2:38 pm - Friday April 20, 2018

Tabiat yang Belum Cukup Berubah

garamdunia.com

ORANG YANG LAHIR BARU, TABIATNYA BERUBAH

Kalau tabiat orang beriman sesudah percaya (lahir baru) belum banyak berubah, masih hidup dalam tabiat daging atau tabiat lama / duniawi, ini sangat menyedihkan. Kalau seorang berubah, sekitarnya langsung tahu (lebih-lebih di antara orang berdosa, bahkan di antara orang beriman pun mereka tahu dan bisa melihat perubahan ini). Misalnya dalam 1 Petrus 4:3-4, Efesus 4:17-24.

Perubahan orang yang percaya itu bisa sedikit sekali (hampir-hampir tidak berubah) atau agak banyak atau total berubah. Orang yang mengerti Firman Tuhan dan dipimpin Roh, bisa mengerti kalau seorang sudah lahir baru dan berubah atau tidak. Orang yang sungguh-sungguh percaya pada Tuhan Yesus akan langsung berubah, tetapi ada yang hidup dalam kelemahan sehingga kelihatan tabiat campuran antara tabiat lama dan baru.

Seharusnya tabiat kita langsung berubah menjadi tabiat baru dan tumbuh (perlahan-lahan atau cepat) tetapi tetap tumbuh dalam tabiat baru.

Grafik:

  • Tabiat lama = Luar Halaman
  • Tabiat kelemahan = Halaman
  • Tabiat baru = Ruangan Suci

Sebab itu orang-orang yang baru lahir baru harus rajin belajar Firman Tuhan (lebih dari membaca, belajar mengerti dan taat) seperti bayi rindu akan susu yang murni 1Pet 2:1-2 dan tekun berdoa, bersekutu (sehingga dibimbing saudara seiman yang lain) dan tetap dalam kesucian (perjamuan suci), maka kita bisa langsung hidup baru dan tumbuh terus dalam hidup baru Kis 2:42.

TUMBUH MAKIN CEPAT MAKIN BAIK

Tentu kalau seorang tumbuh dengan cepat dalam hidup baru itu sangat menguntungkan sehingga ia cepat menjadi dewasa rohani dan kuat menghadapi segala problem dengan berkemenangan bersama-sama Tuhan Yesus, sehingga keselamatannya terpelihara (tidak sampai jatuh dan undur sampai masuk Neraka, hilang keselamatannya) dan bisa mengalami rencana-rencana Allah yang indah yang memang sudah disediakan Allah bagi setiap orang yang lahir baru, sehingga hidupnya menjadi indah, puas, sukacita dan berbuah-buah; ini hidup yang kuat, indah, bisa tahan sampai ke akhir sehingga menjadi mulia dalam kerajaan Surga. Makin cepat tumbuh rohaninya dalam hidup baru makin baik, makin untung makin kuat, bisa tahan sampai ke akhir. Makin lambat tumbuhnya makin banyak, kemungkinan tertipu dan terseret oleh dosa (iblis dan duniawi) dan makin besar kemungkinan rohaninya menjadi rusak dan makin besar kemungkinan untuk jatuh dan terjerat dalam dosa sampai binasa.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN PERTUMBUHAN ROHANI

