JANGAN PERNAH MELEPASKAN IMPIAN MU!

0
9

Pendahuluan: Sepanjang minggu ini, saya belajar tentang kehidupan Yusuf. Dari kehidupan Yusuf, saya melihat satu kebenaran yang luar biasa. Satu Kebenaran bahwa Yusuf adalah seorang yang memiliki impian yang besar dan berhasil mencapai impiannya.  Setiap kita pasti memiliki impian yang besar. suatu tujuan yang ingin dicapai, atau hal besar yang ingin kita raih di hari esok. Jika kita memiliki sebuah impian yang besar dan mengharapkan agar impian itu tercapai. Kita patut belajar dari kehidupan Yusuf. Yusuf  berhasil mencapai impiannya, karena ia tidak pernah melepaskan impiannya. Itulah kuncinya. jangan pernah melepaskan impian, jika kita ingin mencapainya.

 

Jangan pernah melepaskan impian meskipun kita tidak dapat memulainya dengan baik.

 

Yusuf merupakan seorang tokoh Alkitab yang tidak pernah melepaskan impiannya. Pada waktu Yusuf masih sangat muda dan berumur sekitar 17 Tahun. Yusuf mendapatkan sebuah visi dari Allah. visi Allah inilah yang kemudian menjadi impiannya. Akan tetapi ketika ia mendapatkan impian tersebut, ia tidak memulainya dengan baik. Yusuf mulai menghidupi impiannya dengan sikap ceroboh dan terlalu bersemangat. Ia kurang berhikmat dengan menyombongkan diri menceritakan mimpi itu kepada keluarganya. Dan kesombongannya berujung pada masalah yang besar, hingga yusuf dibenci oleh saudara-saudaranya. Akan tetapi pengalaman yang pahit itu tidak membuat Yusuf menyerah. ia tidak pernah melepaskan impiannya sampai impian itu benar-benar dapat dicapainya.

 

AplikasiTerkadang ketika kita memiliki impian yang besar, kita tidak tahu bagaimana harus memulainya. Ada pepatah mengatakan “seperti mudahnya bermimpi, semudah itu pula melepaskannya.” Bermimpi memang mudah. Kita bisa saja terinspirasi dengan orang-orang yang hebat dan terkenal. Dan kita ingin menjadi seperti mereka. Kita bisa saja melihat kesuksesan orang lain dan kita ingin mencapai hal yang sama. Kita bisa saja melihat potensi diri dan minat kita. Lalu menentukan impian kita.

 

Ilustrasi: Saya masih ingat betul apa impian saya sejak kecil hingga sekarang.

Ketika masih SD saya memiliki impian untuk jadi seorang polisi. Pada waktu smp saya memiliki mimpi untuk menjadi seorang jurnalis. Pada waktu SMA saya memiliki impian menjadi angkatan laut. Namun, setelah ditangkap Tuhan dan masuk Berea, impian saya berubah. saya ingin menjadi seorang penulis buku dan gembala sidang. Banyak impian yang telah saya miliki, akan tetapi saya melepaskan semua impian itu dengan mudah karena saya tidak tahu bagaimana memulainya. Kecuali yang terakhir, menjadi penulis dan  gembala sidang. Saya tetap pegang impian itu dengan sungguh-sungguh.

 

Banyak hal yang sering kali membuat kita tidak bisa memulai impian dengan baik. Keterbatasan pengalaman, sikap kita yang tidak sesuai dengan impian yang kita miliki (malas, kurang tekun, tidak setia, kurang kerja keras). Kita tidak tahu bagaimana seharusnya memulai impian yang kita miliki. Namun yang pasti, memulai segala sesuatu memang tidak mudah. Seperti belajar sepeda, kadang kita mulai dengan menuntun sepeda itu dahulu. Kita sering jatuh dan terluka. Butuh waktu yang lama, berhari-hari hingga bulan. Akan tetapi ketika kita memiliki semangat untuk terus belajar pada akhirnya kita bisa naik sepeda. Impian juga seperti itu. Kita harus terus belajar, bersemangat dan menambah pengalaman untuk mencapainya. Mungkin kita memulainya dengan buruk. diperhadapkan dengan ketidakpastian dan masalah. Tetapi semua itu merupakan ujian yang sesungguhnya dari sebuah impian. Asal kita tidak pernah melepaskan impian kita.

 

Jangan melepaskan impian meskipun orang disekitar tidak mendukung impian kita.

