6:24 pm - Monday December 18, 2017

Ron Kenoly

main_img

Dalam tujuh tahun Ron Kenoly telah meningkat dari seorang pemimpin pujian gereja yang tidak terkenal menjadi seorang pemimpin pujian dan penyembahan yang paling terkenal di Amerika. Bahkan ia dijuluki sebagai ‘Profesor Pujian’. Album rekamannya yang terjual lebih dari 3 juta album di seluruh dunia telah membedakan drinya sebagai seorang penyembah yang tanpa malu-malu meninggikan nama Yesus Kristus.  Lagu-lagunya seperti “Lift Him Up“, “Let Everything That Has Breath Praise The Lord” dan “Use Me” (yang telah ditulis ulang), adalah lagu-lagu yang umum dinyanyikan di gereja-gereja kharismatik dari waktu ke waktu. Selain itu, Ron telah mengukir sejarah bagi dirinya sebagai seorang kulit hitam yang sukses di bidang yang didominasi oleh orang kulit putih. Para penggemar Ron Kenoly yang beragam dari kulit putih, hitam dan coklat terus berkembang. Ron merangkul lebih dari 10.000 orang dewasa, balita dan manula dalam sekali pertunjukannya di seluruh dunia selama 250 malam dalam setahun. Mengingat prestasinya yang luar biasa, Ron tetap bersikap rendah hati.

Sebagai anak ke-3 dari 6 bersaudara, Ron lahir pada tanggal 6 Desember 1944 di Coffeyville, Kansas, dimana ia mengenal dua hal dalam hidupnya, yaitu sukacita dan kepahitan. “Ibuku menaruh kebahagiaan dan cinta ke dalam rumah kami,” ujar Ron mengenai ibunya yang saat ini telah berusia 77 tahun, Edith, dan waktu itu masih bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga. “Kami begitu miskin namun ia membuat kami begitu bahagia sehingga kami tidak menyadari bahwa kami miskin.” Pengaruh seorang ayah dalam kehidupan Ron tidak begitu kuat. “Ayahku tergabung dalam militer dan ia selalu pergi hampir sepanjang waktu,” ujarnya. Setelah lulus SMU, Ron memberanikan diri pergi ke Hollywood. Dihadapkan dengan prospek kerja yang tidak menjanjikan, Ron bergabung dengan Angkatan Udara pada tahun 1965. Saat bergabung dalam kemiliteranlah Ron bertemu dan akhirnya menikahi istrinya, Tavita. Selama waktu itu Ron juga bergabung dengan The Mellow Fellows, sebuah band yang termasuk 40 besar saat itu di US, dan melakukan tur dari satu camp militer ke camp militer lainnya. “Saya masih ingat di lingkungan kami hanya ada satu keluarga yang memiliki televisi,” kenang Ron. “Pada hari Sabtu malam mereka akan menyalakan televisi tersebut dan meletakkannya di di jendela depan menghadap ke jalan sehingga semua orang bisa menonton televisi. Saya ingat ketika saya melihat Sammy Davis Jr. dan Nat King Cole untuk pertama kalinya, saya sangat terkesan karena melihat dua orang berkulit hitam berada di panggung nasional – mereka sangat dihormati dan memiliki bakat yang hebat. Saat itulah saya tahu apa yang saya inginkan.”

Pada tahun 1968 Ron meninggalkan Angkatan Udara dan memutuskan pindah ke Los Angeles dan berencana mencari peruntungannya dalam bisnis musik. Dalam beberapa tahun berikutnya, Ron memulai karir rekamannya dengan menyanyikan demo rekaman Jimmy Webb (“MacArthur Park”) pada label rekaman Audio Arts. Ron juga meluncurkan single pertamanya, “The Glory of Your Love (Mine Eyes Have Seen)” untuk perusahaan rekaman tersebut. Kesempatan ini membawa Ron menjalin kerjasama melakukan rekaman dengan MCA, United Artist dan Warner Brothers. Bagaimana pun juga, di A&M Recordslah Ron meraih kesuksesan besar dalam rekaman dunia sekuler. Label rekaman execs mengganti namanya menjadi Ron Keith karena mereka berpikir menggunakan nama terakhir ‘Italia’ dapat membingungkan pasar R&B. Dengan judul album “Ron keith & the Ladies“, albun A&M menampilkan hit R&B “I Betcha I’ll Get Ya” dan “Soul Vaccination” yang kemudian dibawakan oleh Tower of Power.

Saat karirnya mulai terbentuk, keluarga Ron justru menderita. Ron begitu mengutamakan karirnya dan mengabaikan istri serta anaknya. Perkawinannya penuh dengan kekerasan – baik secara emosional maupun fisik. Ron dan istrinya akhirnya berpisah dan pernikahan mereka di ambang perceraian. “Istriku mendedikasikan hidupnya kembali kepada Tuhan pada tahun 1975 dan mulai berdoa bagi pemulihan di keluarga kami,” kenang Ron. “Saya mulai mengalami kebaikan Allah karena saya dapat melihat perubahan yang dilakukan-Nya dalam hidup istri saya dan saya dapat menyadari meskipun saya tidak pernah kehilangan rasa hormat pada Tuhan, tapi saya tidak pernah memiliki kehidupan rohani yang kuat. Pada saat itulah terang Allah mulai bersinar dalam hidupku.”

