Berguna untuk Tuhan

0
26

Ingin Dipakai Tuhan

1 Tesalonika 1:9
Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar.

Tuhan kita adalah Tuhan yang mempunyai rencana. Semua yang dikerjakan Tuhan dari kekekalan lampau sampai kekekalan yang akan datang adalah sesuai dengan rencana-Nya.

Rencana Tuhan sangat erat hubungannya dengan manusia. Karena Rencana Tuhan akan dirampungkan melalui manusia dan juga di dalam manusia.

Jangan beranggapan bahwa apa yang Tuhan lakukan terhadap kita hari ini adalah kebetulan saja. Semuanya sudah Tuhan atur sesuai dengan rencana-Nya.

Setiap orang yang telah dilahirkan kembali mempunyai kedudukan dan potensi untuk dipakai oleh Tuhan.

Sebenarnya Tuhan sudah mengkonfirmasi hal ini, bukan hanya melalui menciptakan manusia, menebus manusia, tetapi juga melalui memanggil manusia.

Mungkin kamu merasa bahwa Tuhan tidak bisa memakai kamu karena kamu kurang punya bakat, kurang bisa bicara, kurang mengerti Alkitab, kurang .

Tetapi, siapa pun kamu, Tuhan sudah memanggil kamu. Sekarang, kamu mungkin akan berkata, Kapan Tuhan memanggil aku? Aku tidak pernah merasakan panggilan-Nya.

Mungkin kamu mengira bahwa panggilan Tuhan itu adalah masalah yang amat rumit. Sebenarnya, kamu cuma perlu bertanya pada dirimu sendiri, dari hari kamu menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat sampai hari ini, apakah kamu pernah punya keinginan untuk dipakai oleh Tuhan?

Mempunyai sedikit saja keinginan untuk dipakai Tuhan adalah bukti dari pekerjaan Tuhan yang luar biasa di atas diri kita. Pekerjaan Tuhan yang satu ini lebih besar daripada pekerjaan penciptaan-Nya atas diri kita.

Pekerjaan Tuhan menciptakan diri kita tidak sehebat dan sebesar pekerjaan-Nya membuat kita punya keinginan untuk dipakai oleh-Nya.

Tuhan bisa membuat kita punya hati yang ingin dipakai oleh-Nya karena Dia sudah mengunjungi kita. Dengan kata lain, ini bisa terjadi karena Dia datang kepada kita.

Tuhan sudah datang memanggil kita berkali-kali, sayang sekali kita sering mengabaikan kunjungan Tuhan. Kita tidak seharusnya berpikir bahwa Tuhan memanggil kita dengan suara seperti guntur dari surga atau dengan melihat cahaya besar seperti Paulus dalam perjalanannya ke Damsyik.

Kalau Tuhan tidak datang mengunjungi kamu, mana mungkin kamu bisa punya keinginan untuk dipakai Tuhan?

Dulu, jangankan ingin dipakai Tuhan, kamu bahkan tidak peduli pada Tuhan, tetapi sekarang kamu ingin dipakai oleh Tuhan. Ini adalah bukti bahwa Tuhan sudah mengunjungi kamu dan kasih karunia Tuhan sudah datang kepadamu.

SEEKers, yuk jangan abaikan kunjungan Tuhan dan panggilan-Nya. Mari kita segera respon.

Aku mau berdoa mempersembahkan diriku lebih serius, agar Tuhan bisa memakai aku untuk saluran berkat-Nya.

Doa:
Tuhan Yesus, pakailah aku sesuai dengan rencana-Mu. Pakailah aku segera. Ya Tuhan Yesus, aku rindu jadi saluran berkat-Mu.

Membayar Harga

Yesaya 6:8
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Tanpa kunjungan Tuhan, tidak ada cara lain untuk memanggil kita. Alkitab menunjukkan bahwa memang adalah tanggung jawab Tuhan untuk mengunjungi kita tetapi kita juga bertanggung jawab untuk membayar harga.

