RAHASIA KESUKSESAN DANIEL DI BABEL

0
16

“Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu” – Daniel 1:9. Siapa pun dalam hidupnya tentu ingin meraih kesuksesan. Berbagai usaha dilakukan demi mewujudkan sukses yang di dambakan. Namun, faktanya tidak semua orang bisa mencapainya. Kita ingin belajar dari orang-orang yang sudah sukses dalam hidup. Ini adalah cara untuk menemukan apa kunci sukses mereka. Daniel adalah salah seorang pemuda Ibrani yang ditawan ke negeri Babel. Namanya diabadikan oleh Alkitab sebagai salah seorang yang sukses walaupun menjadi budak di negeri asing. Kita tentu ingin belajar dari Daniel. Bagaimana cara dia dan apa yang telah diperbuatnya, sehingga dia mencapai puncak sukses di Babel. Ada beberapa kunci sukses yang dapat kita ambil sebagai alat untuk membuat kita bisa sukses dalam hidup.

 

  1. Daniel mengutamakan Tuhan

Bila kita membaca kitab Daniel secara seksama, maka kita akan menemukan catatan penting bagaimana Daniel dalam totalitas hidupnya mengutamakan Tuhan. Daniel menempatkan Tuhan di atas segalanya. Tidak ada kita temukan bahwa Daniel membiarkan hidupnya tanpa bergaul dengan Tuhan. Kendati pun Daniel mengutamakan Tuhan dalam totalitas hidupnya, tidak membebaskan Daniel dari ujian-ujian kehidupan. Dalam kitab Daniel dicatat tentang peristiwa-peristiwa luar biasa yang dihadapi dan dialami oleh Daniel. Kejadian-kejadian tersebut ada hubungannya dengan kesuksesan Daniel. Walaupun demikian, kita menemukan bagaimana Daniel mengalami pertolongan Tuhan. Ada beberapa kejadian yang menunjukkan pembelaan Tuhan terhadap Daniel.

Pertama, Daniel berhasil menjawab ujian lisan yang diberikan oleh raja Nebukadnezar – Daniel 1:17-20.

Kedua, Daniel berhasil menafsirkan dan memberitahukan mimpin raja Nebukadnezar yang pertama dan kedua – Daniel 2:18-19, 28; 4:22, 27.

Ketiga, Deniel diluputkan dari dapur perapian yang menyala – Daniel 3:24-26.

Keempat, Daniel berhasil menyingkapkan arti tulisan tangan di dinding – Daniel 4:24-26.

Kelima, Daniel diluputkan dari goa singa – Daniel 6:6, 11, 17, 23.

Dalam upaya kita mewujudkan sukses dalam hidup, kita harus menempatkan Tuhan sebagai yang pertama dan terutama dalam totalitas hidup kita. Walaupun hal ini bukan jaminan bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan, tantangan, ancaman dan hambatan dalam karir yang sedang kita geluti. Tetapi dari kisah Daniel, kita menemukan bahwa Tuhan membuat orang-orang yang mengandalkan Dia mampu melewati semuat rintangan dan memposisikan mereka pada posisi yang Tuhan kehendaki. Tuhan menggenapi janji berkatnya kepada setiap orang yang menaati dan menghormati-Nya.

  1. Daniel melengkapi hidupnya dengan berbagai ilmu.

Daniel sebelum menjadi tawanan oleh Babel, di Yehuda dia memperlengkapi dirinya dengan berbagai disiplin ilmu yang akan menunjang dirinya untuk meraih sukses dalam hidup. Itu sebabnya ketika dilakukan audisi, Daniel lolos audisi. Ini berkat ketekunannya untuk belajar selama di Yehuda. Daniel juga setelah menjadi budak di negeri Babel, dia mempergunakan kesempatan belajar yang diberikan kepadanya oleh raja Nebukadnezar – Dan.1:5. Kita melihat bahwa kesuksesan Daniel, bukan saja karena dia mengutamakan Tuhan dalam hidupnya, tetapi dia begitu tekun mengisi bejana otaknya dengan berbagai ilmu. Itu sebabnya dia menikmati manisnya kesuksesan hidup. Ini adalah buah dari hasil belajar cerdas, kerja keras dan kerja cerdasnya. Oleh sebab itu, bila kita ingin sukses, bukan saja kita mengandalkan dan mengutamakan Tuhan, tetapi kita perlu belajar sungguh-sungguh. Kita tekun mengisi otak kita dengan berbagai disiplin ilmu yang akan membantu kita mewujudkan sukses dalam hidup yang kita impikan. Sukses tidak turun dengan sendirinya dari langit. Tapi harus ada usaha dan kerja keras dari kita. Bila Daniel bisa, maka kita juga pasti bisa.


  1. Daniel memiliki komitmen total kepada TUHAN, Allahnya.

Wujud dari komitmen totalnya dia menjauhkan diri dari sikap dan perbuatan yang menghina TUHAN Allahnya. Walaupun mereka harus menanggung hukuman yang berat, mereka tidak gentar sedikit pun. Walaupun mereka punya kesempatan untuk melakukan perbuatan yang akan membebaskan mereka dari hukuman, namun mereka rela dihukum daripada menikmati kebebasan dalam dosa.

 

Daniel tidak mau mengotori sukses hidupnya dengan tidakan yang merendahkan nama TUHAN Allahnya. Daniel tidak mau menikmati sukses dengan cara pintas. Dia cukup kuat dalam imannya kepada TUHAN, Allahnya. Dia menolak segala jalan manipulatif demi sukses pribadinya. Bagi Daniel, Tuhan adalah segalanya bagi kesuksesan hidupnya. Sukses bagi Daniel adalah belajar cerdas, kerja keras dan kerja cerdas. Bagi Daniel sukses sejati adalah dengan menjauhkan diri dari perbuatan yang menghina Tuhan.

 

Bagi kita, tentu ada banyak godaan untuk raih sukses dengan cara yang tidak mengandalkan Tuhan. Hanya mengandalkan sesama atau orang penting di belakang, suskses bisa dicapai. Tidak perlu banyak belajar, yang penting memiliki uang banyak suskses bisa dicapai sesaat. Selanjutnya, dengan mengikuti sistem dunia ini, sukses pun dapat diperoleh. Menyimpang dari kehendak Tuhan dan melakukan perbuatan yang menghina Tuhan. Itulah jalan yang sedang diikuti banyak orang sekarang ini. Korupsi merajalela. Kolusi dan nepotisme menjadi budaya di negeri ini. Sebagai orang Kristen, kita juga diperhadapkan dengan ancaman, tantangan dan hambatan sukses.

 

Tetapi, Daniel telah membuktikan diri bahwa sukses dengan cara Tuhan lebih mumpuni. Dia telah menikmati manisnya hasil dari belajar cerdas, kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukannya dengan konsisten. Biarlah kita menjadi Daniel-Daniel masa kini, yang membuktikan diri kepada dunia, bahwa kita hidup dengan mengandalkan Tuhan. Kita terus belajar melengkapi diri demi sukses yang kita impikan. Dan selalu menjauhkan diri dari sikap dan perbuatan yang menghina nama Tuhan kita Yesus Kristus.

 

Dikutip dari : https://kumpulankhotbahalkitabiah.blogspot.com/2015/02/rahasia-kesuksesan-daniel-di-babel.html

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here