  1. Pengertian rohani. Sampai di mana kita mengerti Firman Tuhan, sampai di situ kita tumbuh 1Sam 14:30 (ini untuk orang yang sudah percaya, sudah lahir baru). Lebih banyak kita mengerti tentang hidup baru seperti Kristus, seperti yang diterangkan dalam Alkitab, lebih cepat kita tumbuh dan berubah seperti Kristus yang kita lihat dalam cermin Firman Allah itu 2Kor 3:18. Bahkan juga banyak tidaknya buah-buah kita itu tergantung dari pengertian yang kita dapat dari Tuhan Mat 13:23.
    Untuk mendapat pengertian rohani dari Tuhan kita harus ada di dalam, bukan di luar Mrk 4:11, yaitu tinggal di dalam Kristus, dalam kesucian untuk melakukan kehendak-Nya; inilah orang-orang yang dipimpin Roh, berjalan dalam Ruangan Suci, Tuhan akan memberi karunia untuk mengerti Firman Tuhan. Sebab itu kita perlu tekun belajar Firman Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memberi pengertian rohani itu 1Kor 2:10, membawa kita ke dalam segala kebenaran Alalh secara bertahap.
    Ada dua tips untuk bisa lebih banyak mengerti yaitu:
    a. Kalau kita taat akan apa yang kita mengerti Flp 3:16, maka kita akan lagi mendapat pengertian yang berikutnya sebab orang yang mempunyai (artinya Firman Tuhan menjadi miliknya, menjadi pengalamannya, menjadi daging dan kehidupannya), maka ia akan ditambahi terus Mat 13:12.
    b. Saling menasehati, lebih-lebih di dalam Roh. Istimewa di antara suami-istri yang selalu hidup sangat dekat satu sama lain, bisa melihat kekurangan satu sama lain dan saling mengingatkan kebenaran-kebenaran Firman Tuhan yang diperlukannya. Juga di antara saudara-saudara seiman, saudara- saudara sepelayanan dan yang ada di sebelah kita Luk 10:27, lakukanlah Flp 2:1, Kol 3:16.
    Sharing kebenaran Firman Tuhan dan saling menasehati itu membuat kita cepat tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan. Lebih banyak kita membagi-bagikan pada orang lain, kita akan lebih mengerti dan mendapat lebih banyak kebenaran baru bagi kita Ams 11:24-25, dan rohani kita akan hidup dan terus bertumbuh seperti Laut Galilea, bukan seperti laut mati.
  2. Mau berubah. Orang yang dengan tulus mau berubah itu akan berani menderita, pikul salib, sebab untuk meninggalkan hidup lama, kita harus menyangkali daging kita (kita masih hidup dalam tubuh daging, yang selalu mengajak dan mendorong kita untuk tetap memakai tabiat lama, tabiat daging yang sebetulnya sudah lepas dari kita). Sebab itu kita harus mau menyangkali tubuh daging, mau mematikannya dan ini sakit namanya salib, menderita karena melakukan kehendak Allah. Orang yang mau pikul salib, itu berarti berjalan di jalan sempit, akan mudah tumbuh rohaninya. Orang yang tidak mau pikul salib, tidak akan tumbuh. Pertumbuhan rohani itu ada di jalan sempit. Yang hidup di jalan lebar tidak akan tumbuh, bahkan merosot.
