Generasi Anak Panah (3)

0
24

Generasi anak panah (Mazmur 127 : 4)

 

Mazmur 127:4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

Apa sebenarnya Panah dan Apa Kegunaannya ?

Busur atau panah atau busur panah dikategorikan sebagai sebuah senjata yang digunakan untuk menembakkan anak panah, dibantu oleh kekuatan elastisitas dari panah itu sendiri. Biasanya senjata ini digunakan untuk berburu dan pada masa lalu sebagai salah satu peralatan perang. Selain itu panah juga digunakan sebagai alat utama dalam olahragapanahan. Sumber: <http://id.wikipedia.org/wiki/Panah>

Anak panah dapat dibuat dari kayu, bambu maupun rotan. semakin besar diameter suatu anak panah, maka tingkat kerusakan yang dihasilkan semakin besar, tetapi melayang lebih lambat di bandingkan dengan anak panah berdiameter lebih kecil. Diameter anak panah yang kecil akan membuat anak panah mampu meluncur dengan lebih cepat tetapi kerusakan yang dihasilkan akan lebih lemah.

Sedangkan wings/sayap anak panah dapat dibuat dari bulu sayap kiri unggas, plastik, kertas, kain atau bahan lainnya. Wings berfungsi untuk men-stabilkan anak panah setelah terlontar dari busur. Lebar wings secara langsung akan mempengaruhi tingkat kebisingan/suara dan kecepatan pada anak panah yang sedang meluncur/melayang.

Sedangkan mata panah dibuat dari besi, kaca, batu, tulang maupun bahan keras lainnya. Fungsi dari head arrow ini adalah untuk melindungi batang/badan anak panah dan kemampuannya dalam mengenai target.

Sumber <http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_panah>

Terjemahan dari sumber <http://en.wikipedia.org/wiki/Arrowhead> , mata panah/ arrowhead adalah ujung, yang biasanya ditajamkan, ditambahkan ke panah untuk membuat panah menjadi lebih mematikan atau untuk memenuhi beberapa tujuannya yang spesial.

Jadi berdasarkan definisi dari anak panah, anak panah itu adalah unik, dibuat dan dibuat sesuai fungsinya yang khusus(apakah untuk kecepatan atau akibat yang dihasilkan), dahulu digunakan untuk senjata dalam berperang. Ujung dari anak panah ini dibuat dari batu yang ditajamkan, yang melindungi badan anak panah. Distabilkan dan diatur oleh sayap ditaruh belakang anak panah. Semuanya bersatu dalam satu tubuh, untuk memenuhi tujuan khususnya.

Demikian juga tubuh Kristus, setiap kita adalah unik, tujuan kita diciptakan berbeda-beda sesuai dengan rencana Tuhan.

Mengapa kita perlu mempersiapkan anak-anak muda?

Berikut adalah terjemahan bebas dari artikel yang ditulis oleh Paulette Reed. Sumber : <http://www.elijahlist.com/words/display_word.html?ID=11865>

  1. Diutus untuk melakukan Amanat Agung.

Dalam Yesaya 49:1-6, Tuhan mengutus Yesaya untuk mengembalikan umatNya dan membawa kemuliaan bagi Tuhan. Tuhan memberikan kita kekuatan untuk memulihkan umatNya, bahkan lebih dari itu, Ia akan membuat kita menjadi terang. Ketika Tuhan membuka pintu yang tidak dapat ditutup siapapun (Wahyu 3:8),maka Anda akan dilepaskan melalui pintu-pintu itu seperti anak panah.

Tujuan kita diciptakan dan diutus adalah untuk membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Kemuliaan adalah wahyu dari kuasa dan sifat Tuhan, yang seringkali disertai oleh kejadian alam yang kelihatan. Kita akan melayani bangsa-bangsa dan memuliakan Tuhan.

  1. Kita sudah diberikan kasih karunia sebagai perisai (Mazmur 5:12)

Dalam Roma 8:28, Tuhan turut bekerja dalam segala hal bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan.

 

  1. Pakailah senjata peperangan

Dalam Yesaya 50:7, dalam Alkitab bahasa Inggris (KJV / ASV / NASB / WEB / YLT), dikatakan “I have set my face like flint.” Dalam Alkitab bahasa Inggris BBE, ‘flint’ diartikan sebagai rock, sedangkan di alkitab Bahasa Indonesia terjemahan baru, diartikan sebagai gunung batu. Flint sendiri berarti batu yang keras tapi halus. Batu ini dipakai sebagai mata panah di masa lampau. Untuk membuat mata anak panah menjadi senjata yang ampuh, batu ini harus dipukul dan dibentuk.

