2:38 pm - Friday April 20, 2018

Hikmat dan Kemenangan Ilahi

garamdunia.com

MAZ 119:104 CARA MENDAPAT HIKMAT DAN PENGERTIAN ILAHI

Kalau mendapat hikmat ilahi, maka kita juga akan mendapat kemenangan, berkat, pertolongan, pertumbuhan dll dari Allah. Bagaimana cara mendapatkan hikmat ilahi?

Firman Tuhan itu sumbernya segala hikmat dan pengertian ilahi Ams 2:6. Tetapi heran, tidak semua orang yang membaca Firman Tuhan mendapat hikmat ilahi yang dijanjikan. Mengapa? Sebab ada syaratnya. Boleh dikatakan semua janji Tuhan itu ada syaratnya, kalau tidak dipenuhi, janji-Nya tidak dapat. Syaratnya jelas dikatakan disini yaitu benci akan segala jalan penipu. Dusta adalah dosa iblis, dia adalah bapak pembohong atau dusta. Yoh 8:44. Semua dosa itu selalu digarami dengan dusta, seolah-olah tanpa dusta semua dosa lain tidak bisa jalan dan berkembang.

Kalau orang bisa buang dusta, maka ia bisa hidup benar, suci, sebab ini adalah tanda dari orang yang lahir baru Ibr 1:9, cinta kebenaran, benci kejahatan, dusta! Hanya dengan lahir baru orang bisa bebas dari dusta dan dosa.

Dan kalau seorang hidup benar, suci di dalam Tuhan, itu berarti ia ada dalam Ruangan Suci, “orang dalam”, maka Tuhan memberinya karunia untuk mengerti Firman Tuhan Mrk 4:11 sehingga bisa mengerti Mat 13:11. Kalau hidupnya masih dalam dosa (ditandai dengan dusta), sekalipun ia belajar terus, ia tidak akan mengerti kebenaran ilahi 2Tim 3:6, bahkan ia akan menjungkirbalikkan pengajaran Firman Tuhan sehingga mendatangkan kebinasaan bagi dirinya sendiri dan orang-orang yang percaya kepadanya 2Pet 3:16.

Tetapi kalau seorang lahir baru dan terus hidup baru, Tuhan akan memberi pengertian padanya, sebab Tuhan yang mengaruniakan hikmat ilahi yang indah-indah itu Ams 2:6, karena tanpa diberi oleh Tuhan Mat 13:11 tidak ada orang yang bisa mengerti hikmat atau pengertian ilahi ini, itu menjadi kebodohan bagi mereka 1Kor 2:14.

Sebab itu sekalipun orang-orang pintar, kalau tidak lahir baru, atau sudah lahir baru tetapi tidak hidup dalam kesucian, (segera) kembali dalam dosa hidup lama, maka ia tidak akan mengerti rahasia-rahasia Allah Luk 10:21.

Mau penuh dengan hikmat Allah, hiduplah dalam kesucian, jangan berdusta ataupun dosa lainnya, masuk dalam Ruangan Suci, dipimpin Roh, maka kita akan limpah dengan hikmat dan pengertian ilahi! Hidup seperti lima gadis bijaksana itu luar biasa, ia akan penuh dengan hikmat Allah dan hidupnya akan beruntung jua Maz 1:3.

MAZ 119:105 FIRMAN ITU PELITA DI KAKIKU DAN SULUH DI JALANKU

Ini luar biasa. Orang yang mengerti Firman Tuhan itu tahu jalan dalam hal apa saja. Sebab hikmat ilahi ini tidak terbatas, karena bukan bersumber pada diri kita sendiri, tetapi diberi oleh Allah dan Dia sumbernya. Sumber berarti tidak pernah habis, apalagi Allah Sebab itu dalam jalan apa saja kita tidak takut, tetapi selalu punya sumber hikmat, selalu ada hikmat, tahu jalan (meskipun kadang-kadang menunggu lama, tetapi Allah tidak pernah terlambat!). Karena itu dari Allah, kalau Allah memberi hikmat, pasti juga ada kuasa-Nya. Kalau kita taat menurut hikmat Allah, maka kuasa Allah juga bekerja sampai berhasil! Hikmat Allah akan disertai kuasa Allah di dalam “orang-orang dalam” yang hidup benar dan menjauhkan dirinya dari penipuan. Kadang-kadang orang heran mengapa kita punya patokan ilahi untuk segala segi hidup, baik tindakan medis yang baru-baru, politik, uang, budaya, pelayanan dll. Mengapa?