Ketika Tuhan menampakkan diri pada Paulus di jalan menuju Damsyik, Tuhan tidak langsung memberi Paulus kuasa, wahyu, dan karunia-karunia. Sebaliknya,Tuhan menyuruh Paulus untuk masuk ke kota dan membiarkan seorang murid yang tidak menonjol, bernama Ananias, memberi tahu Paulus apa yang harus ia lakukan dalam beberapa kalimat saja (Kis. 9:5b-6, 10-17).

Namun, karena Paulus mau membayar harga, maka ia dipakai Tuhan secara besar-besaran.

Seberapa besar harga yang dibayar Paulus? (Besar sekali! Seharga segala sesuatu.) Mari kita baca Kitab Filipi 3:7-8, Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Paulus telah melepaskan semua hal yang dulu dianggapnya keuntungan. Ia melepaskan semua itu dan menganggapnya sampah supaya ia memperoleh Kristus. Itulah sebabnya Paulus dapat dipakai oleh Tuhan secara besar-besaran.

Jadi, di satu pihak, Tuhan selalu mengunjungi manusia, tetapi di lain pihak, manusia juga perlu membayar harga.

Seberapa banyak kita bisa dipakai Tuhan sangat tergantung pada seberapa banyak harga yang mau kita bayar.

Harga yang perlu dibayarkan itu tidak terbatas. Tidak seorang pun yang bisa mengatakan bahwa ia telah membayar penuh dan tidak perlu membayar apa-apa lagi.

Bahkan Rasul Paulus juga tidak bisa berkata demikian. Sebaliknya Paulus malah mengatakan, Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Paulus tidak menganggap bahwa ia telah menangkapnya, ia mengatakan, Tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Paulus selalu melupakan yang sudah-sudah, yang lalu, yang kemarin, ia maju terus. Ia mengarahkan diri pada apa yang di depan.

Ketika Paulus menulis 2 Timotius 4, ia sudah membayar hampir semuanya yang dapat ia bayar. Dan pada akhirnya ia bahkan memberikan nyawanya (2 Tim. 4:6-8).

Sebenarnya, semua orang telah dikunjungi oleh Tuhan dan kunjungan yang diterima setiap orang itu sama. Tetapi karena harga yang kita bayar berbeda-beda, maka kegunaan kita di tangan Tuhan juga berbeda-beda.

Alkitab dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan sedang menunggu manusia membayar harga hingga bisa dipakai oleh-Nya.

Dalam Kitab Yesaya 6:8 Tuhan mengatakan, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” 

Ayat di atas mengungkapkan keinginan hati Tuhan, yaitu Dia menunggu manusia mau membayar harga dan menjawab panggilan-Nya.

SEEKers,apakah yang kita tunggu? Yuk, kita segera membayar harga. Kita tinggalkan semua dosa, semua hobi yang menghabiskan waktu kita dan menganggu hubungan kita dengan Tuhan, semua game, semua komik, semua musik rock, semua film yang tidak pantas, semua bacaan yang tidak perlu, sinetron-sinetron, dan masih banyak lagi, tergantung seberapa banyak harga yang mau kamu bayar.

Doa:
Tuhan Yesus, aku mau dipakai oleh-Mu dengan besar-besaran. Terima kasih untuk kunjungan-Mu dan panggilan-Mu. Buatlah aku mau membayar harga, sebanyak-banyaknya, semahal-mahalnya untuk-Mu.

Mempersembahkan Tubuh

Kolose 3:23
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Langkah pertama untuk membayar harga adalah mempersembahkan tubuh.

Paulus menasihati kita untuk mempersembahkan tubuh kita, karena sebagai manusia, tidak ada perkara lain yang lebih riil dan praktis daripada tubuh kita.

Bayangkan saja kalau kamu bilang, Aku repot dan terlalu lelah, tidak bisa menghadiri ibadah-ibadah gereja. Aku di rumah saja mendoakan kalian. Kata-kata semacam ini kedengarannya manis, tetapi sebetulnya menipu orang.