Tuhan mau kita seperti “Flint”, tidak putus asa dan tidak malu untuk mengejar Dia dan mengakui Dia kepada bangsa-bangsa, memenuhi tugas Amanat Agung. Kadang kala, sesuatu yang baru bisa dimulai dengan kekacauan. Tetapi apapun gangguannya, kita harus tetap seperti flint.

Untuk memotong batu, orang Ibrani dahulu menggunakan pedang (“Chereb” dalam bahasa Ibrani – Yesaya 49:2). Ini berkaitan dengan guru di gereja, Anda dan saya, sebuah pedang bermata dua. Jadi Firman Tuhan mempunyai sudah mempunyai kuasa dan otoritas.

  1. Ditembak seperti panah yang terbakar

Pada jaman dahulu, panah ditembakkan dengan bahan yang mudah terbakar sehingga saat kena sasaran, panah menyebabkan api menyala dan membakar sasarannya (Mazmur 120:4). Seperti juga saat revival. Tuhan menciptakan setiap kita untuk tujuan khusus pada waktu yang tepat, memastikan kita benar-benar dilengkapi dan siap untuk terbang tinggi. Tuhan Yesus tersembunyi selama bertahun-tahun sebelum benar-benar dipenuhi kemuliaanNya. Dari umur 12 tahun sampai umur 30, kita tidak mendengar tentang Yesus,

Apa kriteria untuk menjadi pemanah?

  1. Berpakaian sesuai

Pemanah juga harus berpakaian yang sesuai. Saat Paulette belajar memanah, ia memakai lengan panjang sehingga ia tidak leluasa. Penting untuk siap setiap saat dan selalu berpakaian perisai Tuhan saat kita dalam peperangan.

  1. Rendah hati. Kita semua punya “inner child” yang masih ingin untuk memenuhi mimpi dari Tuhan dan bahwa kita tidak akan pernah terlalu tua untuk memenuhinya. Penggenapan mimpi-mimpi tergantung dari berapa banyak kita mau sesuatu dan kemudian bergerak maju dengan iman yang seperti anak kecil. Semakin dewasa secara rohani, kita harus menjadi seperti anak kecil yang polos.
  2. Taat pada atasan. Setiap pemanah harus mendengar dan mentaati perintah dari atasannya.
  3. Tahu dan bisa melihat sasaran (Visi yang jelas)

Jika kita tidak melihat sasaran, kita tidak membidik pada sesuatu yang jelas. Sayangnya, adalah mudah untuk asal menembak dan tidak mengenai apapun.

Panah bukanlah seperti bumerang yang bisa belok dan hanya berputar kembali ke tempat asal.

Saat Goliat melemparkan batu dengan ketapelnya, ia dengan pasti melemparkan. Jika ia berubah pikiran dan melemparkan batu ke tempat yang berbeda, hasilnya akan berbeda.

Flint, a sedimentary rock often found in limestone, was a common material to make tools dating back to the Stone Age. It was also used by Native Americans to form arrowheads. Flint is an excellent rock to shape into a hunting tool because it flakes when it’s struck. As a result, both the pieces that flake off, known as blades, can be used as a tool in itself, as can the piece that is shaped.

From <http://www.ehow.com/how_4866561_make-flint-arrowheads.html>

Bagaimana caranya?

Dalam artikel yang ditulis oleh John Piper (“Education for Exultation”), kita bisa belajar bagaimana cara kita mempersiapkan dan menajamkan anak-anak panah itu. Berikut adalah terjemahan bebas dari artikel tersebut.

Sumber : <http://www.desiringgod.org/sermons/one-generation-shall-praise-your-works-to-another>

Seluruh isi Alkitab berbicara tentang kemuliaan Tuhan. Setiap tindakan yang kita lakukan harus memuliakan nama Tuhan. Adalah kewajiban alkitabiah untuk setiap generasi menceritakan dan memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib. Alkitab diteruskan dari generasi ke generasi, dan akhirnya tertulis dan tercetak untuk diteruskan ke generasi selanjutnya. Roh Kudus turun dari atas/vertikal, namun Firman Tuhan diteruskan secara horisontal.

Mazmur 145:4 Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.

Ayat di atas menjelaskan apa yang harus diteruskan dari generasi ke generasi selanjutnya, yaitu pekerjaan-pekerjaan-Nya yang megah dan betapa perkasanya Tuhan itu. Tidak hanya pengajaran saja, tetapi pujian kepada Tuhan. Pengajaran kepada generasi selanjutnya tidaklah ditujukan pada kemegahan, tetapi melibatkan aktivitas untuk memegahkan Tuhan.