Ron tetap melanjutkan karirnya di musik R&B selama setahun berikutnya untuk menyelesaikan kontraknya. Ketika Ron meninggalkan LA, ia pindah ke Oakland, CA. Di sanalah ia secara rendah hati mengambil pekerjaan sebagai pengumpul handuk di ruang loker Alameda College sambil mengambil kursus di malam hari. “Saya hanya menyerahkan hidup saya kepada Tuhan dan mengijinkan Tuhan untuk membangun karakter Ilahi di dalam saya,” ujar Ron. “Saya harus belajar untuk menjadi seorang suami dan seorang ayah, dan saya harus belajar bagaimana berhubungan dengan Allah sebagai seorang ayah.”

Ron mengajarkan musik dan pendidikan fisik di Alameda College dari tahun 1978 sampai tahun 1992. Tetap saja hasrat menyanyi terus membara di dalam dirinya. Selama empat tahun Ron terus mencoba untuk mendapatkan kontrak rekaman lagu rohani tapi sia-sia. “Saat itu sungguh-sungguh menjadi titik terendah dalam hidup saya,” kenang Ron. “Tapi secinta apapun saya akan musik, saya lebih mencintai Tuhan. Saya tidak akan kembali lagi ke musik sekuler meskipun itu artinya saya tidak akan pernah menyanyi lagi.”  Suatu sore di musim panas, Ron duduk sendirian di kursi gereja selama berjam-jam, memainkan musik, bernyanyi, berdoa, menyembah dan meletakkan bebannya di hadapan Tuhan. “Sejak malam itu, perusahaan rekaman tidak lagi menjadi masalah bagi saya. Tuhan telah menemui saya dan menunjukkan begitu banyak hal kepada saya sehingga saya menyadari sebenarnya saya telah mengalami hal-hal melebihi tawaran apapun yang dapat diberikan perusahaan rekaman kepada saya. Penerimaan maupun penolakan tidak berarti apa-apa lagi karena saya tahu bahwa Tuhan beserta dengan saya.”

Ron meninggalkan gereja malam itu dengan satu hasrat untuk menyembah dan memuji Tuhan, dan membimbing orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ron memproduksi sendiri sebuah album dengan judul “You Ought To Listen To This” pada tahun 1983 dan menjualnya kemanapun ia pergi untuk menyanyi. Dalam waktu singkat, berita mengenai talenta bermusik Ron mulai tersebar di sekitar Oakland dan sekitarnya, dan Ron pun diundang untuk memimpin pujian dan penyembahan di berbagai gereja. “Tidak pernah terpikir olehku untuk menjadi seorang pemimpin pujian dan penyembahan,” ujar Ron. “Yang saya tahu adalah saya akan terus menyanyikan lagu-lagu saya dan sesuatu yang spesial akan terjadi.”

Memimpin pujian bagi pelayanan hamba Tuhan besar besar seperti Lester Sumerall dan Jack Hayford membuat Ron menjadi perhatian bagi penginjil Mario Murillo yang menugaskan Ron untuk memimpin pujian di pelayanannya. Melalui Murillo, Ron berkenalan dengan Pastor Dick Bernal, yang mendirikan Jubilee Christian Center, sebuah jemaat di San Jose, CA. Ron menjadi pelayan musik gereja pada tahun 1987 dan puas dengan apa yang dilakukannya tanpa pernah berpikir untuk rekaman lagi. Tapi di tahun 1990 Don Moen, seorang creative director dari Integrity Music, mendengar tentang pelayanan Ron dan melakukan pendekatan terhadap dirinya dan membicarakan kemungkinan untuk merekam salah satu layanan pujian yang dipimpinnya.

Album pertama Ron “Jesus Is Alive” dirilis pada tahun 1992 dan secara mengejutkan menjadi hit. Diikuti dengan “Lift Him Up” yang terjual setengah juta kopi dan memenangkan Angel Award pada tahun 1993. Album ini kembali menjadi hit. Album God Is Able membuat terobosan dengan masuk ke majalah Billboard dan Sing Out With One Voice terpilih sebagai album musik Kristen Independen nomor 1 di Amerika pada tahun 1995. Pada tahun berikutnya, album Welcome Home membuat Ron mendapatkan penghargaan pertamanya di Dove award. Di akhir tahun album High Places: The Best of Ron Kenoly menampilkan lagu-lagu pujian Ron yang dikenal banyak orang seperti “Let Everything That Has Breath“, “I See The Lord” dan “Use Me“.

Di antara penjualan albumnya yang menembus rekor dalam pasar musik pujian rohani dan jadwal tur malam yang dijalaninya, Ron berhasil menyelesaikan tahun terakhirnya dan meraih gelar doktor dalam musik rohani dari Friends International Christian University di Merced, CA. “Saya masih mencoba merenungkan apa arti dari semua ini,” ujar Ron. “Saya ingin menjadi seorang pelayan yang baik dari apa yang Tuhan berikan pada saya, tidak hanya dalam hal musik, tapi juga dalam pengalaman hidup dan pelajaran berharga yang dapat saya bagikan kepada orang lain. Dia memegang saya dan bertanggungjawab terhadap visibilitas dan pengaruh yang ia ijinkan untuk saya miliki. Dan jangan salah, semua ini hanya atas seijin-Nya. Saya tidak pernah memiliki seorang manajer, promotor, atau agen perantara. Semua ini adalah hasil karya dari Tuhan yang berdaulat. Semua ini adalah musiknya Tuhan dan agendanya Tuhan. Perhatian utama saya hanyalah selalu melakukan apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan.”

Filed in: Berita, Musik

No comments yet.

Leave a Reply