Sebab Firman Tuhan itu lengkap dan Roh Kudus bisa membuka Firman Tuhan menjadi terang dalam semua hal, yaitu jadi ukuran dan patokan yang bisa kita pakai untuk segala macam jalan kita. Yang perlu kita kerjakan hanyalah hidup suci dipimpin Roh (benci dusta) lalu tekun belajar semua Firman Tuhan terus Kis 20:20,27 (Alpet terus menerus, ini perlu sehingga mendapat segala kebenaran Firman Tuhan) maka dalam segala hal Roh Kudus akan mengingatkan dan membukakan ayat-ayat tertentu yang sudah kita masukkan dalam hati Maz 119:11 untuk menerangi problem kita Yoh 14:26.

Jadi orang yang punya hikmat Allah itu punya Firman Tuhan dalam hatinya dan juga ia mempunyai sumbernya yaitu Roh Kudus (Allah yang memimpinnya terus) sehingga dalam segala problem, selalu ada terang, selalu punya jawaban ilahi.

MAZ 119:106 BERSUMPAH HENDAK MELAKUKAN HUKUM-HUKUM KEBENARAN ALLAH

Ini dalam konteks Wasiat Lama yaitu keputusan yang sungguh ditetapkan dengan sumpah. Dalam Wasiat Baru tidak boleh bersumpah, melainkan ya di atas yang ya, tidak di atas yang tidak, lebih dari itu jahat Mat 5:37. Untuk orang yang berjalan dalam Roh, hendaknya ya itu seperti sumpah, betul-betul dilakukan meskipun tanpa sumpah, sebab Roh Kudus yang tolong, bisa melakukannya Fil 4:13.

Sebab itu jangan mudah berjanji, tetapi selalu minta pimpinan Roh, yaitu hikmat dari Allah. Kalau yakin dari Roh Kudus, kita bisa berkata ya, ya atau tidak, tidak dan dengan pertolongan Roh Kudus kita bisa melakukannya.

Sebaliknya puncak dari dusta adalah sumpah dusta. Orang seperti ini ada di dalam hukuman Allah dan dikuasai iblis. Tetapi orang yang dipimpin dan dikuasai Roh Kudus akan hidup benar dan meskipun tidak bersumpah untuk taat, dengan pertolongan Roh Kudus ia bisa taat akan Firman Tuhan yaitu untuk melakukan kehendak Allah dengan segenap hati dan tulus, dan juga menggenapi segala janji yang dibuat dengan persetujuan Roh Kudus. Inilah orang yang berkenan pada Tuhan, sebab tidak ada pikiran lain, tetapi sungguh-sungguh sepenuhnya mau melakukan Firman Tuhan dan Tuhan tahu sebab Dia tahu isi hati kita. Tanda orang-orang yang mau taat, ia membuang segala percintaan yang lain, sebab ingin selalu melakukan Firman Tuhan, dunia sudah mati baginya dan ia bagi dunia Gal 6:14 (ini berarti bisa berpada Fil 4:12-13, 1Tim 6:8).

Orang seperti ini, akan mendapat hikmat Allah dengan limpah seperti Paulus 2Kor 12:7, juga Daud Maz 1:2-3. Sebab itu hidupnya beruntung dalam segala perkara, sebab dipimpin Roh melakukan segala kehendak Allah.

MAZ 119:107 FIRMAN MENGHIDUPKAN WAKTU TERANIAYA

Kalau kita mempunyai hikmat dari Firman Tuhan, itu berarti mempunyai sumbernya yaitu Roh Kudus di dalam kita. Sebab itu kalau kita tertindas atau teraniaya kita tidak perlu takut. Selain kita mempunyai hikmat untuk mendapat terang bagi segala perkara itu, kita juga mempunyai pertolongan Tuhan, yaitu kuasa Allah sesuai dengan janji Allah. Hikmat Tuhan itu juga akan menghidupkan kita, istimewa dalam tekanan.

