengan tepat untuk menjadi yang terbaik bagi kita pada saat yang sudah ditetapkan Tuhan, sehingga sesudah berhasil, sukses, kita tahan sampai mati, bahkan masih bisa tumbuh terus.

Ingat orang yang tulus, tinggallah tetap tulus, jangan terpancing jadi dosa dan culas. Orang yang berubah menjadi culas, keji, maka semua yang baikdari permulaannya akan sia-sia. Tulus itu harus sampai akhirnya baru tampak hasilnya yang indah Maz 3:7; 32:11; 37:37 dst.

YONADAB MENIPU DAUD

2Sam 13:30-33

(30) Maka jadilah, ketika mereka masih di jalan, datanglah laporan pada Daud katanya, Absalom telah membunuh semua putra raja, dan tiadalah seorangpun yang tersisa. (KJI)

(31) Maka bangkitlah raja dan merobek pakaiannya dan duduk di tanah dan semua hambanya berdiri di dekatnya dengan bajunya terobek.

(32) Dan Yonadab putra Simea, kakak Daud menjawab dan berkata: Janganlah tuanku menyangka bahwa mereka membunuh semua orang muda, yaitu putra-putra Daud. Karena hanya Amnon yang mati, sebab dengan perjanjian Absalom, hal ini sudah ditentukan sejak hari ia memperkosa Tamar adiknya.

(33) Sebab itu sekarang, janganlah tuanku raja, memasukkan hal ini dalam hati, memikirkan bahwa semua putra raja mati, sebab Amnon saja yang mati.

Semua berjalan baik, sekalipun Amnon yang sukses tidak puas dan menjadi benci pada Tamar dan tidak bertanggung jawab akan perbuatannya. Tampaknya Absalom bisa menerima dan diam-diam saja, tetapi sebetulnya hatinya dendam. Pada satu saat sesudah 2 tahun, Amnon dibunuh Absalom yang juga lihai dan tidak tulus, dan dengan siasat yang lihai, dengan mudah Amnon dibunuhnya.

Yonadab tampaknya orang baik bahkan menenangkan hati Daud yang berdukacita amat. Yonadab menjelaskan hanya Amnon yang mati, semua yang lain selamat dan Daud terhibur dari celaka besar. Yonadab sebetulnya adalah pembunuh Amnon sebab nasehatnya itu yang membawa Amnon dalam bahaya besar, tetapi karena lihai dan pura-pura, ia dihargai sebagai penghibur yang tepat.

Tidak disebutkan akhir dari Yonadab, tetapi kalau ia tidak bertobat, pasti nasibnya celaka. Lebih baik orang yang miskin, bodoh, tetapi tulus dan diperkenan Allah daripada orang kaya, pintar, besar danlihai tetapi tidak tulus, sekalipun punya banyak kelebihan lain Pkh 4:13.

Kita tidak boleh membenci orang yang tidak tulus, tetapi dengan kasih, hikmat dan kuasa Allah, menolongnya terlepas dari sifat atau tabiat yang tidak tulus. Memang ini tidak mudah, tetapi Tuhan ingin orang-orang seperti ini juga diselamatkan, yaitu kalau mereka mau bertobat dan berubah menjadi sifat atau tabiat yang baru, yang tulus dan diperkenan Allah. Bisa? Pasti bisa, sebab Allah sanggup dan menjanjikannya 2Kor 5:17, Yoh 8:36.

Seperti Zakheus yang tidak tulus dalam hal uang, jadi tulus sebabTuhan mengubahkannya menjadi tulus dan berkenan pada Tuhan. Roh Kudus bisa mengubahkan orang-orang yang sangat jahat menjadi sangat lemah lembut seperti Musa, Paulus dan tulus di hadapan Tuhan. Pikiran, kata-kata dan cara-caranya tidak lagi bengkak bengkok (sebab ada maksud yang tersembunyi) Ams 2:15, Kis 2:40, tetapi lurus, bisa dimengerti dan tulus di hadapan manusia dan Allah.

Yonadab adalah orang yang tidak tulus tetapi “nasibnya baik”, ia masih dianggap orang yang berharga dalam istana padahal dia biang keladi semua kekacauan dalam rumah Daud oleh Amnon.

Tidak tulus itu bisa tumbuh bersama-sama dengan segala dosa. Misalnya tidak tulus karena cinta uang, atau karena ingin menuruti nafsu-nafsu zina, atau karena ingin puji dan hormat, dan sebab-sebab yang lain. Tidak tulus itu bisa dikombinasi dengan semua dosa.

Kalau dosa disucikan sejak dari dalam hati dan:

a. terus menerus disucikan dengan Firman Tuhan Maz 119:11 (sebab mengerti Firman Tuhan sehingga tahu setiap dosa dan lepas daripadanya Yoh 8:34) dan

b. terus berjalan dalam Roh sehingga terus disucikan oleh Roh Kudus 1Pet 1:2, karena Roh Kudus terus mengingatkan dan kalau kita mau taat, maka kita makin disucikan dari segala permulaan dosa dan perkara-perkara yang salah sehingga tidak sampai berdosa!

c. Juga dalam pelayanan dan persekutuan kita bisa saling menasehati Kol 3:16 sehingga bisa dicegah tidak sampai berdosa.

Kalau hati dibersihkan dari semua dosa, maka kita akan menjadi orang yang tulus di hadpaan manusia dan Allah.

KESIMPULAN

Tes untuk orang tulus adalah kalau ada orang bodoh dan lugu, dimakan (dirugikan). Tetapi orang yang tulus tidak berani menyentuh untung yang keji dari orang-orang yang bodoh. Juga kalau ada pintu terbuka, ada izin, ada kesempatan, sekalipun itu tidak sesuai atau melawan Firman Tuhan, orang yang tidak tulus berani melakukannya dan itu menjadi perbuatan dosa atau perbuatan munafik.

Sebaliknya jangan kita menjadi bodoh, tetapi minta hikmat dan kuasa Allah sebab banyak serigala-serigala yang tidak tulus ada di luar dan di dalam Gereja.

Baik yang bodoh dan yang pintar, semua perlu belajar mahir berjalan dalam Roh, sebab itu yang terbaik dan paling aman, sehingga iblispun ditelanjangi dari segala tipu daya dan siasatnya 2Kor 2:11.

Sebab itu belajar selalu dipimpin Roh maka orang yang tulus dan mau taat akan tumbuh dan makin mahir dipimpin Roh.

Ditulis oleh Pdt. Jusuf B.S.

Disalin tanpa perubahan dari www.tulang-elisa.org pada tanggal 28-09-2011

 

Filed in: Kisah

No comments yet.

Leave a Reply