 

Alkitab menjelaskan, pada saat Yusuf menceritakan impiannya dengan penuh semangat pada orang lain. Orang-orang terdekatnya tidak mendukung impiannya. Ayahnya meragukan mimpinya. saudara-saudaranya pun menolak dan membencinya (Lihat Kej. 37:10). Sampai berencana membunuh Yusuf. Tetapi Yusuf tidak habis akal. Ia tidak menyerah. Meskipun ia tahu orang terdekatnya tidak mendukung impiannya.

 

Aplikasi: ketika kita memiliki impian yang besar. Sering kali orang-orang disekitar kita tidak mendukung kita. Mereka bisa saja mengejek kita. Atau mereka mencegah kita agar kita tidak melanjutkan impian itu, karena mereka takut kita akan kecewa dengan impian yang besar itu. Bisa jadi kita tidak mendapatkan dukungan orang terdekat, karena keterbatasan ekonomi dan masalah yang ada dalam keluarga kita. Tetapi lihatlah Yusuf. Ia tidak mau keadaan yang merubah impiannya. Keadaan tidak membuat ia takut untuk bermimpi besar. Justru melalui impiannya, ia mau merubah keadaan dan ia berhasil. Yusuf menjadi pemimpin besar di mesir yang mengubahkan keadaan keluarganya.

 

Ilustrasi: Pada suatu hari ada seekor macan yang sombong. Ia selalu membanggakan dirinya sebagai pelari tercepat dari pada binatang yang lain. Ia berkata kepada teman-temannya bahwa ia bisa menangkap seekor kijang (yang notabene dikenal sebagai binatang yang berlari sangat cepat) dengan mudah. Suatu kali, pada saat ia berburu. ia melihat seekor kucing hutan. Ia berusaha memburunya, akan tetapi setelah ia bersusah payah mengejarnya, kucing itu dapat lolos dari kejarannya. Bersamaan dengan kejadian itu, semua teman-temannya yang melihat tingkah polahnya menertawakan sang macan dan mengejeknya “katanya binatang tercepat, masak tidak bisa menagkap kucing” dengan cerdik sang macan menjawab “saya bukannya kalah cepat dengan kucing itu, tetapi saya kalah karena saya berlari mengejarnya untuk makan, sedangkan dia berlari untuk hidupnya. Kucing itu menang karena motivasinya untuk hidup melebihi motivasi macan untuk makan.

 

impian kita bukan diukur dari keadaan dan keterbatasan yang kita miliki. Tetapi impian kita diukur dari motivasi dan tekad kita untuk mencapainya. Apakah kita memiliki motivasi yang kuat bahwa impian itu merupakan kehidupan kita? apakah kita memiliki motivasi yang kuat bahwa impian itu sangat penting bagi kita? Motivasi itulah yang akan membuat kita mampu melampaui keadaan dan keterbatasan untuk mencapai impian tersebut.

 

Jangan melepaskan impian, meskipun kita menghadapi banyak tantangan.

 

Jika kita melihat kehidupan Yusuf, dalam perjalanannya untuk menggapai impian. Banyak alasan yang seharusnya membuat ia menyerah menggapai impiannya.

–          Orang-orang terdekatnya tidak mendukung impiannya.

–          Yusuf hampir mati didalam sumur.

–          Yusuf hidup sebagai budak.

–          Ia mengalami pelecehan seksual dari potifar.

–          Bahkan ia masuk kedalam penjara.

 

Banyak tantangan yang dihadapi oleh Yusuf. Apakah semua itu menjadi alasan bagi Yusuf untuk menyerah?  Tidak. Kunci keberhasilan Yusuf tetap bertahan dari berbagai tantangan untuk mencapai impian, karena ia tetap percaya dan berharap penuh kepada Tuhan (Kej. 50:20)

 

Aplikasi: Inilah yang terpenting saudara-sudara. Ketika kita ingin mencapai impian yang besar, seharusnya kita tetap percaya dan berharap kepada Tuhan. Sebab Tuhanlah yang menjamin masa depan kita, Tuhanlah yang punya rencana atas hidup kita. Ia selalu merancangkan apa yang baik bagi kita. Jika kita selalu mengandalkan Tuhan dalam usaha-usaha yang kita lakukan untuk mencapai impian.

 

Kesimpulan: jangan pernah melepaskan impian karena itulah kunci keberhasilan untuk meraihnya.

 

Dikutip dari : http://khotbah-khotbah.blogspot.com/2016/12/jangan-lepaskan-impian-mu.html

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here