Kita bisa hidup dari janji-janji Firman Tuhan sebab janji-janji Firman Tuhan itu akan jadi pertolongan dan kenyataan dalam hidup kita, kita menjadi sangat beruntung.

Misalnya waktu sakit, bilur Yesus menyembuhkan kita yang hidup benar dan benci akan dusta 1Pet 2:24 dan waktu sehat, janji Firman Tuhan akan memelihara kita tetap dalam kesehatan 3Yoh 1:2 (tidak bisa sakit kecuali karena dosa, ujian atau kebodohan, Tuhan menjadi jaminan kita, sehingga kita tidak kuatir, sebab Dia asuransi kesehatan kita).

Waktu kekurangan Tuhan akan mencukupi Fil 4:19. Sebab yang memberi hikmat Dia juga memberi pertolo-ngan lewat ayat itu.  Allah yang sama, yang menjadi sumber hikmat bagi kita, juga menjadi sumber kuasa dan pertolongan bagi kita, sangat indah, sehingga kita tidak perlu takut atau kuatir.

MAZ 119:108 PERSEMBAHAN MULUT YANG DITERIMA TUHAN

Kalau kita hidup benar, benci dusta, maka persembahan mulut kita dengan sukarela, juga diterima oleh Tuhan, baik nyanyian, pujian dan penyembahan, bahkan  segala pernyataan yang keluar dari mulut kita yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.

Kalau mulut itu mendua, keluar kutuk dan berkat, dusta dan kebenaran itu tidak berkenan pada Tuhan Yak 3:9-12.

Tuhan tidak ingin lidah atau mulut kita mendua, itu adalah tanda ibadah yang salah dan sia-sia, yang tidak diperkenan Tuhan Yak 1:26!

Memang tidak mudah menguasai lidah, sebab hanya orang sempurna yang bisa menguasai lidah tanpa salah, tetapi sebaliknya kalau kita mau menguasai lidah kita dengan pertolongan Roh Kudus (yaitu dengan menyucikan hati dan menguasai lidah) maka kita akan tumbuh menjadi sempurna Yak 3:2.

Sebab itu orang-orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh, berusaha menguasai lidahnya dan dengan pertolongan Roh Kudus dan kita akan sanggup Fil 4:13. Sehingga dikatakan dalam Gal 5:16-17 kalau kita mau dipimpin Roh, kita tidak akan menggenapkan keinginan tabiat daging yang mendorong lidah, sehingga kita dapat juga menguasai lidah kita, dan berkenan pada Tuhan dan bisa tumbuh dihadapan Tuhan.

Kalau kita ingin persembahan mulut kita diterima oleh Tuhan, baik nyanyian, penyembahan,  pujian dan pengakuan mulut kita, belajar untuk tidak mempunyai lidah berganda (hamba setan dan hamba Allah), tetapi hanya menjadi hamba Allah, berkata-kata sesuai dengan Firman Tuhan 1Pet 4:11 dengan segenap hati (Wasiat Lama: bersumpah) mau melakukan kehendak Tuhan saja.

Orang yang persembahan mulutnya bisa diterima Tuhan, akan bisa terus belajar dan bertambah-tambah dalam hukum-hukum Tuhan, sebab Tuhan berkenan dan terus memberinya pembukaan yang baru, pengertian dan hikmat Ilahi, sehingga terus bertambah-tambah. Ini caranya kita bertambah-tambah dalam hikmat dan pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18. Ia suka mempersembahkan nyanyian dan penyembahan mulutnya sebagai persembahan, sebagai dupa yang berbau harum untuk Tuhan terus menerus 1Tes 5:17. Ini yang dilakukan Daud.

Ada orang belajar Firman Tuhan dan tidak bisa maju lagi, sebab persembahan mulutnya tidak diterima Tuhan, sebab ada hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan, atau sebab ia berhenti mempersembahkan nyanyian dan penyembahan kepada Tuhan. Sebab itu untuk tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, itu harus disertai dengan pertumbuhan dalam persembahan buah-buah mulut kita dalam nyanyian dan penyembahan yang berkenan pada Tuhan. Ingat Tuhan tidak mencari ahli seni suara, atau yang merdu suaranya, tetapi orang yang hidup dan hatinya berkenan kepada Tuhan. Biar kita makin bertumbuh dalam pengertian Firman Tuhan bersama-sama dengan bertumbuh dalam mutu nyanyian dan penyembahan kita dari hidup yang berkenan kepada Tuhan sampai dalam hati, pikiran dan angan-angan.