Praise/Pujian untuk memegahkan Tuhan membawa kebenaran karena tujuan kebenaran adalah pujian. Tujuan dari pengajaran adalah kemegahan.

Jika pengajar-pengajar dan orang tua-orang tua tidak meninggikan Tuhan dalam pengajaran mereka, pengajaran mereka tidak konsisten. Pengajarannya mengatakan bahwa Tuhan hebat, tetapi mereka mengajarkan seakan-akan Tuhan tidak hebat. Hati-hati yang akan mengorbankan segalanya untuk mengikuti Yesus ke manapun.

Jangan hanya mengajarkan bagaimana mengikuti Yesus, tetapi juga kemegahan dalam mengikuti Yesus.

Dengan menceritakan kebesaran dan kemegahan Tuhan kepada generasi-generasi, kita tidak hanya mau generasi selanjutnya untuk mengerti fakta-fakta benar tentang pekerjaan Tuhan; kita mau generasi-generasi yang tahu kebenaran fakta dan hati yang terbakar dengan api cinta kepada Tuhan atas fakta-fakta itu.

Komitmen secara radikal berarti begitu berkomitmen, tidak ada harga yang terlalu mahal untuk mengikuti Yesus, tidak peduli betapa jauh atau betapa bahayanya.

Orang-orang yang terdekat dengan kita mungkin akan menganjurkan kita untuk tidak berbuat sesuatu yang radikal dalam mengikuti Yesus.

Jika anak-anakmu mau berbuat sesuatu untuk Yesus yang tidak sesuai dengan kehendakmu, atau engkau kuatir akan masa depan mereka, jangan. Anak-anak adalah warisan dari Tuhan. Tuhan yang menanamkan sesuatu dalam setiap anak/orang. Ia yang membuat hati manusia menjadi seperti adanya.

Bagaimana kita mengajar dan memegahkan Tuhan, untuk membentuk anak-anak menjadi radikal, bijaksana, mempunyai kasih, dewasa, berani ambil risiko?

 

  1. Orang tua mengajar anak-anaknya. Orang tua harus mengajar dan menjadi contoh dengan berpusat pada Tuhan dan berpegang pada Firman tuhan. (Ulangan 6:4-7,11:19) – Kasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatanmu. Perhatikan Firman Tuhan, biarlah ada dalam hatimu. Ajarkan berulang-ulang dan dengan rajin kepada anak-anakmu, duduk bersama anak-anakmu dan bicarakan Firman Tuhan di rumah, dalam perjalanan, sebelum tidur dan saat bangun. Buat pengingat di tanganmu dan lambang di dahimu, tuliskan di tiang pintu rumahmu, dan pada pintu gerbangmu. Berabad-abad kemudian, Asaf mengajarkan di Mazmur 78:5-7, tentang perintah Tuhan kepada nenek moyang Israel untuk memperkenalkan Firman Tuhan kepada generasi-generasi selanjutnya, sehingga generasi-generasi yang akan lahir, bangkit dan menceritakan Firman Tuhan kepada generasi selanjutnya, sehingga mereka menaruh kepercayaan kepada Tuhan dan tidak melupakan pekerjaan Tuhan dan memegang perintah- perintah Tuhan.

Kepada anak-anak, dalam Efesus 6:1-4, diperintahkan untuk menghormati orang tua sehingga umur panjang. Ini adalah perintah dengan imbalan yang pertama. Kita tahu bahwa anak-anak akan mengikuti perintah jika ada imbalannya. Dan kepada ayah (yang bertugas untuk mengajar anak-anak) agar mendidik anak-anak sesuai ajaran dan nasihat Tuhan, jangan dengan amarah. Dalam terjemahan World English Bible “nurture them in the discipline and instruction of the Lord”. Nurture berarti mengasuh, hari demi hari. Mengajar anak tidak bisa sehari jadi. Asuhlah anak-anak dengan disiplin. Kita tahu bahwa anak-anak belum dewasa, belum bisa memutuskan apa yang baik dan yang jahat sendirinya. Untuk menciptakan kebiasaan baik, anak-anak harus disiplin melakukan kebiasaan itu. Dan asuh sesuai perintah Tuhan, bukan sesuai pemikiran sendiri sehingga tidak salah.