  3. Ditolong Roh Kudus, Roh Kudus selalu siap menolong, tetapi seringkali orang beriman yang tidak mau dan Roh Kudus tidak mau memaksa dan tidak bisa menolong mereka. Pertolongan itu datang kalau kita berdoa dalam Roh, kuasa Allah turun, maka kita bisa tumbuh dengan lebih cepat Kis 1:8, Luk 24:49. Kita perlu kuasa untuk mematikan daging, melawan semua tabiat lama dan daging yang dipaksakan oleh tubuh daging ini (dan oleh pergaulan dunia dan iblis).
  4. Kasus demi kasus. Dalam menghadapi kasus kecil atau besar, senang atau susah, celaka atau untung, hendaklah kita selalu dipimpin Roh yaitu bereaksi sesuai dengan Firman Tuhan; bertanya-tanyalah akan Tuhan 1Taw 16:11 dan sesudah bisa mendengar dan mengerti kehendak Roh, hendaklah kita taat, maka ketaatan akan Firman Tuhan, lebih-lebih yang dipimpin Roh itu akan menyatakan dan menumbuhkan hidup yang baru, yang sudah ada dengan lengkap di dalam kita. Hidup baru itu bukan berarti selalu ya, selalu setuju dengan semua perkara, selalu ikut semua ajakan teman-teman, tentu tidak. Hidup baru itu berarti bisa menjawab ya atau tidak sesuai dengan Firman Tuhan dengan kuasa Roh Kudus 2Kor 1:18-20. Ya dan tidak itu tidak sama, ya, kalau cocok Firman Tuhan dan memuliakan Allah kita. Tidak! kalau melawan Firman Tuhan dan dosa. Belajar terus dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan.
  5. Setan juga menghambat. Tidak semua tabiat lama itu dari iblis sebab daging (kehendak daging kita) juga mendorong untuk hidup lama Rom 7:18-19 (dalam kerajaan 1000 tahun, lebih-lebih pada permulaan, iblis dkk tidak ada, orang masih bisa berbuat dosa). Tetapi biasanya iblis ikut bekerja, apalagi kalau ia mendapat kesempatan, maka dengan sengaja iblis menyerang dan dengan pengaruh, siasat dan kuasanya ia mendorong kita untuk melakukan kehendaknya.
    Kadang-kadang setan dengan kuat mendorong orang-orang beriman seperti Petrus Mat 16:23, Yohanes, Yakobus Luk 9:54-55. Kadang-kadang datang roh percideraan (geger), atau roh zinah, roh mammon, roh bohong (pada nabi-nabi palsu 1Raj 22:22) dll. Orang yang dipimpin Roh biasanya akan merasa sebab Roh Kudus mengingatkan kita dan kalau kita diingatkan, usir iblis seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, maka iblis akan lari. Ingat kita harus selalu di pihak Tuhan Yak 4:7-8. Seringkali orang dunia sebab benci atau bermusuhan memakai dukun-dukun untuk mengirim guna-guna (kirim setan). Segera Roh Kudus mengingatkan (sebab tanpa Roh Kudus kita tidak tahu, tidak mengerti, tetapi Roh Kudus melihat dengan sangat jelas, lengkap sampai segala pikiran dan siasatnya), segera usir pergi dengan iman, ia pasti akan pergi Mrk 16:17. Jangan ragu-ragu tetapi tentu kita sendiri harus selaludi pihak Tuhan, sehingga kuat, menang Rom 8:31, 1Yoh 4:4. Kalau perlu dengan puasa Mat 17:21.