MAZ 119:109 JIWAKU ADA DALAM TANGANKU

Ini berarti bahwa kita bertanggung jawab akan jiwa kita masing-masing. Kalau kita hidup sembarangan maka kita sendiri akan menanggung akibatnya. Kadang-kadang orang dunia tampaknya hidup baik dan benar, tetapi diam-diam atau sembunyi-sembunyi hidup dalam dosa. Mereka berpikir tidak ada orang yang tahu, tetapi Tuhan tahu dan pada saatnya akan ada penuaian sekalipun penaburannya diam-diam Gal 6:7-8. Cerita anak yang mencuri semangka, sisanya ditanam dan semua tumbuh.

Cara menjaga hidup ini adalah dengan takut akan Tuhan dan melakukan hukum-hukum Tuhan. Dengan cara ini kita menaruh jiwa kita dalam tangan Tuhan Maz 31:6 seperti domba-domba dalam tangan Tuhan Maz 95:7. Kalau kita ada dalam tangan Tuhan, pasti aman, sebab bukan kita sendiri yang menentukan jiwa kita, tetapi Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Tahu.

Jadi orang yang hidup taat menurut Firman Tuhan, dijalan Tuhan, jiwanya berada dalam tangan Tuhan.

Yakub menurut pimpinan ibunya dengan berdusta pada bapanya, ternyata siasat ibunya, Ribka berhasil, tetapi ia harus mempertanggungjawabkan nyawanya sendiri, sehingga karena takut, maka Ribka sudah tidak sanggup dan menyuruh Yakub lari ke Haran, masuk dalam banyak jerat dan kesukaran, menuai tipu dayanya di sini. Andaikata Yakub menyerah pada Tuhan dan menunggu pertolongan Tuhan dengan risiko kehilangan hak sulung, ia aman dan nubuatan Tuhan pasti jadi.

Taat Firman Tuhan berarti menaruh nyawa kita dalam tangan-Nya, tetapi melawan Firman Tuhan itu berarti keluar dari tangan Allah dan si singa siap menerkam 1Pet 5:8. Taat akan Firman Tuhan itu paling indah Yak 1:23-24. Jangan hanya mengerti tetapi harus taat sebab yang tidak taat harus menanggung jiwanya sendiri. Mereka yang taat, Tuhan akan menjamin hidupnya sehingga jadi seperti pohon yang berbuah Maz 1:2-3. Taat akan Firman Tuhan itu berarti punya pondasi yang kuat di dalam tangan Tuhan dan hujan angin, air bah tidak bisa merobohkannya Mat 7:26. Sekalipun pencobaan tetap bisa datang, tetapi di dalam Dia, segala perkara akan menjadi kebaikan bagi kita.

Firman Tuhan kalau hanya hafalan bisa mudah lupa, apalagi kalau orangnya mudah lupa. Tetapi kalau Firman Tuhan sudah ditaati menjadi daging Yak 1:14, Wah 10:10 maka tidak akan lupa, sebab Firman Tuhan sudah menjadi cara hidup kita dan jaminan kita.

MAZ 119:110 MENGHADAPI JERAT MUSUH

Dalam dunia, ktia selalu akan menemui orang-orang yang melawan dan memasang jerat bagi kita. Tuhan tahu dan mengijinkannya sebab ada maksud yang baik dari Tuhan meskipun musuh punya maksud jahat. Iblis selalu melawan dan memusuhi semua umat Tuhan, hendak menerkam dan menjatuhkannya.