 

  1. Gereja bekerja sama dengan orang tua.

Ada beberapa alasan mengapa ini penting. Yang pertama adalah

  1. beberapa anak-anak tidak percaya kepada orang tua mereka.
  2. beberapa orang tua tunggal sudah stres dan bekerja terlalu keras sehingga mereka butuh bantuan apapun yang bisa didapat.
  3. Orang tua perlu diperlengkapi
  4. Pengajaran di rumah tetap memerlukan pengaturan resmi (corporate setting)
  5. Beberapa aspek dari karakter Tuhan lebih dapat diterima di organisasi resmi daripada di rumah

Dalam Ulangan 31:10-13, Musa memerintahkan pada akhir tujuh tahun, diadakan hari raya Pondok Daun, dimana seluruh orang Israel (laki-laki, perempuan, anak-anak, orang asing yang diam di tempat mereka) datang menghadap hadirat Tuhan, di tempat yang akan dipilih-Nya, dan hukum Taurat dibacakan di depan seluruh orang Israel – supaya anak-anak mereka, yang belajar untuk pertama kali arti dari perjanjian/covenant itu, supaya mereka mendengar dan belajar takut akan Tuhan, dan setia melakukan hukum Taurat.

Apakah ini berarti Musa menganggap ayah-ayah tidak bertanggung jawab, dan berkumpul secara bersama-sama setiap tujuh tahun akan membuat perbedaan? Ada beberapa hal yang akan dimengerti dan dilihat dan dirasakan dalam perkumpulan seperti ini yang tidak ditangkap di rumah. Meskipun mereka sudah tahu sebelumnya, maknanya berasa begitu penting saat mereka meninggalkan rumah dan desa mereka dan mendengar pembacaan hukum itu di tempat umum di antara seluruh Israel (Peter C. Craigie, The book of Deuteronomy,[Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Cp., 1976, p[.371).

Dalam Kisah Para Rasul 22:3, Paulus saat ia membela diri, ia membuat referensi “dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel”, yang artinya “di bawah kaki Gamaliel.” Ini bukan berarti orang tua tidak bertanggung jawab. Orang tua punya kewajiban utama untuk membentuk hati dan pikiran anak-anaknya, dengan didukung oleh pengajar-pengajar yang bertalenta.

 

  1. Gereja membantu memperlengkapi orang tua untuk mendidik anak-anaknya.

Ketika anak-anak tumbuh dan menjadi orang dewasa, mereka tidak seharusnya berhenti untuk belajar dan bertumbuh (2 Petrus 3:18, 1 Korintus 14:20). Beberapa akan menjadi orang tua dan mengajar anak-anak mereka, dan mereka harus terus diajar dan dibentuk secara alkitabiah, dan gereja punya panggilan tinggi untuk ini.

Musa berkata kepada umat (Ulangan 4:9), waspadalah dan rajinlan menjaga jiwamu, sehingga jangan kamu lupa akan apa yang sudah kamu lihat dan tidak beranjak dari hatimu seluruh hidupmu; tetapi buatlah hal-hal itu diketahui oleh anakmu dan cucumu. Pertama-tama, Musa harus melayani umat dan mereka harus waspada akan dirinya dan jiwa mereka. Kemudian mereka bisa mengajar anak-anak mereka.

Dalam Perjanjian Baru, Paulus dalam Efesus 4:11-12, tentang 5 jawatan, Kristus memberikan karunia untuk beberapa menjadi rasul, beberapa menjadi nabi, beberapa menjadi penginjil, beberapa menjadi gembala dan pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus untuk melayani, untuk memperlengkapi Tubuh Kristus. Gembala dan pengajar memperlengkapi orang-orang kudus untuk melakukan pelayanan – pelayanan parenting dan mengajar sekolah minggu dan segala cara lain untuk mengasuh orang muda dan tua.

Dengan cara pengajaran seperti ini, seluruh orang dilibatkan dan membuat gudang dari kebenaran dan doktrin tetap penuh dan cukup dalam serta murni untuk diminum oleh segala usia, dalam generasi mendatang.

Marilah kita mempersiapkan diri dan generasi selanjutnya untuk menjadi anak-anak panah di tangan pahlawan. Mau dibentuk dan ditajamkan sehingga kita melesat tepat pada sasaran yang sesuai dengan keunikan kita masing-masing. Siap berperang dan memakai pakaian yang sesuai, rendah hati, taat pada atasan, dan tahu visi & tujuan kita masing-masing. Untuk melindungi tubuh Kristus dan menjadi satu tubuh.

Persiapkan generasi-generasi selanjutnya dengan menceritakan dan memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib dengan rajin dan terus menerus, sebagai orang tua (jasmani/rohani), memperlengkapi gereja, dan bekerja sama dengan orang tua.

 

Dikutip dari : https://life7goes7on.wordpress.com/2014/10/10/2/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here