Kalau ini semua satu per satu kita lakukan baik-baik, apalagi kalau semuanya bersama-sama, kita akan dipimpin Roh dan menang, sehingga tabiat lama tidak keluar, terus dimatikan dan tabiat baru yang nyata, penuh kasih ilahi, kuasa dan buah Roh sehingga menjadi berkat bagi semua di sekitar kita. Segala tabiat baru bisa muncul dengan mudah sebab dibantu Roh Kudus yang memberi kita pengertian dan kekuatan untuk melakukannya. Ingat, lebih cepat berubah, lebih baik, lebih aman, lebih terpelihara, lebih untung segala-galanya baik rohani dan juga jasmani.

UNTUK APA KITA BERUBAH

  1. Bisa bersekutu dengan baik. Tabiat baru itu mahir pikul salib, mau mengalah, ada kasih, limpah pengampunan, tulus dll sehingga persekutuan bisa manis sesuai dengan Firman Tuhan. Misalnya anak yang manis menjadi penghiburan orangtuanya, tetapi anak yang tidak dengar-dengaran, nakal itu makan hati orangtuanya, seperti telaga kesukaran Ams 19:13; apalagi orang dewasa yang tabiatnya penuh kedagingan, akan menjadi duri, terus mencucuk, tidak akan bisa bersekutu dengan baik. Kita perlu mempunyai persekutuan yang baik dan kuat 1Yoh 1:7 supaya tumbuh dengan baik, cepat, dan betul. Itu terjadi dalam persekutuan yang manis di dalam tubuh Kristus,bahkan akhirnya bisa menjadi sempurna Yoh 17:23.
    Kalau orang-orang beriman tidak bisa bersekutu itu berarti ada sesuatu yang tidak beres (sebab kita harus bisa bersekutu dengan saudara-saudara kita yang juga belum sempurna, bisa mengampuni, bisa mengasihi dst), sebab itu tidak bisa tumbuh apalagi sampai sempurna. Tetapi perlu diingat bahwa orang-orang yang tidak bertobat itu biasanya tidak suka bersekutu dengan orang-orang yang hidup suci 1Pet 4:4 (kecuali ada maksud-maksud tertentu), Tuhan Yesus juga dibenci orang-orang yang suka kegelapan Yoh 10:19.
  2. Tabiat jelek itu menjadi batu sontohan, untuk orang dunia dan orang yang lemah Rom 2:24, dan juga menjadi tempat masuk setan Ef 4:27 sehingga hidup orang yang tabiatnya jelek itu penuh dosa dan pahit, tidak ada sejahtera Rom 3:17. Misalnya terus berdusta, sombong, tersinggung, emosi, marah, cabul, tidak mau dinasehati, suka berontak dll. Kalau tetap tidak berubah, rohaninya tidak tumbuh dan terus pahit.
  3. Allah menghendaki agar kita berubah dan menjadi seperti Kristus 1Kor 11:1. Kita harus tumbuh bahkan sampai sempurna seperti Bapa Mat 5:48. Jadi kita harus terus tumbuh dan berubah sampai kedewasaan yang penuh seperti Kristus Ef 4:13 dan ukuran ini (dihitung pada saat terakhir di dunia) juga menjadi ukuran kemuliaan kita sampai kekal di Surga. Sebab itu jangan malas, jangan diremehkan, kita harus memberi perhatian penuh dan dengan segala pengorbanan untuk tumbuh terus sampai seperti Kristus, itu untung di dunia, lebih-lebih dalam Surga yang kekal.
  4. Ini berarti ada “penyakitnya”, biasanya dosa yang kelihatan atau tidak kelihatan (misalnya iri, dendam, ikatan-ikatan yang tersembunyi, anggur lama seperti DVD, game, internet, lagu-lagu dunia dan kesukaan daging lainnya dll). Meskipun dosa atau ikatan itu tersembunyi, akibatnya nyata yaitu tidak bisa tumbuh, tidak kuat sebab orang dosa itu lemah, tidak punya kekuatan, Roh Kudus tidak bisa menolongnya sebab ia hidup di dalam dosa dan akan makin dalam terjerumus dan terikat di dalamnya.
  5. Orang yang tidak tumbuh dalam tabiat baru, akan tumbuh dalam tabiat lama. Orang yang keras hati dalam dosa sehingga tidak tumbuh, maka setan mendapat kesempatan besar untuk menumbuhkannya dalam dosa. Keras hati membuat pertumbuhan dalam dosa berjalan cepat Ibr 3:15. Keras hati, tidak mau bertobat itu seringkali disamakan seperti kanker yang tumbuh dengan cepat. Setiap dosa yang dibiarkan itu bisa bertumbuh makin besar dan timbul (beranak) dosa-dosa lain. Lagipula dosa itu menjadi pos, tempat setan atau juga menjadi benih dari iblis. Lebih-lebih tubuh daging itu juga masih belum ditebus, condong pada dosa dan iblis Yoh 3:18-19.
    Sebab itu kalau seorang tidak tumbuh dalam tabiat baru, maka tabiat lama akan tumbuh dalam dia. Sebab daging dan roh bertentangan Gal 5:16-17, kalau roh lemah apalagi mati, maka daging akan hidup Rom 14:13 dan tumbuh terus. Roh-roh setan dapat tempat di dalam orang-orang ini dan membuat mereka suka melawan dan berontak Ef 2:1, itu ciri-ciri khas roh setan yaitu roh durhaka, pemberontakan, tidak mau taat akan Firman Tuhan. Ini membuat mereka tumbuh cepat dalam dosa sampai iblis menguasai hatinya seperti dalam Mat 12:43-45.
    Contoh yang jelas dalam zaman Nuh, orang-orang yang keras hati ini tumbuh sampai melebih batas sehingga hukuman Allah dijatuhkan Kej 6:2, 5, 12. Justru orang Kristen yang undur itu lebih disukai dan diincar setan sebab bisa dipacu sampai mencapai dosa yang sempurna seperti iblis, yaitu percaya akan Allah tetapi tetap tidak mau bertobat 1Yoh 2:19.
    Sebab itu jangan berkeras hati dalam dosa, akibat-akibatnya makin banyak, hukuman makin berat, penuaian dan celakanya makin limpah. Jangan diremehkan. Tetapi orang yang makin tumbuh dan makin rohani itu berarti makin penuh dengan kasih Kristus, sifat-sifatnya makin berubah seperti Kristus, sekaligus makin mahir pikul salib dari terus bertambah-tambah dalam segala perkara di atas.