Iblis musuh Allah juga musuh semua umat Tuhan dan pergumulan dengan iblis tidak pernah berhenti Ef 6:12. Kalau kita sendirian akan menjadi mangsa empuk setan, juga jerat-jeratnya akan menjerat kita. Tetapi dengan Allah kita sanggup menginjak-injak musuh kita Luk 10:19, Maz 91:13; 60:14. Betapa senang dan indah hidup sebagai pemenang sekalipun sebetulnya kita sendiri tidak sanggup menang, sebab iblis lebih kuat dan lebih pintar dari manusia, tetapi Allah jauh di atas iblis. Sebab itu kemenangan perang melawan iblis tidak tergantung dari kekuatan dan kelihaian kita tetapi dari ketaatan kita tetap di pihak Allah, itu yang menjadi kemenangan kita. Ini perlu kita ingat dan ini menjadi cara kita. Jangan perang dengan kekuatan dan kepintaran sendiri, tetapi usaha untuk tetap di pihak Tuhan. Iblis berusaha untuk menipu dan memancing kita supaya lepas dari Tuhan, baik karena jengkel, bodoh, tidak mengerti, sungut-sungut atau dengan setiap dosa dan kalau kita sudah lepas dari Tuhan, dia pasti menang. Selama kita tinggal di dalam Tuhan, kita tidak akan dikalahkan, kita tetap menjadi pemenang; kita harus mengerti dan taat, juga dalam menghadapi segala macam jerat, jangan bereaksi dosa, sebab itu berarti lepas dan keluar dari pihak Allah Rom 12:21. Bagaimanapun juga akibatnya tetap tinggal di pihak Allah, tetap taat akan Firman Tuhan, maka lambat atau cepat kita akan melihat iblis dikalahkan dan pencobaan itu akan selesai dengan kemenangan dari Dia.

Jangan terpacing oleh sikap dan perbuatan orang-orang yang kita hadapi sehingga kita bereaksi dosa, kita akan masuk dalam jerat iblis. Pegang janji Tuhan dalam Roma 12:19,21, ampuni dan berkati musuh, sebab pembalasan itu dari Tuhan dan Tuhan sendiri yang akan menangani semua problem dan musuh kita. Banyak orang kena pancing oleh sikap dan perbuatan musuh sehingga marah, benci, jengkel dan bertindak sendiri, itu adalah permulaan kekalahan dan langsung, masuk jerat. Kalau toh sudah terjadi, lekas bereskan, bertobat, kembali di pihak Allah, hanya di dalam Dia, di pihak Dia kita bisa menang, bukan karena kuat dan gagah.

Banyak orang yang punya uang, kedudukan, kuasa, backing lalu berjalan menurut cara sendiri, dengan kekuatan sendiri, itu permulaannya masuk jerat dan kekalahannya. Tetapi selama kita tinggal dalam Dia, tidak bereaksi dosa, hanya bereaksi menurut pimpinan Roh, maka kita akan melihat Tuhan sendiri yang bertindak dan kemenangannya besar dan indah!

Pimpinan Roh Kudus itu selalu sesuai dengan Firman Tuhan, tetaplah dalam kesucian.

Kadang-kadang pertolongan Tuhan belum datang, tampaknya lama, seolah-olah kita ini tidak berdaya, Tuhan seolah-olah tidak menolong, tidak peduli, jangan takut, berdoa terus dalam Roh dan kebenaran, Allah tidak pernah terlambat. Misalnya Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, bagi mereka pertolongan Tuhan seolah-olah terlambat, seolah-olah Tuhan tidak menolong, tetapi semua ini untuk melatih kita menunggu Tuhan sehingga iman menjadi kuat.

Iman itu bekerja dalam kemustahilan, kalau dengan logika sesuai planning, itu namanya bukan iman tetap akal dan hasilnya terbatas sesuai kekuatan manusia dan melawan iblis pasti kalah dan binasa. Jangan mengandalkan akal atau kekuatan sendiri, akan menjadi celaka dan terkutuk sebab diremukkan oleh iblis Yer 17:5. Tuhan sudah mengingatkan supaya jangan kita binasa!

Waktu Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego menyerah sampai hampir mati, Tuhan belum datang, tetapi Tuhan tidak pernah terlambat, hasilnya luar biasa. Kunci kemenangan Daniel dkk adalah bersedia mati karena taat Dan 3:18 dan kemenangan gilang gemilang mereka terima dari Tuhan. Tetapi waktu Saul terjepit ia lari pada orang kuat 1Sam 14:52, ini akal, lari ke dukun Endor, akhirnya ia hancur lebur. Kekuatan kita adalah Tuhan. AMIN.

Ditulis oleh Pdt. Jusuf B.S.

Disalin tanpa perubahan dari www.tulang-elisa.org pada tanggal 24-09-2011

Filed in: Youth

No comments yet.

Leave a Reply