ARROW

0
11

“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa mudanya”

(Mazmur 127:4)

 

Pendahuluan

Banyak diantara kita yang sudah mengenal anak panah. Sekarang ini anak panah hanya dipakai dalam olahraga panahan. Anak panah juga hanya dipakai oleh anak-anak dalam permainan perang-perangan. Namun jaman dahulu, panah adalah senjata yang  banyak dipakai dalam peperangan. Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari anak panah ini

Anak panah dibentuk untuk sebuah tujuan.

Anak panah selalu dicipta untuk sebuah tujuan (created with a purpose).

Tanpa tujuan, anak panah tidak akan dibentuk.  Ketika Tuhan menyandingkan anak panah dengan anak muda dalam Mazmur 127:4, Tuhan hendak menegaskan bahwa setiap anak muda diciptakan Tuhan untuk satu tujuan. Tidak ada diantara kita yang ciptakan Tuhan tanpa tujuan atau karena kecelakaan. Mungkin ada fenomena anak-anak yang dilahirkan di luar keinginan orang tua mereka. Orang menganggap secara sosial sebagai anak yang lahir karena ‘kecelakaan”. Namun secara teologis tidak ada ciptaan yang diciptakan tanpa tujuan. Apalagi jika kita memahami bahwa semua manusia dicipatakan serupa dan segambar dengan Allah.  Jika pohon-pohon dipinggir jalan diciptakan Tuhan karena memiliki tujuan, demikian juga dengan burung-burung di udara dan ikan-ikan dilautan, apalagi ketika Tuhan menciptakan manusia.

Lalu apa tujuan ketika Tuhan menciptakan kita?

Dalam 1 Petrus 2:9 dikatakan demikian “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”.Dari ayat ini kita memahami bahwa kita dipanggil, dipilih dan diselamatkan Tuhan untuk sebuah tujuan. Tujuan itu adalah “untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar. Kita sebagai anak-anak panah mempunyai tanggung jawab untuk menyatakan kemuliaan Allah dalam ruang waktu sejarah dan generasi dimana kita hidup hari-hari ini. Hal ini harus kita pahami dengan baik. Kita ciciptakan Tuhan bukan untuk menjadi”trouble maker” pembuat kekacauan, tetapi justru “history maker”. Kita harus dapat mengukir sejarah dan menjadi pembaharu sejarah.

Ada anak-anak muda yang justru merusak dirinya dengan hal-hal yang sia-sia seperti narkoba dan obat-obat terlarang. Ada juga anak-anak muda yang hidup tanpa mempedulikan agama. Lalu bagaimana respon kita? akankah kita berdiam diri saja, atau justru melibatkan diri dalam ha-hal jahat ini?. Tuhan memilih dan menyelamatkan kita  bukan untuk duduk-duduk santai, tapi memberitakan dan membawa kehadiran Allah melalui hidup kita. Allah  memanggil kita  untuk membawa banyak orang datang kepada Tuhan. Pakailah semua keahlian yang kita punya, dan media-media yang ada pada kita untuk memberitakan tentang kemuliaan Tuhan.

Dikutip dari : http://pesona-sabda.blogspot.com/2016/10/arrow.html

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here