AKIBATNYA KALAU KITA TIDAK MAU TUMBUH DALAM TABIAT BARU

TABIAT BAWAAN

Bagaimana dengan tabiat bawaan? Ada tabiat yang menurun, meskipun anak itu dipisahkan dari orang tuanya sejak lahir, tabiat bawaan itu tetap timbul. Kebanyakan anak-anak hidup setiap hari dengan orang tuanya, maka segala tabiat orang tuanya bisa ditiru anaknya, sehingga dengan tabiat yang diturunkan atau dengan tabiat yang ditiru, biasanya tampak anak-anak itu tidak jauh berbeda dari orangtuanya. Orang dunia berkata bahwa buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Dosa adalah tabiat bawaan yang turun temurun dari Adam sampai ke dalam setiap orang, tetapi dosa itu juga bisa ditiru oleh semua orang di sekitarnya, bahkan oleh siapa saja, apalagi setan itu juga aktif menanam dosa pada semua orang, baik dengan sukacita (sebab kena tipu) atau dengan paksa.

Tetapi semua dosa itu sudah dilepaskan dari orang yang lahir baru, jangan ragu-ragu. Kita bisa lepas dari semuanya, merdeka penuh Yoh 8:36 dan tetap merdeka sampai selamanya Gal 5:1.

Tabiat bawaan yang bukan dosa seperti pendiam, riang, rajin dll yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan boleh diteruskan, tetapi sekalipun baik, kalau bertentangan dengan pimpinan Roh, kita tetap harus menurut pimpinan Roh. Musa mempunyai tabiat tidak suka bicara, sulit bicara sebab itu ia menolak dijadikan pemimpin Israel untuk keluar dari Mesir. Tetapi ternyata sesudah ia dipimpin Roh, tabiat yang dipakai adalah tabiat yang baru. Kalau toh tabiat bawaannya baik seperti rajin, tetapi seringkali motif dan cara-caranya lain dari tabiat rajin yang ilahi. Kita harus menjadi rajin sesuai Firman Tuhan.

Jadi tabiat bawaanpun harus ganti baru, mungkin kelihatannya sama, namanya sama, tetapi yang kita pakai adalah sifat yang ilahi, bukan yang manusiawi.

KESIMPULAN

Orang yang percaya Tuhan Yesus bisa bebas, merdeka dari dosa untuk selamanya, sebab kita dilahirkan dari benih Firman Tuhan dan Roh Kudus, dipindahkan dari kerajaan setan ke dalam kerajaan Putra Allah Kol 1:13; meskipun tubuhnya masih di dunia, kita hidup dalam kerajaan Putra Allah dan lepas dari hukum dosa dan hukum maut, masuk dalam hukum Roh yang memberi hidup Rom 8:1-2.

Pada waktu kita lahir baru, seluruh tabiat Kristus dengan lengkap sudah ada dalam kita tetapi dalam tingkat benih seperti telur. Kalau ini ditumbuhkan, kita bisa tumbuh sampai lengkap seperti Kristus. Sebab itu tumbuhlah, jangan biarkan apapun mengganggu, menghambat atau menghalang-halangi pertumbuhan tabiat yang baru.

Ingat kita perlu mengerti setiap tabiat baru dan lama supaya bisa membuang yang lama dan memakai yang baru, jangan campuran. Jangan lupa harus mau pikul salib dengan sukacita dan hidup penuh dan dipimpin Roh dan bersekutu dalam tubuh Kristus, maka kita pasti tumbuh.

Kalau dinasehati, ditunjuk tabiat yang salah, yang jelek, dan lama, jangan marah tetapi perbaiki, maka kita akan tumbuh dalam tabiat baru yang indah seperti Kristus. Itu suatu hidup yang makin indah.

Surga itu indah, bukan karena Surganya, tetapi sebab ada Kristus. Bahkan dengan Kristus di nerakapun akan terasa seperti Surga. Makin tumbuh seperti Kristus itu makin indah dan manis dan terasa seperti Surga. Sebaliknya kalau tabiat dosa tumbuh, itu seperti neraka. Sekalipun di Surga kalau dengan iblis rasanya seperti Neraka!

Filed in: Konsultasi

No comments yet.

Leave a Reply