Andaikata semua remaja mengatakan bahwa mereka terlalu lelah untuk beribadah, bayangkan ibadah remaja akan menjadi ibadah macam apa?

Itulah sebabnya Kitab Roma 12:1 mengatakan, Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Sudahkah kamu membayar harga? Sudahkah kamu mempersembahkan tubuhmu? Memang ada banyak sekali cara membayar harga. Selain mempersembahkan tubuh, ada banyak hal, benda, waktu, tenaga, harta, yang bisa kamu bayarkan. Tetapi sebenarnya semua itu melibatkan tubuhmu.

Menjaga tingkah lakumu sehari-hari, beribadah sungguh-sungguh (tidak basa-basi) duduk di depan, menyanyi sekuatnya, berdoa, mendengarkan firman, tidak terlambat, konsentrasi, tidak ngobrol, tidak ngemil, tidak main hape, dll., semuanya termasuk membayar harga.

Memperhatikan penampilanmu, melakukan segala sesuatu bersama Tuhan, juga termasuk membayar bayar.

Ngotot cari Tuhan minta disembuhkan dari kebutaan rohani, dari penyakit rohani, dari kematian rohani, tidak pasif seperti Lot, tetapi ngotot seperti Yakub, ngotot seperti Rut, ngotot seperti Kornelius, ngotot dipenuhi Roh Kudus juga termasuk membayar harga.

Datang kepada Tuhan, datang beribadah bukan untuk mendapatkan bantuan, makanan, benda-benda materi, berkat-berkat, mujizat-mujizat, kesembuhan, tetapi hanya mau Tuhan saja. Itu berarti kamu sedang membayar harga juga.

Rela meletakkan banyak hal bagi Tuhan dosa, gaya rambut, musik, gaya kacamata, komik, hobi, kebiasaan buruk, teman duniawi, dll. adalah harga yang juga perlu kamu bayar.

Di bawah ini ada cerita mengenai seseorang yang melakukan sesuatu dan itu termasuk membayar harga.

Ada seorang anak negro bernama Yekana. Ia tinggal di asrama suatu misi penginjilan di Afrika Tengah. Sejak kecil ia sudah mendengar Injil dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya.

Pada suatu hari, pembimbingnya menyuruh Yekana menyapu kelas. Ketika Yekana menyapu sampai di depan sebuah almari besar, ia berpikir, Tidak perlu menyapu yang di balik almari. Disapu atau tidak, tetap tidak akan dilihat orang, buat apa menambah-nambah pekerjaan?

Namun, ada satu pikiran lain yang muncul, Di seluruh ruang kelas ini, ada satu tempat di mana saya boleh menyapunya untuk Tuhan, karena orang lain tidak akan tahu.

Demikianlah kemudian ia menyapu bagian belakang almari besar itu. Saat menyapu, ia berdoa, Tuhan, aku menyapu tempat ini untuk-Mu.

Menyapu sungguh-sungguh untuk Tuhan seperti yang dilakukan Yekana termasuk salah satu cara membayar harga, karena sebenarnya ia bisa lebih cepat selesai, lebih cepat main, dan lebih mudah, jika tidak usah menyapu bagian belakang almari besar itu. Tetapi Yekana mau bersusah payah untuk Tuhan.

Sudahkah kamu belajar dengan sungguh-sungguh untuk Tuhan? Maukah kamu mengurangi jam nontonmu, jam mainmu, jam ngobrolmu, jam melamun, jam santai? Bersusah payah belajar, mengurangi beberapa kesenangan pribadi untuk belajar, termasuk membayar harga, karena kamu belajar untuk Tuhan, agar kamu kelak bisa lebih berguna buat Tuhan.

Doa:
Tuhan Yesus, buatlah aku menjadi orang yang berguna bagi-Mu, bisa dipakai oleh-Mu dengan maksimal. Tolonglah aku rela membayar harga sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya, dan semahal-mahalnya bagi-Mu.

dikutip dari : http://www.rumahgembira.or.id/kristal/semangat-melayani/suplai-firman/berguna-untuk-tuhan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here