6:28 pm - Monday December 18, 2017

Kisah “Pelarian” 14 Tahun Robby Sugara

Garamdunia.com

Pada tahun kesepuluh, 1994, Ella si sulung berhasil menemukan “tempat perlarian” sang ayah. Ia lalu mengajak keenam adiknya ke ujung barat Pulau Jawa untuk bertemu Robby. Robby berdiri mematung. Di depannya ada tujuh anaknya yang kini tumbuh menjadi remaja. Cantik dan ganteng. Si sulung Ella (21) dan si bontot, Juan (11).

Perasaan bersalah segera mendera Robby. “Adakah mereka marah, dendam dan benci padaku?”batin Robby penasaran. Namun, ah, lihatlah mata mereka. Mereka menatap Robby, ayah yang telah menelantarkan mereka selama 10 tahun, penuh kasih. Tak satupun keluar makian dari mulut ereka. Hanya satu permintaan mereka, “Papi pulang.”

Pertemuan singkat itu menorehkan kerinduan mendalam pada hati Robby. Ia ingin kembali. Kerinduan yang mendalam itu akhirnya menjadi doanya. Ia sering menghabiskan malam di pinggir laut. Pikirannya selalu melayang ke keluarganya.

Kembali ke Keluarga
Gelagat ini tercium oleh pasangan selingkuhannya. Ia tak rela Robby kembali ke keluarga. Maka, ia pun berusaha meneror Robby. “Saya mendengar ancaman, dia akan membuat saya cacat supaya tidak dapat kembali ke dunia film. Kalau sampai saya tinggalin dia maka saya akan diadukan ke polisi, dsb. amun, semua itu sebenarnya malah eringankan langkah saya untuk segera meninggalkan dia,” kisah Robby pada Bahana di suatu pagi di Yogyakarta.

Kerinduan Robby sudah tak tertahankan. Tahun ke-14, Januari 1998, ia menelpon Etha, berjanji akan kembali ke keluarga. Pada hari yang dijanjikan, ketujuh anaknya berkumpul di ruang tamu. Sambil menunggu Robby, mereka terus melantunkan pujian dan penyembahan pada Tuhan. Tepat jam 2 pagi, terdengar ketukan di pintu. Robby akhirnya pulang.

Sama seperti saat meninggalkan keluarganya, Robby pun kembali ke keluarga dalam kondisi nol. Hanya ada uang Rp 60 ribu di dompetnya, dua celana jeans dan beberapa t-shirt. Semua kemewahan yang direguknya ditinggalkan begitu saja. Robby Sugara, si Big Five itu jadi pengangguran.

Keluarga dipulihkan
Untuk bertahan hidup, Robby sempat menjadi supir dan membantu Roy Marten mengurus cafe. Pada April 1998, Tuhan memberinya kesempatan untuk kembali ke sinetron. Di dalam keterbatasan itulah, justru keluarga Robby dipulihkan. Cinta kasih ntara Robby dan Etha yang terkubur elama 14 tahun, Tuhan pulihkan. Kini, ereka bahkan seperti pengantin baru lagi.

Belajar dari ketaatan anak-anaknya, Robby kini menjadi pelayan Tuhan. Tahun 2005, ia tinggalkan dunia sinetron dan melayani Tuhan sepenuh waktu. Robby-Etha, pelayanan keliling Indonesia, bahkan luar negeri untuk menyaksikan kasih Tuhan dalam kehidupan mereka. Itulah kedahsyatan kasih Tuhan. Ia bisa mengubah sebuah kehancuran menjadi kemuliaan.

Filed in: Berita, Selebriti

One Response to “Kisah “Pelarian” 14 Tahun Robby Sugara”

  1. dini
    25/07/2011 at 9:03 am #

    selamat sore.. maaf sebelumnya perkenalkan nama saya Dini. saya saat ini sedang memproduksi tayangan Romansa tayang di Trans7. setelah membaca ini, saya tertarik untuk mengangkat kosah cinta pasangan Robby Sugara dan Bertha. kira-kira apabila berkenan, bolehkan saya meminta contact person atau alamat yang bisa didatangi untuk melakukan wawancara dengan beliau.. terimakasih sebelumnya :)

Leave a Reply